Malam ini di tengah jalan ketika pulang dari gereja, terlarut dalam obrolan iseng dengan seorang teman.
Si Acong A.K.A Irwanto. Menarik, sebab kali ini yang kita bicarakan adalah tentang keputusan.
Dalam perbincangan kecil itu mengingatkan akan perspektif pribadi gw tentang keputusan itu sendiri.
Keputusan kita sebenarnya ditentukan oleh dua hal yang sangat mempengaruhi
yaitu AKAL SEHAT dan PERASAAN
dengan Akal sehat mewakili rasio dan perasaan mewakili emosi
ya, begitulah yang kami yakini.
Hal ini dapat ditemui manakala kita dihadapkan pada suatu persoalan yang membutuhkan keputusan kita sebagai respon. Misalkan :
Merokok...
Secara akal sehat, banyak sekali orang tahu bahwa merokok itu tidak baik. Namun mereka tetap saja merokok. hal ini disebabkan porsi emosi telah mengalahkan akal sehat itu sendiri
well, kita lihat saja pendapat berikut :
"Iya merokok itu ga baik, tapi banyak orang yang merokok ga mati kok"
"Merokok itu ga baik, tapi ga apa-apalah cuma dikit aja kok "
etc sebangsanya.....
dari beberapa komentar ini kita dapat menilik kembali bahwa porsi rasio telah mengalahkan porsi emosi dalam pikiran seseorang.
porsi emosi menjadi lebih besar bisa dikarenakan pengaruh oleh pergaulan dan lingkungan sekitar (perokok), maupun faktor internal seperti gengsi ataupun sekadar coba2 hingga menjadi ketagihan
<hal di atas semua merupakan hasil refleksi pengalaman pribadi>
Begini cara berpikirnya secara ringkas
LOGIKA : Merokok itu ga sehat, bisa buat orang sakit-sakitan
EMOSI : Ah ga apa-apa, sedikit ga bakal bikin u kanker atau apalah... lebai de lu
LOGIKA : Tapi katanya dikit aja merokok bisa meninggalkan zat racun dalam tubuh
EMOSI : Lu tenang aja, tar juga ada makanan yang bisa mendetoksifikasi racun tersebut
LOGIKA : ............
DECISION : ah ga apa2 deh merokok jaaaaaaaaaaaaaaaaaa dahhhh
hingga akhirnya siperokok menjadi ketagihan dan ketagihan
di level itu, LOGIKAnya hanya bisa terdiam karena pengaruh EMOSI sudah terlalu kuat.....
Gw pribadi cenderung untuk berpikir secara rasio, namun dalam suatu keadaan tertentu, akal sehat mungkin menjadi ciut.... kita harus mampu mengendalikan pikiran kita terhadap perilaku-perilaku buruk dengan intervensi logis ini. Karena Tuhan menganugerahkan kita Logika (akal sehat) untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan buruk.
Nah sekarang mungkin pembaca sekalian bertanya-tanya.... lah kok kelihatannya si PERASAAN ini bersalah banget dan dikit banget perannya disini.
Take it easy bro....
selalu, selalu ada dimana ketika kita harus punya porsi perasaan lebih besar terhadap logika kita ketika memutuskan.
Misalkan
Apa yang membuat kita ingin memberikan recehan kepada pengemis ?
Adalah porsi perasaan yang lebih banyak berperan dalam hal ini. Mengapa demikian ?
Kira-kira begini cara berpikirnya
ketika kita menginginkan sesuatu kita akan membelinya dan membayarnya dengan sejumlah uang. Betul ? disini berlaku prinsip ekonomi
ada uang ada barang. Betul ?
Hahahaha.....
Tapi ketika kita beramal dan memberi recehan kepada seorang pengemis tanpa mendapat apa-apa bukan ?
Namun timbul perasaan lega setelah memberinya, dibanding ketika kita membiarkan... ada sedikit rasa iba yang muncul di hati kita.
Nah disinilah Perasaan kita bekerja.... Kita ikut merasakan kepedihan orang lain dan kemudian membuat DECISION untuk memberikan sedikit uang kita kepada pengemis.
Kita sebenarnya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi apabila kita mau mencoba melatih kepekaan kita dalam menggunakan dua unsur tadi dalam mengambil keputusan dalam hidup kita. Bahkan apabila kita sudah cukup mahir dalam me-manage diri sendiri dalam artian terhadap dua unsur internal pribadi tersebut.... kita bahkan bisa menggunakannya untuk mempengaruhi orang ! Hal inilah yang dapat kita lihat pada para Motivator.....
Beginilah cara kerja Akal sehat dan perasaan ketika kita membuat keputusan menurut perspektif pribadi gw. Namun seringkali kita terlalu cuek terhadap hal-hal sepele ini
Mulai hari ini gw memutuskan untuk meninggalkan rokok untuk sekali lagi dalam hidup gw
setelah mempertimbangkan obrolan gw bersama Irwanto..
Thanks Bro.... You Wake Me UP !
Showing posts with label My Insights. Show all posts
Showing posts with label My Insights. Show all posts
Monday, July 27, 2009
Saturday, July 19, 2008
E-Mail dan hal yang tak terduga
Saturday, July 19, 2008
0
Suatu kali saya membaca tentang topik "E-mail dan Manusia Super" dari Kompas cetak. Hal ini mengingatkan pengalaman yang saya alami dengan e-mail.
Berbicara tentang pentingnya email memang terkadang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, mungkin bagi perusahaan dengan pekerja yang sudah terjamah oleh teknologi informasi dan tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan urusan surat-menyurat online. Seringkali e-mail itu urgensinya tidak tinggi namun kita sudah terbiasa untuk menjawab email tersebut. Sehingga dalam kompas dipaparkan bahwa hal ini menjadi dillema. Apakah mengecek dan membalas email setiap hari itu adalah bermanfaat atau tidak ? jika email dipergunakan secara benar maka manfaat yang kita dapat bisa sangat besar, kita dapat mengirimkan informasi, surat ataupun sekedar artikel kepada orang lain di belahan dunia lain dalam waktu sigkat dan sekejap. Namun buruknya, email seringkali menjadi bagian dari pergaulan kita secara online dan kadang-kadang dapat mengurangi profesionalitas kita dalam bekerja karena menghentikan aktivitas sebentar untuk mengecek email, yang mungkin dari rekanan ataupun kerabat kita. Persoalan akan hal ini mungkin dihindari dengan membagi email untuk urusan profesional dan pribadi namun, manusia kebanyakan cenderung pragmatis dan menggunakan sekadar 1 jenis email saja agar tidak perlu mengingat-ingat email yang lainnya, belum lagi gempuran spamming email yang dilakukan spammer yang cukup "menggangu" kenyamana kita ber-email ria. Beberapa menggunakan outlook ataupun thunderbird dalam mengorganisir email, tapi hal ini terkadang bisa dianggap "repot" karena harus me-launch software lagi. Bagi pengguna awam yang cenderung membutuhkan kemudahan, membuka email dari browser saja sudah cukup.
Di sisi lain, e-mail terkadang memberikan informasi yang sepele sekali namun berguna. Bisa saja cerita yang menghibur hati, memotivasi dan sekadar pemberitahuan akan peringatan tentang hal-hal buruk yang menimpa seseorang dan dia menyebarkannya lewat email agar orang-orang lain tidak mengulangi kesalahan yang sama, ataupun informasi seminar yang mungkin saja membuat kita tertarik untuk mengikutinya, menambah wawasan kita.
Saya pernah mendapatkan e-mail yang berisi motivasi dari seorang teman di kala senggang dan iseng mengecek email saya . Walaupun hanya forward saja, dan yang menjadi point penting dari ini adalah hal ini mengubah seluruh pandangan hidup saya. Di kala sedang merasa bahwa hidup saya berantakan, dengan nilai akademis yang payah karena tidak bersunguh-sunguh dalam kuliah. Saya mulai bangkit dan ingin sekali mengulang sejarah dalam hidup saya. Sebagai seorang achiever, saya mengejar nilai yang kelihatannya sudah "no hope" lagi. Saya tidak berputus asa karena hal ini. Bayangkan, hanya karena hal kecil yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita dapat saja begitu powerfull mengubah pemikiran kita.
dan kutipan terakhir dari email tersebut adalah :
"You've got to find what you love"
berbekal ini saya mencari apakah yang saya sukai, dan saya memfokuskan diri pada hal tersebut. Berharap bahwa suatu hari hal ini akan menjadi kompetensi tambahan bagi saya ketika memasuki dunia nyata, sebagai praktisi dan bukan sebagai seorang pelajar lagi.
Berbicara tentang pentingnya email memang terkadang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, mungkin bagi perusahaan dengan pekerja yang sudah terjamah oleh teknologi informasi dan tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan urusan surat-menyurat online. Seringkali e-mail itu urgensinya tidak tinggi namun kita sudah terbiasa untuk menjawab email tersebut. Sehingga dalam kompas dipaparkan bahwa hal ini menjadi dillema. Apakah mengecek dan membalas email setiap hari itu adalah bermanfaat atau tidak ? jika email dipergunakan secara benar maka manfaat yang kita dapat bisa sangat besar, kita dapat mengirimkan informasi, surat ataupun sekedar artikel kepada orang lain di belahan dunia lain dalam waktu sigkat dan sekejap. Namun buruknya, email seringkali menjadi bagian dari pergaulan kita secara online dan kadang-kadang dapat mengurangi profesionalitas kita dalam bekerja karena menghentikan aktivitas sebentar untuk mengecek email, yang mungkin dari rekanan ataupun kerabat kita. Persoalan akan hal ini mungkin dihindari dengan membagi email untuk urusan profesional dan pribadi namun, manusia kebanyakan cenderung pragmatis dan menggunakan sekadar 1 jenis email saja agar tidak perlu mengingat-ingat email yang lainnya, belum lagi gempuran spamming email yang dilakukan spammer yang cukup "menggangu" kenyamana kita ber-email ria. Beberapa menggunakan outlook ataupun thunderbird dalam mengorganisir email, tapi hal ini terkadang bisa dianggap "repot" karena harus me-launch software lagi. Bagi pengguna awam yang cenderung membutuhkan kemudahan, membuka email dari browser saja sudah cukup.
Di sisi lain, e-mail terkadang memberikan informasi yang sepele sekali namun berguna. Bisa saja cerita yang menghibur hati, memotivasi dan sekadar pemberitahuan akan peringatan tentang hal-hal buruk yang menimpa seseorang dan dia menyebarkannya lewat email agar orang-orang lain tidak mengulangi kesalahan yang sama, ataupun informasi seminar yang mungkin saja membuat kita tertarik untuk mengikutinya, menambah wawasan kita.
Saya pernah mendapatkan e-mail yang berisi motivasi dari seorang teman di kala senggang dan iseng mengecek email saya . Walaupun hanya forward saja, dan yang menjadi point penting dari ini adalah hal ini mengubah seluruh pandangan hidup saya. Di kala sedang merasa bahwa hidup saya berantakan, dengan nilai akademis yang payah karena tidak bersunguh-sunguh dalam kuliah. Saya mulai bangkit dan ingin sekali mengulang sejarah dalam hidup saya. Sebagai seorang achiever, saya mengejar nilai yang kelihatannya sudah "no hope" lagi. Saya tidak berputus asa karena hal ini. Bayangkan, hanya karena hal kecil yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita dapat saja begitu powerfull mengubah pemikiran kita.
dan kutipan terakhir dari email tersebut adalah :
"You've got to find what you love"
berbekal ini saya mencari apakah yang saya sukai, dan saya memfokuskan diri pada hal tersebut. Berharap bahwa suatu hari hal ini akan menjadi kompetensi tambahan bagi saya ketika memasuki dunia nyata, sebagai praktisi dan bukan sebagai seorang pelajar lagi.
Labels:
My Insights
Friday, July 18, 2008
Lessons from Mr Reza Indragiri Amriel
Friday, July 18, 2008
0
Pada hari rabu, 16 juli 2008 saya mengikuti seminar dari BinusCareer yang bertajuk "The Art of Personality test" dengan menghadirkan salah satu pembicara yang saya anggap sangat unik dan benar-benar live, yaitu pak Reza Amriel. Beliau adalah dosen fakultas psikologi di BINUS UNIVERSITY. Acara yang diadakan oleh BinusCareer ini sebenarnya ditargetkan untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa Binus yang mungkin akan membantu mereka dalam dunia kerja usai lulus dari universitas. Beberapa hal seperti trik2 menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja sangat menarik minat peserta , terutama pada 3 hal ini
Selain beberapa hal tersebut, pak Reza juga memperlihatkan 4 orang peserta seminar yang maju ke depan dan diberikan suatu kasus untuk dipecahkan bersama dengan tujuan menilai karakter masing-masing dan apakah bidang yang cocok bagi mereka.
Persoalannya adalah bahwa dia sebagai penguasa afrika akan mendapat bantuan $ 1000 milyar dan keempat orang tersebut ditugaskan sebagai menteri dengan berbagai bidang. Mereka berembuk untuk menentukan alokasi uang terbesar pada departemen kementrian mana.
Terlihat ada yang berinisiatif mengajukan konsep dan ada yang menolak konsep utama yang ditawarkan , ikut-ikutan dan salah satu sebagai penengah dalam kericuhan antara dua orang yang berbeda pendapat.
Setelah melewati sesi tersebut, pak Reza memberikan analisisnya seraya berkata "sayangnya dana tersebut tidak akan saya berikan karena tidak ada yang cocok. Pak Reza menilai, orang yang pertama kali berinisiatif menerima microphone dari dia mungkin berpotensi untuk memimpin namun ternyata kelihatannya kurang tegas dan lebih cocok menjadi seorang kepala gudang , yang mengkritik konsep utama mungkin merupakan orang yang cocok jadi penasehat dan yang ikut-ikutan sebagai karyawan tulen dan yang menghibur kelompok sebagai "badut kerjaan".
Hal utama yang diincar dalam problematika ini adalah butuhnya persamaan persepsi.
Ya, seorang pemimpin harus bisa menyamakan persepsi dalam kelompok sehingga mereka dapat bekerja dengan lancar.
Beberapa hal yang saya tangkap dari seminar tersebut adalah bahwa sikap (attitude) lebih penting dari (aptitude) dalam meraih kesuksesan bahkan kontribusinya sebesar 80%. Hal yang luar biasa sekali ! Oleh sebab itu pesan pak Reza adalah agar kita tidak hanya difokuskan pada buku-buku tapi juga ilmu-ilmu lain yang mungkin tidak akan didapatkan secara formal seperti kemampuan bergaul dan kemampuan dalam berkomunikasi dalam bahasa asing yang baik.
karena dewasa ini perusahaan cenderung mencari orang-orang yang mempunyai Multiple skills dan cenderung orang yang generalis dan adaptable lah yang cocok dalam menduduki posisi top manajemen dalam perusahaan karena dapat bekerja dengan fleksibel ketika harus ditempatkan di bidang apapun.
Thanks a lot to Pak Reza yang membuka wawasan saya lebih luas tentang artinya penting komunikasi dalam membangun jaringan pertemanan yang luas dan kelancaran komunikasi dalam wawancara kerja.
- Berapakah salary yang anda harapkan ?
- Apakah Kelemahan anda ?
- Kenapa memilih perusahaan kami ?
Selain beberapa hal tersebut, pak Reza juga memperlihatkan 4 orang peserta seminar yang maju ke depan dan diberikan suatu kasus untuk dipecahkan bersama dengan tujuan menilai karakter masing-masing dan apakah bidang yang cocok bagi mereka.
Persoalannya adalah bahwa dia sebagai penguasa afrika akan mendapat bantuan $ 1000 milyar dan keempat orang tersebut ditugaskan sebagai menteri dengan berbagai bidang. Mereka berembuk untuk menentukan alokasi uang terbesar pada departemen kementrian mana.
Terlihat ada yang berinisiatif mengajukan konsep dan ada yang menolak konsep utama yang ditawarkan , ikut-ikutan dan salah satu sebagai penengah dalam kericuhan antara dua orang yang berbeda pendapat.
Setelah melewati sesi tersebut, pak Reza memberikan analisisnya seraya berkata "sayangnya dana tersebut tidak akan saya berikan karena tidak ada yang cocok. Pak Reza menilai, orang yang pertama kali berinisiatif menerima microphone dari dia mungkin berpotensi untuk memimpin namun ternyata kelihatannya kurang tegas dan lebih cocok menjadi seorang kepala gudang , yang mengkritik konsep utama mungkin merupakan orang yang cocok jadi penasehat dan yang ikut-ikutan sebagai karyawan tulen dan yang menghibur kelompok sebagai "badut kerjaan".
Hal utama yang diincar dalam problematika ini adalah butuhnya persamaan persepsi.
Ya, seorang pemimpin harus bisa menyamakan persepsi dalam kelompok sehingga mereka dapat bekerja dengan lancar.
Beberapa hal yang saya tangkap dari seminar tersebut adalah bahwa sikap (attitude) lebih penting dari (aptitude) dalam meraih kesuksesan bahkan kontribusinya sebesar 80%. Hal yang luar biasa sekali ! Oleh sebab itu pesan pak Reza adalah agar kita tidak hanya difokuskan pada buku-buku tapi juga ilmu-ilmu lain yang mungkin tidak akan didapatkan secara formal seperti kemampuan bergaul dan kemampuan dalam berkomunikasi dalam bahasa asing yang baik.
karena dewasa ini perusahaan cenderung mencari orang-orang yang mempunyai Multiple skills dan cenderung orang yang generalis dan adaptable lah yang cocok dalam menduduki posisi top manajemen dalam perusahaan karena dapat bekerja dengan fleksibel ketika harus ditempatkan di bidang apapun.
Thanks a lot to Pak Reza yang membuka wawasan saya lebih luas tentang artinya penting komunikasi dalam membangun jaringan pertemanan yang luas dan kelancaran komunikasi dalam wawancara kerja.
Labels:
My Insights
Friday, June 13, 2008
What Makes Loser ?
Friday, June 13, 2008
0
Loser....
adalah sebutan untuk orang yang kalah, gagal dan tidak bisa melakukan hal secara sukses
Hal ini terlintas ketika sedang berjalan di trotoar sekitar kampus anggrek. Tiba-tiba terlintas... what makes loser ? apa yang menyebabkan orang gagal?
at first, ini ditujukan untuk
adalah sebutan untuk orang yang kalah, gagal dan tidak bisa melakukan hal secara sukses
Hal ini terlintas ketika sedang berjalan di trotoar sekitar kampus anggrek. Tiba-tiba terlintas... what makes loser ? apa yang menyebabkan orang gagal?
at first, ini ditujukan untuk
Labels:
My Insights
Loyalitas dan bubur kacang hijau
Pada seminar providing services to Small Medium Enterprise, ada 1 hal yang sangat unik dari salah satu pembicaranya, pak Dahrul. Yang menggunakan manajemen kekeluargaan dalam usahanya dengan menjalin rasa kekeluargaan antara pekerja dan atasan. Dia memposisikan diri bukan sebagai atasan tapi sebagai "saudara" sehingga pekerjanya benar-benar merasakan suasana dan kondisi yang nyaman dalam bekerja, Peningkatan loyalitas terhadap pak Dahrul.
Dalam sebulan biasanya pak Dahrul "menjamu" para karyawannya dengan bubur kacang hijau
" bubur kacang hijau itu murah, tapi khasiatnya tidak murah jika dipakai pada situasi dan kondisi yang tepat"
sebagai ungkapan kekeluargaan , dia merangkul karyawan-karyawannya dan bahkan bagi beberapa yang tunawisma, dia mempersilahkannya untuk tinggal bersama dirinya. Pak Dahrul bahkan berkata bahwa 1 rumah ditinggali oleh 50an orang. Hal yang sangat jarang dan langka untuk kota selevel Jakarta. Masih ada orang dengan pemikiran kekeluargaan. Tentu saja, pak Dahrul juga merupakan orang desa dan merasakan getirnya hidup. Oleh sebab itu dia tetap membawa kebaikan manajemen "kekeluargaan" ke dalam bisnisnya.
Hal-hal seperti ini tidak diajarkan oleh lembaga pendidikan manapun dan merupakan hal yang berharga untuk kita pelajari.
Saya seringkali memperhatikan mama saya membeli kue sore-sore dan ditawarkan kepada karyawan di toko. Tadinya saya heran dan bertahan dengan keegoisan berkata "buat apa". Sekarang saya sudah dewasa dan tahu makna dari hal tersebut, ini tidak lain merupakan ungkapan kekeluargaan. (Walaupun mama saya seringkali marah-marah terhadap karyawannya)
Manfaatnya, kekuatannya sangat besar.....
Rasa dihargai dan rasa dicintai dari si karyawan akan sangat besar dan kemudian berdampak pada loyalitas yang tinggi.
Dalam benak para karyawan mungkin akan terlintas hal-hal seperti ini
"boss saya baik sekali"
"Saya merasa dihargai dan dicintai"
"Syukurlah , Bos masih memperhatikan bawahannya yang orang kecil ini"
Memang benar kata pak Dahrul, sangat besar manfaatnya. Walaupun hanya makanan murah dan beberapa kali saja dalam sebulan bubur kacang tersebut mampu memberikan dampak yang besar, Sama halnya dengan kue-kue sore hari dari mama saya untuk karyawannya
Berbicara tentang hubungan atasan-karyawan , majikan pembantu. Saya teringat sekali dengan dosen saya yang menganut kesetaraan dalam rumah tangganya. Pembantunya diharuskan makan semeja dengan dia dan juga anak-anaknya ketika menyuruh pembantunya harus mengatakan "Tolong , pak ......" . Hal yang sangat kecil sekali dan jarang diperhatikan oleh kita.
akan sangat berbeda untuk berkata
"tolong, pak sugi bawain koper saya ya..." dengan
"bawain koper saya pak"
Manakah yang akan menyejukkan hati orang dan membuat orang lebih respek dan mau melakukan permintaan anda ? sudah tentu yang pertama.
si pembantu yang sadar diri mungkin tidak protes karena memang dia menganggap majikan layak buat nyuruh2 dia. tapi akan lebih baik lagi jika majikan tidak memandang rendah dan memposisikan karyawannya pada tingkat yang sama dengan dia.
Orang akan merasa dihargai, karena merasa dihargai, maka orang akan menghargai anda/permintaan anda juga
Dalam sebulan biasanya pak Dahrul "menjamu" para karyawannya dengan bubur kacang hijau
" bubur kacang hijau itu murah, tapi khasiatnya tidak murah jika dipakai pada situasi dan kondisi yang tepat"
sebagai ungkapan kekeluargaan , dia merangkul karyawan-karyawannya dan bahkan bagi beberapa yang tunawisma, dia mempersilahkannya untuk tinggal bersama dirinya. Pak Dahrul bahkan berkata bahwa 1 rumah ditinggali oleh 50an orang. Hal yang sangat jarang dan langka untuk kota selevel Jakarta. Masih ada orang dengan pemikiran kekeluargaan. Tentu saja, pak Dahrul juga merupakan orang desa dan merasakan getirnya hidup. Oleh sebab itu dia tetap membawa kebaikan manajemen "kekeluargaan" ke dalam bisnisnya.
Hal-hal seperti ini tidak diajarkan oleh lembaga pendidikan manapun dan merupakan hal yang berharga untuk kita pelajari.
Saya seringkali memperhatikan mama saya membeli kue sore-sore dan ditawarkan kepada karyawan di toko. Tadinya saya heran dan bertahan dengan keegoisan berkata "buat apa". Sekarang saya sudah dewasa dan tahu makna dari hal tersebut, ini tidak lain merupakan ungkapan kekeluargaan. (Walaupun mama saya seringkali marah-marah terhadap karyawannya)
Manfaatnya, kekuatannya sangat besar.....
Rasa dihargai dan rasa dicintai dari si karyawan akan sangat besar dan kemudian berdampak pada loyalitas yang tinggi.
Dalam benak para karyawan mungkin akan terlintas hal-hal seperti ini
"boss saya baik sekali"
"Saya merasa dihargai dan dicintai"
"Syukurlah , Bos masih memperhatikan bawahannya yang orang kecil ini"
Memang benar kata pak Dahrul, sangat besar manfaatnya. Walaupun hanya makanan murah dan beberapa kali saja dalam sebulan bubur kacang tersebut mampu memberikan dampak yang besar, Sama halnya dengan kue-kue sore hari dari mama saya untuk karyawannya
Berbicara tentang hubungan atasan-karyawan , majikan pembantu. Saya teringat sekali dengan dosen saya yang menganut kesetaraan dalam rumah tangganya. Pembantunya diharuskan makan semeja dengan dia dan juga anak-anaknya ketika menyuruh pembantunya harus mengatakan "Tolong , pak ......" . Hal yang sangat kecil sekali dan jarang diperhatikan oleh kita.
akan sangat berbeda untuk berkata
"tolong, pak sugi bawain koper saya ya..." dengan
"bawain koper saya pak"
Manakah yang akan menyejukkan hati orang dan membuat orang lebih respek dan mau melakukan permintaan anda ? sudah tentu yang pertama.
si pembantu yang sadar diri mungkin tidak protes karena memang dia menganggap majikan layak buat nyuruh2 dia. tapi akan lebih baik lagi jika majikan tidak memandang rendah dan memposisikan karyawannya pada tingkat yang sama dengan dia.
Orang akan merasa dihargai, karena merasa dihargai, maka orang akan menghargai anda/permintaan anda juga
Labels:
My Insights
Tuesday, June 10, 2008
Kuliah..... Social Networking
Tuesday, June 10, 2008
0
Suatu kali dalam perbincangan gw dengan seorang teman dekat, dia menceritakan tentang kekesalannya terhadap beberapa orang yang dia rasa menyebalkan (karena beberapa faktor yang sepele) karena beberapa orang merasa lebih superior dan merasa bisa memberikan penilaian buruk begitu saja. Dan dalam bincang-bincang itu, teman saya mengatakan bahwa menurut dia, Perkuliahan sebenarnya merupakan tahapan social networking di dunia real sebelum kita menginjak dunia kerja dimana tidak ada lagi tugas-tugas, rutinitas kuliah dan masa-masa seleluasa kuliah. Sejujurnya, pada awalnya saya tidak setuju karena orientasi saya adalah antisosial dan hanya mau berteman dengan beberapa orang yang saya rasa fit dengan diri saya, namun setelah saya pikirkan matang-matang. Nampaknya hal ini benar adanya. Dalam dunia kerja, secara riil mungkin saya tidak dapat memilah-milah siapakah yang akan menjadi teman saya karena dinamika manusia itu luas dan karakteristik orang berbeda-beda.
Ada pepatah mengatakan
"You can't change the world around you, but you can change yourself !"
sangat mengena....
Jadi saya sekarang mengubah orientasi saya yang terdahulu, berusaha memperbaiki citra saya dan jaringan pertemanan saya. bahkan tadinya yang dengan FS hanya buat gengsi2an , kini saya lebih intens dalam menggunakannya untuk menambah networking saya bahkan dengan Facebook.
Jadi sekarang saya memutuskan untuk meninggalkan diri yang lama :
Penyendiri
Egois
Pendendam
Superioritas (sedang dikurangi...)
Antisosial
dan banyak sifat lama saya yang seharusnya tidak saya lakukan
Tapi, hal tersebut di atas ada positifnya . Seperti yang dikemukakan dalam pidato steve jobs mengenai "connecting the dots" mungkin tanpa pernah menjadi begitu , saya tidak akan pernah mengoreksi diri sendiri dan menjadi lebih sosial.
Seorang teman baik saya pernah berkata
" sebaiknya kamu mengubah diri kamu sendiri, untuk lebih terbuka. apakah kamu mau ? teman kamu hanya kita-kita saja"
saya tersentak dan segera bangun dari sikap saya yang egois
sekarang saya tahu apa maknanya kata-kata teman saya yang secara halus menasehati saya.
Well, special thanks to T n B (my best friend)
Now I surely go forth what I must do for the best social life :D
Labels:
My Insights
Sunday, May 25, 2008
Knowledge & Rich
Sunday, May 25, 2008
0
Beberapa waktu lalu , saya menyaksikan sebuah video yang ditayangkan dalam kelas sebagai pembangkit motivasi
(sebenarnya menurut saya , adalah untuk menyakikan bahwa para mahasiswa tidak mengambil langkah yang salah karena telah memutuskan untuk memasuki dunia kampus)
dalam video itu ditayangkan Li Ka Shing , orang paling kaya di Hongkong dan Asia timur. dan menurut majalah forbes juga merupakan keturunan China yang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih sekira $2.65 Milyar dengan perusahaannya "Hutchison Whampoa Ltd"
Kutipan yang saya anggap bisa dijadikan pelajaran adalah :
"Knowledge doesn't guarantee people to become rich but I do believe it opens more opportunity ... "
Li Ka Shing,
Latar belakangnya juga dari masyarakat yang tidak mampu dan dengan tanggung jawab untuk menyokong perekonomian keluarga , Li terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah sebelum usia 15 tahun dan bekerja pada perusahaan perdagangan plastik dengan 16 jam sehari . Alangkah bersyukurnya saya karena mampu mengecap pendidikan sampai umur 20an ~_~ . Yang menarik, dia berkemauan keras dan dengan keuletan , kesabarannya akhirnya dia berhasil untuk mendirikan usahanya sendiri.
Berikut adalah kutipan dari Artikel Harvard businees school
"From his humble beginnings in China as a teacher’s son, a refugee, and later as a salesman, Li provides a lesson in integrity and adaptability. Through hard work, and a reputation for remaining true to his internal moral compass, he was able to build a business empire that includes: banking, construction, real estate, plastics, cellular phones, satellite television, cement production, retail outlets (pharmacies and supermarkets), hotels, domestic transportation (sky train), airports, electric power, steel production, ports, and shipping"
Sungguh hal ini membuat saya kagum dengan pak Li
Dengan kerja kerasnya , integritas dirinya dia memiliki kepercayaan dari banyak orang untuk memimpin bisnis.
Walaupun Pak Li bukanlah dari kalangan terpelajar tapi pak Li tetap menyatakan bahwa pendidikan adalah hal yang penting, walaupun tidak menjanjikan orang yang terpelajar untuk kaya namun dengan pendidikan dan pengetahuan dapat membuka lebih lebar kesempatan untuk meraih kekayaan yang menjadikan dambaan setiap orang.
Sebelumnya saya merasa telah mengambil salah langkah dalam hidup ini dengan memasukki perkuliahan , tapi setelah apa yang pak Li katakan, saya mengubur dalam2 hal yang saya anggap benar itu. Saya menjadi sadar, dengan menjadi orang yang terpelajar. apa yang dapat membedakan kita dari orang yang tidak terpelajar. Harusnya kita lebih mampu bersaing lagi dengan orang yang tidak terpelajar. dan dibalik perkataannya "I do believe it opens more opportunity.. " saya tersentak dan berpikir bahwa hal ini benar sekali.
Orang dengan bekal ilmu pengetahuan sudah seharusnya sangat sigap dalam menghadapi kompetisi dan tentunya... lebih kompetitif karena kita memiliki kekuatan yang sangat powerfull " Knowledge" yang tidak murah, harus dibayar dengan waktu, biaya, usaha dan kelelahan.
Thanks to Mr Li for giving such lessons.
Now, I do know what I must do with my talent, my education, and opportunies that open more wide in front of me
(sebenarnya menurut saya , adalah untuk menyakikan bahwa para mahasiswa tidak mengambil langkah yang salah karena telah memutuskan untuk memasuki dunia kampus)
dalam video itu ditayangkan Li Ka Shing , orang paling kaya di Hongkong dan Asia timur. dan menurut majalah forbes juga merupakan keturunan China yang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih sekira $2.65 Milyar dengan perusahaannya "Hutchison Whampoa Ltd"
Kutipan yang saya anggap bisa dijadikan pelajaran adalah :
"Knowledge doesn't guarantee people to become rich but I do believe it opens more opportunity ... "
Li Ka Shing,
Latar belakangnya juga dari masyarakat yang tidak mampu dan dengan tanggung jawab untuk menyokong perekonomian keluarga , Li terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah sebelum usia 15 tahun dan bekerja pada perusahaan perdagangan plastik dengan 16 jam sehari . Alangkah bersyukurnya saya karena mampu mengecap pendidikan sampai umur 20an ~_~ . Yang menarik, dia berkemauan keras dan dengan keuletan , kesabarannya akhirnya dia berhasil untuk mendirikan usahanya sendiri.
Berikut adalah kutipan dari Artikel Harvard businees school
"From his humble beginnings in China as a teacher’s son, a refugee, and later as a salesman, Li provides a lesson in integrity and adaptability. Through hard work, and a reputation for remaining true to his internal moral compass, he was able to build a business empire that includes: banking, construction, real estate, plastics, cellular phones, satellite television, cement production, retail outlets (pharmacies and supermarkets), hotels, domestic transportation (sky train), airports, electric power, steel production, ports, and shipping"
Sungguh hal ini membuat saya kagum dengan pak Li
Dengan kerja kerasnya , integritas dirinya dia memiliki kepercayaan dari banyak orang untuk memimpin bisnis.
Walaupun Pak Li bukanlah dari kalangan terpelajar tapi pak Li tetap menyatakan bahwa pendidikan adalah hal yang penting, walaupun tidak menjanjikan orang yang terpelajar untuk kaya namun dengan pendidikan dan pengetahuan dapat membuka lebih lebar kesempatan untuk meraih kekayaan yang menjadikan dambaan setiap orang.
Sebelumnya saya merasa telah mengambil salah langkah dalam hidup ini dengan memasukki perkuliahan , tapi setelah apa yang pak Li katakan, saya mengubur dalam2 hal yang saya anggap benar itu. Saya menjadi sadar, dengan menjadi orang yang terpelajar. apa yang dapat membedakan kita dari orang yang tidak terpelajar. Harusnya kita lebih mampu bersaing lagi dengan orang yang tidak terpelajar. dan dibalik perkataannya "I do believe it opens more opportunity.. " saya tersentak dan berpikir bahwa hal ini benar sekali.
Orang dengan bekal ilmu pengetahuan sudah seharusnya sangat sigap dalam menghadapi kompetisi dan tentunya... lebih kompetitif karena kita memiliki kekuatan yang sangat powerfull " Knowledge" yang tidak murah, harus dibayar dengan waktu, biaya, usaha dan kelelahan.
Thanks to Mr Li for giving such lessons.
Now, I do know what I must do with my talent, my education, and opportunies that open more wide in front of me
Labels:
My Insights
Wednesday, May 21, 2008
Stress
Wednesday, May 21, 2008
0
Pada suatu acara perkuliahan , saya menemukan dosen saya mengungkapkan hal yang saya rasa menjad perspektif baru yang sangat mempengaruhi arah pemikiran saya. Yaitu ,
"Stress itu karena apa yang diucapkan tidak sesuai dengan yang ada di hati , bukan banyaknya permasalahan yang kita hadapi"
Tadinya ini ditujukan oleh dosen saya sebagai sikap kritis atas pejabat-pejabat negeri ini dan ketidak konsistenan mereka dalam mempertahankan idealisme mereka, tapi ini juga dapat dijadikan kritik atas sikap dan pengalaman kita dalam menemui suatu permasalahan
Saya juga merasakannya dalam scope pribadi dalam hal ini antara leadership dan tim, Hal ini muncul dalam kelompok kerja tugas-tugas yang akhir-akhir ini sangat banyak. Tadinya saya merasa "wah stress juga ini banyak tugas banget"
tapi ternyata saya salah, setelah dipikir2..... Benar juga bahwa apa yang tidak sejalan dengan idealisme kita cenderung menjadikan kita stress...
Mungkin dalam 1 workgroup kita akan binggung untuk menentukan siapakah yang akan menjadi group leader ? at least.. siapakah yang akan memimpin dan mengarahkan banyaknya orang dalam 1 group. Hal ini tidak mudah dimana sifat ego masing-masing tidak mau didominasi walaupun beberapa memang merasakan hal itu sebagai hal yang perlu. Tapi sikap ego dari masing-masing orang dapat kita pengaruhi asalkan kita mempunyai apa yang saya sebut... "Kharisma" dan kharisma ini tidak mudah didapatkan... beberapanya adalah kata-kata yang tepat dalam melembutkan kekerasan hati masing-masing ataupun dengan apa yang kita lakukan. Suatu kali saya ingin sekali memposisikan diri dalam kelompok sebagai pemimpin karena saya merasakan juga bahwa hal ini perlu dimana masing-masing merasakan kurangnya satu karakter dominan untuk mengarahkan workgroup.
Ketika mengalami pengalaman ini saya mulai merasakan Stress, dengan sebab seperti apa yang saya jabarkan. bahwa tidak sesuai dengan apa yang kita mau secara "idealnya" mau tidak mau maka harus ada yang mengalah dengan dasar rasionalitas atas kinerja kita juga.
Sementara sikap untuk membawa 1 kelompok dengan satu tujuan ataupun mengerucutkan perspektif yang lebar dapat dianggap menyebalkan atau "sok kuasa" dan jika tidak melakukan hal ini maka group akan mempunyai pandangan masing-masing.
Hal ini cenderung membawa kita pada kondisi "stress" dibawa tekanan 2 hal yang vital.
pernahkah anda merasa :
"akan lebih baik...."
"saya ingin sekali....."
"saya harus......"
hal tersebut menyatakan intensitas kita atas kemauan kita sendiri.... seberapa maunya.
Jika kita hanya merasakan intensitas yang lemah "akan lebih baik....." dan keputusan yang benar menjadi tidak kita ambil dan cenderung membuat kita stress karena apa yang mau kita kerjakan(ekpektasi) kita harus mati (mengalah) untuk kepentingan kolektif yang mungkin membawa kita kepada kesalahan.
Tapi jika anda mempunyai intensitas "saya harus..." dan digaungkan terus, anda akan mencari cara bagaimana untuk mengurangi intensitas penilaian orang atas "sok kuasa" anda . Apalagi kalau keputusan anda membawa orang pada jalan yang benar. Inilah yang dinamakan risk sebagai seorang pemimpin team. Dan tentunya, apabila sikap konsisten kita ini benar2 kuat sekali maka apa yang menjadi idealnya kita akan terpenuhi, walaupun tidak sepenuhnya. Maka anda tidak akan menghadapi stress berkelanjutan tapi hanya mengalami stress di awal saja, ketika masalah terpecahkan (selesai) maka berakhirlah stress anda.
Berbeda apabila anda memilih "akan lebih baik" maka stress yang anda hadapi akan kontinu karena apa yang menjadi ekpektasi anda tidak terjadi sementara anda menyadari tidak harusnya melakukan langkah tsb.....
Stress anda akan semakin parah....
Hal ini merupakan pengalaman pribadi
Dalam suatu kelompok tim, beberapa orang tidak mempunyai perspektif yang sama sebelum melakukan tugas masing-masing. apakah saya harus menyamakan perspektifnya ? tentu saja iya.
setelah itu, maka akan terjadi pengerjaan pada apa yang hendak kita lakukan... tapi pada prosesnya timbullah pro dan kontra ... apakah harus..... atau harus......
disinilah stress mulai muncul.
Jika anda bersikap terlalu resesif, mungkin anda akan mengalami stress yang pertama
begitu juga jika bersikap dominan maka stress yang dihadapi juga merupakan stress yang pertama dan dapat berupa ketidakhormatan orang lain kepada anda
adalah penting bagaimana kita dapat bersikap assertif dalam tim sehingga walaupun terlihat sok kuasa (bossy) tapi kita tetap bisa memanage hubungan dengan orang-orang yang bekerjasama dengan kita. Bukan sebagai pribadi yang bossy tapi sebagai pribadi yang berbaur. That's all . Karena kita bukanlah apa-apa tanpa teman-teman dan tim kita.
We're the social creature...
"Stress itu karena apa yang diucapkan tidak sesuai dengan yang ada di hati , bukan banyaknya permasalahan yang kita hadapi"
Tadinya ini ditujukan oleh dosen saya sebagai sikap kritis atas pejabat-pejabat negeri ini dan ketidak konsistenan mereka dalam mempertahankan idealisme mereka, tapi ini juga dapat dijadikan kritik atas sikap dan pengalaman kita dalam menemui suatu permasalahan
Saya juga merasakannya dalam scope pribadi dalam hal ini antara leadership dan tim, Hal ini muncul dalam kelompok kerja tugas-tugas yang akhir-akhir ini sangat banyak. Tadinya saya merasa "wah stress juga ini banyak tugas banget"
tapi ternyata saya salah, setelah dipikir2..... Benar juga bahwa apa yang tidak sejalan dengan idealisme kita cenderung menjadikan kita stress...
Mungkin dalam 1 workgroup kita akan binggung untuk menentukan siapakah yang akan menjadi group leader ? at least.. siapakah yang akan memimpin dan mengarahkan banyaknya orang dalam 1 group. Hal ini tidak mudah dimana sifat ego masing-masing tidak mau didominasi walaupun beberapa memang merasakan hal itu sebagai hal yang perlu. Tapi sikap ego dari masing-masing orang dapat kita pengaruhi asalkan kita mempunyai apa yang saya sebut... "Kharisma" dan kharisma ini tidak mudah didapatkan... beberapanya adalah kata-kata yang tepat dalam melembutkan kekerasan hati masing-masing ataupun dengan apa yang kita lakukan. Suatu kali saya ingin sekali memposisikan diri dalam kelompok sebagai pemimpin karena saya merasakan juga bahwa hal ini perlu dimana masing-masing merasakan kurangnya satu karakter dominan untuk mengarahkan workgroup.
Ketika mengalami pengalaman ini saya mulai merasakan Stress, dengan sebab seperti apa yang saya jabarkan. bahwa tidak sesuai dengan apa yang kita mau secara "idealnya" mau tidak mau maka harus ada yang mengalah dengan dasar rasionalitas atas kinerja kita juga.
Sementara sikap untuk membawa 1 kelompok dengan satu tujuan ataupun mengerucutkan perspektif yang lebar dapat dianggap menyebalkan atau "sok kuasa" dan jika tidak melakukan hal ini maka group akan mempunyai pandangan masing-masing.
Hal ini cenderung membawa kita pada kondisi "stress" dibawa tekanan 2 hal yang vital.
pernahkah anda merasa :
"akan lebih baik...."
"saya ingin sekali....."
"saya harus......"
hal tersebut menyatakan intensitas kita atas kemauan kita sendiri.... seberapa maunya.
Jika kita hanya merasakan intensitas yang lemah "akan lebih baik....." dan keputusan yang benar menjadi tidak kita ambil dan cenderung membuat kita stress karena apa yang mau kita kerjakan(ekpektasi) kita harus mati (mengalah) untuk kepentingan kolektif yang mungkin membawa kita kepada kesalahan.
Tapi jika anda mempunyai intensitas "saya harus..." dan digaungkan terus, anda akan mencari cara bagaimana untuk mengurangi intensitas penilaian orang atas "sok kuasa" anda . Apalagi kalau keputusan anda membawa orang pada jalan yang benar. Inilah yang dinamakan risk sebagai seorang pemimpin team. Dan tentunya, apabila sikap konsisten kita ini benar2 kuat sekali maka apa yang menjadi idealnya kita akan terpenuhi, walaupun tidak sepenuhnya. Maka anda tidak akan menghadapi stress berkelanjutan tapi hanya mengalami stress di awal saja, ketika masalah terpecahkan (selesai) maka berakhirlah stress anda.
Berbeda apabila anda memilih "akan lebih baik" maka stress yang anda hadapi akan kontinu karena apa yang menjadi ekpektasi anda tidak terjadi sementara anda menyadari tidak harusnya melakukan langkah tsb.....
Stress anda akan semakin parah....
Hal ini merupakan pengalaman pribadi
Dalam suatu kelompok tim, beberapa orang tidak mempunyai perspektif yang sama sebelum melakukan tugas masing-masing. apakah saya harus menyamakan perspektifnya ? tentu saja iya.
setelah itu, maka akan terjadi pengerjaan pada apa yang hendak kita lakukan... tapi pada prosesnya timbullah pro dan kontra ... apakah harus..... atau harus......
disinilah stress mulai muncul.
Jika anda bersikap terlalu resesif, mungkin anda akan mengalami stress yang pertama
begitu juga jika bersikap dominan maka stress yang dihadapi juga merupakan stress yang pertama dan dapat berupa ketidakhormatan orang lain kepada anda
adalah penting bagaimana kita dapat bersikap assertif dalam tim sehingga walaupun terlihat sok kuasa (bossy) tapi kita tetap bisa memanage hubungan dengan orang-orang yang bekerjasama dengan kita. Bukan sebagai pribadi yang bossy tapi sebagai pribadi yang berbaur. That's all . Karena kita bukanlah apa-apa tanpa teman-teman dan tim kita.
We're the social creature...
Labels:
My Insights
Tuesday, April 29, 2008
Kenapa ?
Tuesday, April 29, 2008
0
Seorang Senior dalam pemberitaan pernah berkata , Berita yang baik adalah berita yang memuat "KENAPA" di dalam berita tersebut. Kenapa ? (baru saja saya memperlihatkan kepada anda)
Karena dengan adanya kenapa kita bisa mendapat jawaban, entah itu memuaskan ataupun mengecewakan , Kenapa itu membuat orang-orang menjadi penasaran dan semakin ingin untuk mengetahui. Begitu juga yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari
"Kenapa" yang baik dan buruk.
Kenapa yang baik adalah kenapa yang memberikan jawaban yang baik. Sehingga kita setelah mengetahui jawaban yang baik akan berusaha untuk lebih baik dan tetap mempertahankan kebaikan yang telah kita capai dan kita peroleh
Kenapa yang buruk lebih merupakan cambuk buat diri kita sebab kenapa yang buruk memuat jawaban yang buruk
contohnya : KEnapa saya miskin sekali?
ada yang menjawab dengan mengatakan bahwa itu sudah suratan takdir
ada orang yang menjawab belum saatnya dia menjadi kaya
etc
beragam jawaban yang bisa diperoleh dari segelincir kata "KENAPA"
Tapi 1 hal yang kita tangkap adalah kesemua membuat kita memutuskan, memberikan reason asal pertanyaan "Kenapa" itu sendiri.
Dalam keadaan terpaksa kita akan dapat menjawab "KENAPA" yang mungkin merupakan masalah terbesar yang diajukan kepada kita.
Semakin besar kenapa anda maka akan semakin banyak ide yang anda dapat karena prinsip terjadinya ide adalah
"Think..... THink and think more !"
"Ask............ never give up to ask"
"Keep asking till the answer out of your mind"
Inilah cara untuk memaksa pikirna anda untuk berkreasi dan menciptakan ide-ide baru.
Tahukah anda WHY(Kenapa) dalam bhs inggris singkatanya "Well to Help You" ya, merupakan satu SUMUR AJAIB yang dapat membantu diri kita sendiri apabila kita benar-benar bisa memanfaatkanya
Karena dengan adanya kenapa kita bisa mendapat jawaban, entah itu memuaskan ataupun mengecewakan , Kenapa itu membuat orang-orang menjadi penasaran dan semakin ingin untuk mengetahui. Begitu juga yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari
"Kenapa" yang baik dan buruk.
Kenapa yang baik adalah kenapa yang memberikan jawaban yang baik. Sehingga kita setelah mengetahui jawaban yang baik akan berusaha untuk lebih baik dan tetap mempertahankan kebaikan yang telah kita capai dan kita peroleh
Kenapa yang buruk lebih merupakan cambuk buat diri kita sebab kenapa yang buruk memuat jawaban yang buruk
contohnya : KEnapa saya miskin sekali?
ada yang menjawab dengan mengatakan bahwa itu sudah suratan takdir
ada orang yang menjawab belum saatnya dia menjadi kaya
etc
beragam jawaban yang bisa diperoleh dari segelincir kata "KENAPA"
Tapi 1 hal yang kita tangkap adalah kesemua membuat kita memutuskan, memberikan reason asal pertanyaan "Kenapa" itu sendiri.
Dalam keadaan terpaksa kita akan dapat menjawab "KENAPA" yang mungkin merupakan masalah terbesar yang diajukan kepada kita.
Semakin besar kenapa anda maka akan semakin banyak ide yang anda dapat karena prinsip terjadinya ide adalah
"Think..... THink and think more !"
"Ask............ never give up to ask"
"Keep asking till the answer out of your mind"
Inilah cara untuk memaksa pikirna anda untuk berkreasi dan menciptakan ide-ide baru.
Tahukah anda WHY(Kenapa) dalam bhs inggris singkatanya "Well to Help You" ya, merupakan satu SUMUR AJAIB yang dapat membantu diri kita sendiri apabila kita benar-benar bisa memanfaatkanya
Labels:
My Insights
Monday, April 21, 2008
From Zero to Hero
Monday, April 21, 2008
0
Sudah lama saya tidak menulis di blog. Miskin inspirasi dan pengalaman yang bermakna tentunya
Tiba-tiba ketika sedang menyaksikan seorang pendeta berbicara di televisi tentang makna daripada berusaha terus-menerus. Tekun dan gigih , dan dengan gaya khas nya dia mengatakan "From Zero to Hero"
sederhana dan penuh arti.
Adalah bagaimana seseorang yang bukan apa-apa menjadi seseorang yang berharga dan bernilai, layakya seorang pahlawan. Dalam proses menjadikan sebuah ZERO menjadi HERO. kita perlu menambahkan usaha, keteguhan hati, kreativitas dan kepercayaan.
Bayangkan saudara-saudara, Dengan hanya mengubah hurf "Z" menjadi "H" saja sudah menjadikan kata tersebut menjadi sangat bermakna dan bernilai !
Pendeta tersebut memberikan inti pembelajaran bahwa kita sebagai manusia yang penuh dengan kekurangan, haruslah memanfaatkan kekurangan kita sebagai cambuk untuk memacu kita menciptakan suatu nilai , VALUE !
agar dapat merubah diri kita yang ZERO menjadi HERO .
Dari bukan apa-apa menjadi hal yang bernilai
Jika seandainya kita sedari awal sudah bekerja keras dan teguh dengan pendirian dan kerja kita "yang tercerahkan" niscaya kita akan mendapatkan hasil yang berlimpah.
Membayangkan hal ini, saya seringkali merasa bahwa diri saya sendiri sudah berusaha sedari awal, namun pupus.
Saya teringat lagi akan kata dosen saya ,
Jangan pernah menyerah! Waktu berjalan terus dan kita wajib untuk menjadi lebih baik ,lebih bernilai dan lebih berkilau !
Maka saya pun berkesimpulan bahwa dalam hidup ini tidak ada yang terlambat, selalu ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
Jika seandainya kita menyadari dari kebodohan kita dan lengah dalam berusaha , maka kita harus bekerja keras dan terus menerus dalam "cara yang tercerahkan" dan lebih intens lagi !, niscaya kita tidak akan kalah dengan hasil dari orang yang berusaha dengan benar dari awal
Maka mulai hari ini saya menyatakan bahwa diri saya harus bekerja keras dengan konsisten sehingga dapat membuahkan hasil. daripada hanya bekerja keras namun tidak konsisten sehingga menghasilkan buah yang jelek seperti masa lalu saya.
Berusahalah
Bekerja keraslah
Dengan Teguh dan Rajin
Dengan Percaya diri
Dengan Konsisten
niscaya MIMPI dan kehidupan yang LEBIH BAIK akan menjadi milik anda !
Labels:
My Insights
Monday, April 14, 2008
Rice, Porridge, Chicken Flavoured Porridge
Monday, April 14, 2008
2
Nasi Telah Menjadi bubur, maka buatlah menjadi bubur ayam
Suatu kali ketika saya ditanya apakah cita-cita saya. Saya menjawab dengan polosnya, ingin menjadi seperti Pak Habibie
mengingat masa lalu terkadang membuat saya menertawakan diri sendiri, sebab kenyataan tidak sejalan dengan apa yang kita impikan
Saya seringkali merasa kesal dan marah dengan kondisi saya saat ini, dimana saya tidak mendapat apa yang telah lama saya impikan, melanjutkan kuliah di UK atau Jepang
Tapi malah terdampar di Jakarta, Indonesia.
Kecewa dan kecewa
pertanyaan pun bermunculan
Untuk apa saya belajar bahasa Inggris dengan intens ?
sedangkan saya tidak menggunakan ini dalam kehidupan selanjutnya
Untuk apa saya belajar ilmu sains dengan intens ?
Karena tidak terpakai nantinya
hingga suatu saat saya menyadari bahwa saya adalah orang yang beruntung karena masih banyak orang yang mempunyai kemampuan ekonomi di bawah saya dan saya masih diperkenankan untuk melanjutkan studi ke Jakarta.
Saya refleksikan diri saya sekarang, hal yang pernah dan telah saya pelajari segalanya adalah berguna dan saya menikmati kerja keras saya.
Dimana beberapa teman saya masih tidak bisa lancar menggunakan bahasa Inggris tapi saya bisa, saya merasa mempunyai kompetensi lebih.
Saya bersyukur bahwa saya diberikan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan cepat dan sangat efektif dalam mempelajari segala sesuatunya secara autodidak
Hal ini seperti Nasi yang telah menjadi bubur,
kita ingin memasak nasi, apa daya sudah menjadi bubur.
Sekarang bagaimana kita menanggapi agar bubur tersebut bisa lebih nikmat dari Nasi ?
kita jadikan Bubur ayam !
Saya bumbui dan tambahkan dengan apa yang tersedia dan saya manfaatkan hal yang dapat meningkatkan semangkuk kelezatan bubur ini.
Suatu kali ketika saya ditanya apakah cita-cita saya. Saya menjawab dengan polosnya, ingin menjadi seperti Pak Habibie
mengingat masa lalu terkadang membuat saya menertawakan diri sendiri, sebab kenyataan tidak sejalan dengan apa yang kita impikan
Saya seringkali merasa kesal dan marah dengan kondisi saya saat ini, dimana saya tidak mendapat apa yang telah lama saya impikan, melanjutkan kuliah di UK atau Jepang
Tapi malah terdampar di Jakarta, Indonesia.
Kecewa dan kecewa
pertanyaan pun bermunculan
Untuk apa saya belajar bahasa Inggris dengan intens ?
sedangkan saya tidak menggunakan ini dalam kehidupan selanjutnya
Untuk apa saya belajar ilmu sains dengan intens ?
Karena tidak terpakai nantinya
hingga suatu saat saya menyadari bahwa saya adalah orang yang beruntung karena masih banyak orang yang mempunyai kemampuan ekonomi di bawah saya dan saya masih diperkenankan untuk melanjutkan studi ke Jakarta.
Saya refleksikan diri saya sekarang, hal yang pernah dan telah saya pelajari segalanya adalah berguna dan saya menikmati kerja keras saya.
Dimana beberapa teman saya masih tidak bisa lancar menggunakan bahasa Inggris tapi saya bisa, saya merasa mempunyai kompetensi lebih.
Saya bersyukur bahwa saya diberikan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan cepat dan sangat efektif dalam mempelajari segala sesuatunya secara autodidak
Hal ini seperti Nasi yang telah menjadi bubur,
kita ingin memasak nasi, apa daya sudah menjadi bubur.
Sekarang bagaimana kita menanggapi agar bubur tersebut bisa lebih nikmat dari Nasi ?
kita jadikan Bubur ayam !
Saya bumbui dan tambahkan dengan apa yang tersedia dan saya manfaatkan hal yang dapat meningkatkan semangkuk kelezatan bubur ini.
Labels:
My Insights
Monday, April 7, 2008
Krisis, Peluang, Inovasi dan Inisiatif
Monday, April 7, 2008
0
Gue sempat melihat acara pak Mario Teguh di O-channel.
Dalam acara tersebut,dihadirkan wacana bahwa Krisis merupakan Kesuksesan yang tertunda.
Dari arahan pak Mario saya mulai bereksplorasi dengan pikiran saya sendiri. Dan merumuskan konsep bagi diri saya sendiri tentang apa itu krisis dan apa yang dapat kita manfaatkan dari krisis.
Krisis merupakan kondisi atau keadaan dimana terjadi permasalahan yang berat, berlarut-larut dan sanggap menganggu bila tidak kita selesaikan.
Krisis dapat terjadi dalam level personal ataupun level masyarakat, hal ini mungkin menjadi trauma ataupun menimbulkan stress pada hidup seseorang ataupun kondisi masyarakat yang tidak stabil dan berbahaya ada banyak aspek dalam hal ini seperti politik dan ekonomi.
Namun saya lebih fokus pada krisis personal dimana mengambarkan krisis yang dihadapi oleh perseorangan. Krisis sering terjadi pada aspek hubungan antar individu.
Bisa dikarenakan sikap seseorang yang yang membuat adanya krisis ataupun kita yang menciptakan krisis itu sendiri.
Dalam setiap krisis , gue secara pribadi meyakini akan hadirnya peluang dalam setiap krisis yang nantinya memunculkan inovasi dan inisiatif. Untuk skala personal mungkin dengan manajemen diri yang baik dan pendekatan yang baik terhadap konflik personal antarindividu suatu krisis dapat dikelola menjadi suatu titik balik dalam hubungan.
Contoh : ketika kita melakukan hal yang salah terhadap seseorang dan cenderung menyinggung perasaan seseorang, jika kita mau merendah dan menyadari kesalahan(inovasi dalam diri sendiri), meminta maaf (inisiatif) dan memperbaiki hubungan bukan tidak mungkin adanya peluang untuk hubungan yang lebih baik. (gue tau ini sulit untuk dilakukan dan sedang saya coba usahakan)
Dalam skala yang lebih besar, masyarakat ataupun bisnis. krisis bisa saja sangat berarti bagi orang seperti Warren Buffet yang merupakan investor handal. Mampu menangkap peluang yang muncul dan kemudian mempunyai insiatif untuk ber-inovasi . Merubah krisis menjadi keuntungan.
Sekarang , inisiatif dalam krisis. selalu ada pertanyaan :
Bagaimana jika seandainya kita mempunyai insiatif yang salah dan cenderung membuat permasalahan menjadi makin rumit ?
Jika memang benar, kita tidak boleh menjadi sombong namun kita belajar bahwa lebih baik mempunyai inisiatif daripada hanya diam dalam krisis.
Jika memang salah, akuilah dan perbaiki diri sendiri secara terus menerus, bukan layu begitu saja. Tapi tahukah anda ? sebenarnya banyak orang akan berterima kasih kepada anda !
kenapa ? karena anda berani mengambil insiatif dan mengerakkan orang-orang di sekitar anda!
Lebih baik bergerak daripada diam begitu saja sampai akhirnya anda yang terlindas oleh krisis itu sendiri.
Ibaratnya ketika mengambil keputusan ternyata anda salah maka anda hanya lecet dan tidak terlindas secara keseluruhan oleh krisis itu sendiri. sementara akan lebih baik jika kita berhasil dalam hal ini dan malah menghentikan krisis yang ibarat roda, terus bergulir...
Sebelum kita mengambil inisiatif ingatlah bahwa porsi kita memperhatikan hal yang penting dalam krisis memperkecil hal yang genting. Jadi , sikap berhati-hati akan sangat diperlukan.
Inovasi dalam krisis
Hal ini penting, ketika kita dihadapkan dalam krisis kita akan dituntut untuk kreatif , berinovasi agar suatu krisis terselesaikan atau terhenti.
mengingat dengan adanya inovasi, kita berkembang terus menerus.
Jadi akan sangat kecil kemungkinan gagal ataupun kesalahan kita jika kita berinovasi dalam penanganan krisis.
Labels:
My Insights
Fighting the Giant
Beberapa waktu yang lalu ketika gue akan membentuk sebuah kelompok untuk matkul PTLF, di kelompok kami terdapat beberapa orang yang seringkali dianggap merupakan orang yang dengan kemampuan rata-rata. Tiba-tiba teman saya "E" berkata "eh kelompok kita tidak ada yang.... cari dong yang pintar". Saya secara spontan menolak hal tersebut mentah-mentah. Saya katakan , Lu merasa kurang ? orang yang rata-rata ? dan diperlukan orang yang "PINTAR" dalam kelompok kita ?, Ga juga bro.
Oleh karena kita ini merupakan orang sadar kemampuan kita tidak seberapa dan bahkan cenderung kurang, Kita harus menciptakan nilai lebih diri kita sendiri, VALUE, added Value !
Ingatlah orang-orang yang merasa dirinya lebih jika ditempatkan dalam satu kelompok akan saling mendominasi dan akhirnya sangat mungkin terjadi keretakan hubungan yang biasanya membawa kelompok tersebut pecah.
Kita adalah orang rata-rata, oke itu anggapan umum. Tapi kita punya nilai tambah lain , Kekompakkan. Kita harus kompak. bukankah begitu ?
Processor 3.0Ghz aja kalah sama kinerja DualCore yang 1.4 Ghz
Jadi tidak masalah, kita harus tetap kompak untuk bisa berkompetisi.
mengapa judulnya Fighting the Giant ?
Giant refer ke orang-orang yang kita rasa sulit kita kalahkan, kita hadapi dalam kompetisi. tidak hanya merupakan lawan dalam kompetisi , tapi permasalahan yang berat dan sulit bagi diri kita.
melawan giant adalah hal yang berat, apalagi dengan resource yang serba kurang. Bagi gue, itulah tantangan dalam hidup. Kita dituntut untuk selalu bisa menghadapi apapun yang terjadi ataupun muncul dalam kehidupan kita.
Because, Life is going to roll whatever happen. We remain if we survive , we lost if not.
Pengalaman pribadi, gue pernah menjadi "giant" di medan gue dan ketika gue menapaki Jakarta (ini medan yang baru bagi gue) gue merasa diri gue adalah "giant" yang kecil di antara banyaknya giant-giant di Jakarta. Gue mendapat pelajaran baru dengan menyadari bahwa sehebat-hebatnya seorang "giant" pasti punya kelemahannya. Layaknya windows vista yang keamanannya tinggi tetap bisa di crack juga.
Sekarang gue sadari kelemahan gue dan dalam medan kompetisi di Jakarta ini, gue akan memanfaatkan peluang , waktu dan pengalaman gue untuk bertahan dalam kompetisi ini.
Labels:
My Insights
Friday, April 4, 2008
My Entrepreneurship Landscape
Friday, April 4, 2008
0
Berikut adalah penjelasan wiki mengenai Entreprenurship
Pandangan saya pribadi mengenai hal ini sendiri sebenarnya sejalan dengan apa yang tertulis dalam wiki. Hanya beberapa tambahan yang saya rasa perlu dari referensi wiki ini.
Entrepreneurship is often difficult and tricky, as many new ventures fail
Hal ini saya pandang sebagai hal yang relatif, terhadap segi apa.
Jika dalam segi aktualisasi, hal ini memang benar tetapi secara pribadi
jika kita melihat diri kita memang menjiwai dan mencintai apa yang kita kerjakan. Tidak sepatutnya kita mengeluh dan mengganggap hal tersebut sulit.
Seperti kata Steve Jobs
"You've got to find what yo love"
many ventures fail ? well, yes it's a general truth !
It depends on how great our love to our newly born business and what strategy we'll puton it so it can grows as what we've been expected
Entrepreneur is often synonymous with founder
Kalau kita lihat, kebanyakan entrepreneur merupakan seorang leader
yang mana dia yang mendirikan bisnisnya sendiri. Contohnya beberapa
technoprenerur (people who become entrepreneur in technology business) ,
Larry Page & Sergey Brin
(Founders of Google) , Steve Job & Steve Woz (Founders of Apple) etc. Jadi bisa dikatakan bahwa hampir semua entrepreneur itu adalah seorang founder karena dia mendirikan bisnisnya sendiri. Kecuali beberapa , seperti Ray Kroc, yang membeli McDonald dan mengembangkannya. Di balik McDonald dia melihat adanya peluang dan dia mengembangkan peluang tersebut menjadi bisnis bernilai milyaran dollar sampai hari ini
The term entrepreneur applies to someone who creates value by offering a product or service
Ya, kebanyakan entrepreneur baru selalu menawarkan hal-hal yang baru , baik berupaproduk dan jasa. Apalagi di tengah persaingan bisnis yang ketat ini, pasar cenderung mencari hal yang baru , yang menarik. Seorang entrepreneur harus bisa memberikan value yang baru ke dalam produk maupun jasanya agar bisa menarik pasar .
Setiap orang yang ingin maju dan tidak ingin terpuruk haruslah ber-inovasi untuk tetapbisa survive dan berkembang.
Entrepreneurs often have strong beliefs about a market opportunity and organize their resources effectively to accomplish an outcome that changes existing interactions
Jika seorang calon entrepreneur tidak memiliki keyakinan yang tinggi akan peluang pasar maka tentu saja selamanya tidak akan pernah mau mencoba memasuki pasar sehingga akan gugur begitu saja dan tidak berkembang menjadi seorang entrepreneur sejati. Di balik peluang , harus diimbangi oleh strategi dan manajemen sumber daya yang efektif dalam menuju sukses. Karena sukses tidak cukup hanya dengan kerja keras dan keberanian saja namun juga strategi yang mendampingi, mekanisme-mekanisme yang tidak kita sangka akan terjadi namun ada dalam kenyataanya seperti
(hoki, tiba-tiba produk/jasa kita begitu diterima oleh pasar tapi jika kita lihat biasa-biasa saja. Resiko/kesialan yang muncul tiba-tiba, tadiny dalam analisa kita tidak akan ada pesaing ataupun pasar akan konstan, namun tiba-tiba terjadi inflasi ataupun ada pesaing yang plagiat dan membuka usaha serupa dan menawarkan harga lebih murah. hal ini tentu saja akan merubah peta bisnis kita untuk lebih kompetitif lagi.) dan beberapa hal lagi yang mungkin tidak bisa disebutkan contohnya satu per satu.
Labels:
My Insights
Saturday, March 29, 2008
Aku Bisnis Pasar ( Idea Flows)
Saturday, March 29, 2008
0
Hari ini , gue teringat dengan salah satu materi mata kuliah entrepreneurship yang menurut gue sangat bagus untuk dijadikan pelajaran.Yaitu relasi antara diri sendiri dengan pasar dan bisnis.
Relasi Aku dan Bisnis
Dalam Relasi Aku dan Bisnis terdapat proses idea incubating , dimana ide kita di inkubasi (dikreasikan dan direncanakan) hingga menjadi suatu bisnis.
Relasi Aku dan Pasar
Dalam Relasi dengan Pasar , terdapat idea generates. Kita melihat pasar dan kemudian mengidentifikasi pasar, kebutuhannya, kecenderungan pasar ataupun peluang-peluang dalam pasar yang belum terisi. Setelah pengamatan terhadap pasar kita mungkin saja mendapatkan inspirasi yang kemudian kita generates sedemikian rupa untuk menjadi suatu bisnis.
Relasi Bisnis dan Pasar
Relasi Bisnis dan Pasar, terdapat idea delivery yang merupakan integrasi kedua hal di atas. Bagimana kita mendapatkan ide untuk memulai bisnis yang baru dari pasar, bagaimana kita men-deliver (menyampaikan bisnis kita ke dalam pasar, ataupun merealisasikan bisnis kita). Dari segi strategi, peluang dan sumber-sumber yang kita miliki.
Biasanya digunakan SWOT analysis (Strengths , Weaknesses , Opportunities , Threats)
dengan menggunakan ini kita dapat memetakan keunggulan (yang kita tawarkan) , Kelemahan (model bisnis, strategi) , Peluang (yang tersedia dan potensi peluang) , serta Resiko (yang mungkin kita alami jika kita memulai bisnis ataupun suatu perencanaan).
SWOT analysis ini cukup penting mengingat dengan pemetaan secara visual kita dapat memperoleh gambaran akan perencanaan bisnis kita.
Contoh Tabel SWOT analysis
SWOT analysis terdiri dari 2 faktor dan 2 aspek:
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
Faktor Internal
faktor internal merupakan faktor yang berasal dari diri kita sendiri , yaitu kelemahan dan kekurangan kita
Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar, yaitu peluang yang ada dan resiko yang mungkin terjadi
ASPEK MENGUNTUNGKAN DAN MERUGIKAN
Aspek Menguntungkan (Helpful)
Aspek yang menguntungkan berupa Peluang (Opportunities) dan Kekuatan (Strength) yang mana merupakan aspek yang kita butuhkan untuk membuat suatu bisnis berhasil dan harus kita maksimalkan
Aspek Merugikan (Harmful)
Aspek yang merugikan berupa kekurangan-kekurangan (Weaknesses) dan resiko-resiko (Threats) yang mungkin muncul ketika kita memasuki pasar dan merupakan ancaman untuk bisnis kita kepada kegagalan, Jadi kita harus berusaha untuk mengurangi aspek-aspek yang merugikan ini.
Bagi beberapa orang yang berjiwa opportunis , mungkin saja berani mengambil keputusan untuk memulai bisnis jika mereka punya keyakinan yang besar akan strength yang mereka miliki.
Bagi sebagian orang yang ingin dalam posisi "aman" mungkin saja memilih untuk mengganti bisnisnya agar memberikan threat yang rendah dan dengan weakness yang minim. Namun pay-off yang dihasilkan adalah rata-rata ataupun besar. tapi dalam berbisnis , tidak pernah ada kata "aman-aman saja"
Jadi, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengurangi aspek yang merugikan dari segi faktor internal dan eksternalnya . Ataupun kita menambahkan aspek yang menguntungkan dari kedua faktor tersebut.
Labels:
My Insights
Completion Oriented Vs Satisfaction Oriented
Kedua hal tersebut merupakan pendekatan penyelesaian masalah dalam cara pandang gue. Hal ini gue pelajari ketika berselisih pendapat dengan seorang teman dekat gue. Dia adalah orang yang perfeksionis ketika mengerjakan sesuatu sedangkan gue merupakan orang yang ingin segalanya cepat selesai. Bagi dia waktu tidak menjadi masalah sedangkan bagi gue waktu sangat berharga dan penting.
sebelum saya lebih lanjut, saya ingin mendefinisikan kedua cara pendekatan tersebut
Completion Oriented Approach
Merupakan pendekatan penyelesaian masalah dengan target utama adalah suatu persoalan atau masalah selesai namun dengan tingkat keutuhan berkisar 80-95%, Hal ini sangat menjelaskan tentang diri saya. Bagi saya yang penting adalah tugas/kerjaan selesai. Keunggulan dari pendekatan ini adalah bahwa hal ini menghemat waktu dan kadangkala dapat menurunkan cost bilamana berhubungan dengan produktifitas. Tapi hasil akhirnya adalah hasil yang rata-rata.
Hal ini tidak serta merta menjelaskan bahwa orang dengan orientasi seperti saya adalah orang yang ingin menjadi orang yang rata-rata namun lebih ke faktor pay-off. Buruknya , jika hasil kita dituntut sempurna maka kita akan mendapatkan penilaian yang kurang memuaskan.
Contohnya, jika saya butuh bola, saya tinggal beli ( bandingkan dengan penjelasan pada satisfaction oriented )
Satisfaction Oriented Approach
Merupakan pendekatan yang memerlukan waktu yang lama, melakukan segala sesuatunya dengan cermat dan bahkan sangat memboroskan waktu, Namun pendekatan seperti ini sanggat unggul dalam hasil akhir karena yang dikejar adalah kepuasan dan kesempuranaan dalam penyelesaian masalah. Hal ini bisa jadi masalah apabila ternyata waktu yang disediakan adalah sedikit. Jadi karena saking mengejar kesempurnaan akhirnya kita tidak dapat menyelesaikan suatu permasalahan tepat waktu sehingga payoff yang kita dapat dapat berupa minim dan mungkin, tidak ada sama sekali.
Contohnya, Jika saya butuh bola, saya memesan bola yang sangat bagus dan dibuat khusus untuk saya. Hal ini akan membuat pengeluaran(baca: waktu) kita membengkak walaupun hasil akhirnya sangat bagus namun pengeluaran yang kita keluarkan mungkin terlalu besar
Padahal tujuan akhir adalah mempunyai bola.
Jika ingin hasil terbaik dan waktunya sangat banyak , maka gunakanlah SOA
Jika Ingin hasil yang lumayan dengan waktunya tidak banyak, gunakanlah COA
Bagimana kalau butuh hasil terbaik dan waktunya tidak banyak ?
maka kita harus membutuhkan Mixed strategy atau hybrid dari kedua approach tersebut
Mixed strategy merupakan titik maksimum dalam dua perbedaan approach ini, namun Mixed strategy sangat sulit dilakukan karena pada kenyataan sebenarnya jamak sekali orang menggunakan salah satu strategi pendekatan antara COA dan SOA
Mixed strategy akan membutuhkan keahlian manajemen personal dan kecepatan pengambilan keputusan yang tepat untuk menyokong strategi ini.
Hal ini memberikan gue pelajaran
PAKAILAH STRATEGI YANG TEPAT SESUAI SITUASI DAN KONDISI !
Labels:
My Insights
Think It , Ink It !!!
Hari ini ketika gue mengikuti kuliah entrepreneurship. gue mendapatkan pelajaran baru untuk kreatifitas. Seperti yang dosen gue katakan, Think it , Ink It. Yaitu ketika kita mendapatkan inspirasi ataupun ide kapan saja dan dimana saja. Kita dapat mencatatnya agar tidak terlupa, biarpun hanya hal-hal yang kecil namun ketika kita mengumpulkan sedikit-demi sedikit tanpa kita sadari kita mulai menciptakan ide yang baru.
Ide-ide kecil, inspirasi-inspirasi yang terlintas sejenak kita kumpulkan pelan-pelan, catat dan kemudian kita ramu menjadi Ide yang Luar biasa dan kreatif . Itu merupakan secuil dari pelajaran tentang entrepreneurship yang saya sukai. Jadi mulai detik itu juga gue berpikir bahwa segala inspirasi yang terlintas harus gue catat dan gue kumpulkan. Dan saya memulai dai Blog saya ini. Mungkin suatu saat gue bakal membuka blog gue untuk melihat inspirasi-inspirasi apa saja yang pernah gue dapatkan.
Selain itu, hal yang saya tangkap hari ini adalah pelajaran yang sangat berharga, yaitu tentang teori mendapatkan peluang
- Teori Ketidaksempurnaan, Yaitu bahwa segala sesuatunya tidak ada yang sempurna. Akan selalu ada hal yang lebih baik lagi dan pastinya membutuhkan penyempurnaan. Jadi peluang akan ada terus menerus selama kita jeli dan mau berusaha keras mencari peluang tersebut. Contohnya adalah teknologi storage, dari piringan hitam hingga ke blu-ray. Segalanya merupakan tahapan untuk mencapai hal yang lebih baik lagi, menyempurnakannya terus-menerus.
- Teori Berpikir Kreatif , Teori ini punya rumus tersendiri dalam menuju kreatifitas,menciptakan kreatifitas yang baru. yaitu SCAMPER, Subtitute, Combine, Adapt, Modify, Put , Eliminate, Reverse. Untuk mendapatkan PELUANG, Kita butuh pikiran yang kreatif. rumus kreatifitas seperti yang di atas yaitu SCAMPER. dimana kita bisa mensubtitute hal baru(orang, material,strategi) ke dalam sistem, bisnis kita untuk mendapatkan PELUANG ! , ataupun Combine , dengan menggabungkan fitur-fitur yang telah ada agar menciptakan hal yang baru, dan kemudian mengadaptasikannya(Adapt) ke dalam pasar ataupun lingkungan sekitar. Modify, memodifikasi bisnis ataupun sistem kerja yang sudah ada dapat dari sisi skala (contoh, AirAsia yang membuat penerbangan menjadi hal yang murah dengan memperkecil skala kelas pelanggannya). Put, adalah bagaimana kita menambahkan hal yang baru ataupun yang telah ada, Eliminate, mengurangi hal-hal yang tidak penting ataupun yang prioritasnya rendah untuk menciptakan suatu hal yang lebih powerfull dan valuable. Reverse, adakah kebalikannya, semisal AirAsia yang me-reverse konteks umum penerbangan yang tadinya mempunyai image bahwa naik pesawat itu mahal menjadi sebaliknya.
- Teori Inovasi , inovasi adalah berbeda dibanding istilah invention dan discovery. inovasi adalah bagaimana agar hal baru yang kita temukan ataupun kita ciptakan dapat berguna bagi orang dan menciptakan nilai lebih baik bagi diri sendiri ataupun orang lain. Salah satu cara untuk menciptakan PELUANG adalah dengan berINOVASI , karena dengan inovasi kita akan menciptakan nilai tambah, daya saing dan kualitas ! Pada strategi BLUE OCEAN, Peluang-peluang pasar yang belum terjamah dapat kita jamah dengan inovasi terbaru yang kreatif. Jadi dalam berbisnis, kita tidak hanya mengikuti arus tapi kadang-kadang kita butuh menjadi trendsetter. yang mana kunci utamanya adalah INOVASI
Ingat , Entrepreneurship tidak selalu berarti membangun bisnis, bahkan seorang karyawan saja bisa menjadi seorang entrepreneur asal dia memiliki mental seorang entrepreneur.
Labels:
My Insights
Wednesday, March 26, 2008
Love, desperation and hope
Wednesday, March 26, 2008
0
Masalah asmara, di kalangan remaja merupakan isu yang seringkali kita dengar. Memang inilah saat-saat dimana seseorang mulai ingin mengeksplorasi perasaan, bukan hanya pada diri sendiri tapi pada tahapan antarindividu. Beberapa teman yang saya kenal, ada yang mengharapkan segera mendapat pacar ataupun menunda pacaran dan berpikir bahwa pacaran itu ribet, butuh modal, waktu bahkan mental. Ini pengertian dengan sudut pandangan pria. Bagi wanita mungkin tidak perlu berpikir mengenai hal ini.
Bagi sebagian orang dengan memiliki pacar artinya punya seseorang untuk berbagi, hubungan yang lebih intim dan lebih besar lagi pada porsi kebutuhan seorang figur untuk disayangi. pada pandangan wanita mungkin figur seseorang yang bisa memberi kasih sayang dan perlindungan dan rasa nyaman. Tapi pada jaman modern seperti sekarang ini , terkadang materi merupakan hal yang utama. Hal ini juga mendasari asumsi kaum pria yang merasa belum mapan untuk menunda waktu pacaran. Begitulah kira-kira cerita yang saya dapat dari teman-teman. Sebenarnya perspektif ini ada benarnya juga , namun tidak semuanya mempunyai perspektif demikian. Saya melihat banyak teman-teman yang juga tanpa menggunakan "modal" bisa berpacaran layaknya biasanya.
Saya mempunyai satu problematika yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang lain. Idealnya semuanya menginginkan pasangan yang rupawan ataupun "baik"begitu juga saya. Dalam memandang hubungan ini saya lebih terfokus kepada bagaimana untuk memaintance hubungan itu sendiri karena saya mungkin orang yang introvert dan tidak cukup baik dalam memberikan perhatian, kadang-kadang moody dan emosional
hal ini yang membuat paranoid akan hubungan spt ini. Sedangkan beberapa teman menganjurkan " hey bro, you'll never know until you try"
well, mungkin saya rasa , memang harus dicoba.
Bagi sebagian orang dengan memiliki pacar artinya punya seseorang untuk berbagi, hubungan yang lebih intim dan lebih besar lagi pada porsi kebutuhan seorang figur untuk disayangi. pada pandangan wanita mungkin figur seseorang yang bisa memberi kasih sayang dan perlindungan dan rasa nyaman. Tapi pada jaman modern seperti sekarang ini , terkadang materi merupakan hal yang utama. Hal ini juga mendasari asumsi kaum pria yang merasa belum mapan untuk menunda waktu pacaran. Begitulah kira-kira cerita yang saya dapat dari teman-teman. Sebenarnya perspektif ini ada benarnya juga , namun tidak semuanya mempunyai perspektif demikian. Saya melihat banyak teman-teman yang juga tanpa menggunakan "modal" bisa berpacaran layaknya biasanya.
Saya mempunyai satu problematika yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang lain. Idealnya semuanya menginginkan pasangan yang rupawan ataupun "baik"begitu juga saya. Dalam memandang hubungan ini saya lebih terfokus kepada bagaimana untuk memaintance hubungan itu sendiri karena saya mungkin orang yang introvert dan tidak cukup baik dalam memberikan perhatian, kadang-kadang moody dan emosional
hal ini yang membuat paranoid akan hubungan spt ini. Sedangkan beberapa teman menganjurkan " hey bro, you'll never know until you try"
well, mungkin saya rasa , memang harus dicoba.
Labels:
My Insights,
Romance
Tuesday, March 25, 2008
Bro, Sabar.....Slow....slow...
Tuesday, March 25, 2008
0
Beberapa hari ini gue menemukan bahwa yang namanya sabar itu adalah hal yang sulit bagi gue.
Bagaimana tidak , dari 10 orang 9 orang berkomentar bahwa gue adalah orang yang sangat
terburu-buru -_- what the....
But it's okay, soalnya gue terbuka kok sama segala kritik maupun saran dari teman-teman gue.
Samapi suatu saat ada seorang teman yang pendiam berkomentar ma gue "Bro, slow.... sabar,
jgn terburu-buru"
Melalui ini gw akhirnya sadar bahwa sikap gw yang selalu terburu-buru ternyata ketara banget
!!!
Tapi selalu ada keuntungan dan kekurangan yang gw dapat dari hal ini.
Keuntungan dulu deh, gue dikenal sebagai orang yang cepat menyelesaikan sesuatu, tidak suka
tersendat-sendat terhadap sesuatu dan sangat ambisius untuk sesuatu yagn saya minati
(terburu-buru mengejar tujuan).
Kekurangan,biasanya orang-orang yang terburu-buru mempunyai output pekerjaan antara sempurna
dan payah. tapi biasanya sih banyakan payahnya . Hahahaha
selain menurunkan tingkat ketelitian dalam pekerjaan, sikap terburu-buru membuat kebanyakan
orang menilai negatif apapun kerjaan kita. Jadi akan lebih baik jika seandainya kita
mempunyai kebiasaan untuk melakukan sesuatu dengan terburu-buru untuk menurunkan indeks
keterburu-buruan kita.
Paling baik adalah bagaimana agar kita bisa melakukan sesuatu dengan sikap yang
professional, cepat dan dalam keadaan tenang.
tapi sangat jarang orang yang punya kemampuan seperti ini.
Salah satu pelajaran berharga yang gue dapat dari sikap terburu-buru gue adalah ketika gue
Kerjaan gue ketika dikumpulkan absolutely salah , padahal gue udah yakin itu bener 100% . Ternyata cmn karena beda angka sedikit saja gara2 sikap tergesa-gesa gue mengerjakan soal akhirnya.... shit happens
hahahaha
So, Pelajaran yang gue dapat kali ini
Terburu-buru itu ga baik <<<<< Bad idea
Terburu-buru ga sama dengan menyelesaikan dengan cepat <<< dipertimbangkan baik2
Saran gue buat yang ingin mencoba mengurangi sikap keterburu-buruannya (walaupun gue sekarang lagi mencobanya hehehehe)
"Cobalah mulai dengan awal yang tenang dan tetap bersikap professional dalam kondisi apapun"
Bagaimana tidak , dari 10 orang 9 orang berkomentar bahwa gue adalah orang yang sangat
terburu-buru -_- what the....
But it's okay, soalnya gue terbuka kok sama segala kritik maupun saran dari teman-teman gue.
Samapi suatu saat ada seorang teman yang pendiam berkomentar ma gue "Bro, slow.... sabar,
jgn terburu-buru"
Melalui ini gw akhirnya sadar bahwa sikap gw yang selalu terburu-buru ternyata ketara banget
!!!
Tapi selalu ada keuntungan dan kekurangan yang gw dapat dari hal ini.
Keuntungan dulu deh, gue dikenal sebagai orang yang cepat menyelesaikan sesuatu, tidak suka
tersendat-sendat terhadap sesuatu dan sangat ambisius untuk sesuatu yagn saya minati
(terburu-buru mengejar tujuan).
Kekurangan,biasanya orang-orang yang terburu-buru mempunyai output pekerjaan antara sempurna
dan payah. tapi biasanya sih banyakan payahnya . Hahahaha
selain menurunkan tingkat ketelitian dalam pekerjaan, sikap terburu-buru membuat kebanyakan
orang menilai negatif apapun kerjaan kita. Jadi akan lebih baik jika seandainya kita
mempunyai kebiasaan untuk melakukan sesuatu dengan terburu-buru untuk menurunkan indeks
keterburu-buruan kita.
Paling baik adalah bagaimana agar kita bisa melakukan sesuatu dengan sikap yang
professional, cepat dan dalam keadaan tenang.
tapi sangat jarang orang yang punya kemampuan seperti ini.
Salah satu pelajaran berharga yang gue dapat dari sikap terburu-buru gue adalah ketika gue
Kerjaan gue ketika dikumpulkan absolutely salah , padahal gue udah yakin itu bener 100% . Ternyata cmn karena beda angka sedikit saja gara2 sikap tergesa-gesa gue mengerjakan soal akhirnya.... shit happens
hahahaha
So, Pelajaran yang gue dapat kali ini
Terburu-buru itu ga baik <<<<< Bad idea
Terburu-buru ga sama dengan menyelesaikan dengan cepat <<< dipertimbangkan baik2
Saran gue buat yang ingin mencoba mengurangi sikap keterburu-buruannya (walaupun gue sekarang lagi mencobanya hehehehe)
"Cobalah mulai dengan awal yang tenang dan tetap bersikap professional dalam kondisi apapun"
Labels:
My Insights
Saturday, March 22, 2008
Leader & Communication
Saturday, March 22, 2008
0
Kemarin ketika gue lagi membereskan arsip-arsip lama.gue menemukan satu amplop surat dengan puluhan potongan kertas, masing-masin berisi pesan. salah satunya berisi,
"The leader should can communicate wel with the others and Your unusual way of thinking , an innovative should accompanied by a great communication skill to sucess."
Ixxxx
Kemarin gue merenungkan hal ini ketika berbaring di tempat tidur. Banyak teman-teman mengatakan bahwa sebenarnya idea saya kreatif namun seringkali gue sulit untuk menyampaikan, meyakinkan semuanya. sehingga seringkali terlihat sebagai ide/opini yang tidak penting ketika masuk ke dalam tim. apalagi ketika berada di posisi yang resesif, sedangkan jika gue ditunjuk sebagai Leader.. acapkali gue masih kesulitan juga. menyamakan persepsi dengan orang lain. membuatku terlihat, dinilai sombong karena terlalu egois mempertahankan pandangan sendiri. Okay, gue akui gue emang sombong sih . Tapi ga banyak yang tahu kalau sikap ini mungkin muncul karena gue ingin terlihat lebih expert sehingga gue bisa mendominasi . Ternyata setelah gue pikir-pikir dan masukan dari teman-teman. Gue rasa kali ini gue bener-bener harus berubah !
Ya, perubahan .
Perubahan dalam gaya dan cara berkomunikasi
gue sadari dalam setiap tim dibutuhkan komunikasi, sikap mengerti, toleransi dan mengalah bila perlu. Untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul, dibutuhkan komunikasi yang baik dan intens. Seperti kata seorang Rusdi Kirana, Pemilik Lion Air.
"Intinya, kita harus bicara !"
Rusdi Kirana merupakan salah seorang entrepreneur sejati dengan jiwa pemimpin. gue sangat mengagumi kepiawaianya dalam melobi client,investor dan partner-partner bisnisnya. Dengan gaya komunikasinya yang bersahaj dia mamu meyakinkan orang lain .Bahkan kadang-kadang hal yang tidak mugkin bagi kebanyakan orang bisa dia lakukan. seperti memasukkan pesawat rusia. tapi akhirnya dia berhasil juga dan memulai debutnya di airlines dan terhitung sukses sampai hari ini.
Beberapa hari ini gue juga mulai menulis kembali proyek novel gue setelah beberapa bulan terbengkalai karena kesibukan yang berlarut-larut. Kali ini mungkin gue mau konsentrasi dengan Letters, novel pertama gue setelah novel terdahulu hilang ntah kemana. Sambil disibukkan dengan rutinitas kuliah gue. Mana nilai IPK gue rendah banget lagi, But it's okay. GPA don't actually to decide whether we success or not.
Nobody can't stop me ! Just go on and on............
"The leader should can communicate wel with the others and Your unusual way of thinking , an innovative should accompanied by a great communication skill to sucess."
Ixxxx
Kemarin gue merenungkan hal ini ketika berbaring di tempat tidur. Banyak teman-teman mengatakan bahwa sebenarnya idea saya kreatif namun seringkali gue sulit untuk menyampaikan, meyakinkan semuanya. sehingga seringkali terlihat sebagai ide/opini yang tidak penting ketika masuk ke dalam tim. apalagi ketika berada di posisi yang resesif, sedangkan jika gue ditunjuk sebagai Leader.. acapkali gue masih kesulitan juga. menyamakan persepsi dengan orang lain. membuatku terlihat, dinilai sombong karena terlalu egois mempertahankan pandangan sendiri. Okay, gue akui gue emang sombong sih . Tapi ga banyak yang tahu kalau sikap ini mungkin muncul karena gue ingin terlihat lebih expert sehingga gue bisa mendominasi . Ternyata setelah gue pikir-pikir dan masukan dari teman-teman. Gue rasa kali ini gue bener-bener harus berubah !
Ya, perubahan .
Perubahan dalam gaya dan cara berkomunikasi
gue sadari dalam setiap tim dibutuhkan komunikasi, sikap mengerti, toleransi dan mengalah bila perlu. Untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul, dibutuhkan komunikasi yang baik dan intens. Seperti kata seorang Rusdi Kirana, Pemilik Lion Air.
"Intinya, kita harus bicara !"
Rusdi Kirana merupakan salah seorang entrepreneur sejati dengan jiwa pemimpin. gue sangat mengagumi kepiawaianya dalam melobi client,investor dan partner-partner bisnisnya. Dengan gaya komunikasinya yang bersahaj dia mamu meyakinkan orang lain .Bahkan kadang-kadang hal yang tidak mugkin bagi kebanyakan orang bisa dia lakukan. seperti memasukkan pesawat rusia. tapi akhirnya dia berhasil juga dan memulai debutnya di airlines dan terhitung sukses sampai hari ini.
Beberapa hari ini gue juga mulai menulis kembali proyek novel gue setelah beberapa bulan terbengkalai karena kesibukan yang berlarut-larut. Kali ini mungkin gue mau konsentrasi dengan Letters, novel pertama gue setelah novel terdahulu hilang ntah kemana. Sambil disibukkan dengan rutinitas kuliah gue. Mana nilai IPK gue rendah banget lagi, But it's okay. GPA don't actually to decide whether we success or not.
Nobody can't stop me ! Just go on and on............
Labels:
My Insights
Subscribe to:
Posts (Atom)
