Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Friday, December 5, 2008

Ciptakan Nilai tambah !

Friday, December 5, 2008 0
Rabu, 3 desember 2008

Saya menghadiri Wirausaha Muda Mandiri Award yang diselenggarakan bank Mandiri sebagai wujud CSR nya bank Mandiri. Perhelatan akbar ini dihadiri oleh Wakil Presiden, Bapak Jusuf Kalla beserta beberapa menteri dan kalangan pengusaha dan tak terkecuali, 1500 peserta teman-teman mahasiswa dari berbagai universitas PTN dan PTS di Jakarta dan Bandung .  Pada malam penganugerahan WMM Award , pak Sofyan Djalil selaku Meneg BUMN menyampaikan suatu kisah yang dapat dijadikan pelajar, yaitu tentang nilai tambah. Pak Sofyan mengisahkan ketika ketika dia masih sekolah di luar negeri, dia mengenal seorang teman orang Amerika yang sering dia mintai bantuan dalam mengoreksi grammar untuk paper yang dia buat. Suatu kali, temannya pindah ke apartemen , dan pak Sofyan mengunjungi apartemen temannya tersebut. 

Dia bertanya , Apartemen siapa ini kepada temannya dan temannya menjawab bahwa dia tidak tahu. Pak Sofyan bertanya begitu karena kaget dengan temannya yang mau mengecat kembali dan memperbaiki apartemen tersebut. 
karena dirudung oleh rasa keingintahuan yang tinggi , dia pun bertanya "kenapa kamu mau melakukan semua ini ?" kepada temannya

Temannya menjawab, "Saya mau menciptakan nilai tambah, dimanapun saya berada"

Alangkah membuka wawasan kisah ini, coba bandingkan perspektif orang barat dengan orang timur seperti kita. Oleh sebab itu mereka maju, Nilai tambah , itulah kata kuncinya !
Bagi entrepreneurial landscape, hal ini sangat penting. Negara kita krisis orang-orang yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian indonesia.
Seorang Entrepreneur haruslah mampu melihat hal yang baru, think out of box, menciptakan nilai tambah yang nantinya dapat membuat kita bersaing , menaikkan nilai saing di era globalisasi ini. Apalagi dalam himpitan krisis ekonomi global yang mendera dan tampaknya tidak akan reda dalam kurun waktu dekat. Nilai tambah, menjadi salah satu poin bagi kita untuk bisa survive di tengah krisis dan kondisi yang tidak menentu.

Krisis ekonomi jalan, tapi kita tidak boleh krisis akal dan mental agar dapat terus menjalani semua ini.


Sunday, October 19, 2008

Sukses, Kaya, dan Kasih Sayang

Sunday, October 19, 2008 0
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia
melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu
tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua
pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk
mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu
sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu,kami tak
ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua
kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia
berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali,

dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata pria itu hampir
bersamaan.

"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu
berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria
berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil
memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama
Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang
boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran.

"Ohho...menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si
Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita
tak mengundang si Kesuksesan saja?

Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen

ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan
siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita
mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam?

Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. "

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk
si Kasih-sayang ini ke dalam.

Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.

"Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda
menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata,
kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita
itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si
Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si
Kekayaan, atau si Kesuksesan,

maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si
Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu
bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan
ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si
Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada
jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat
berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

Friday, August 15, 2008

Selalu tetap Berdoa !

Friday, August 15, 2008 0
Ada suatu cerita

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang
begitulah
peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu
untuk
berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu
menarik.

Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak

sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,

Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu
sebentar
sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!" Dor!!! Tanda telah
dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.
Ahha... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan...
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap,

dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum
piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang,
bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan," kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan
untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan,

supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah

gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita
semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap
ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang
ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat
menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau
menyadari
kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita
lakukan untuk
berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu
sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi
yang
terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa

pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan
mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita
kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan
memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah,
cengeng dan mudah
menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian

tersebut.

Amin....

Have a positive day!

Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus
HRD & General Services Manager
PT Widatra Bhakti
Moderator I2
www.inspirasiindone sia.com
"If you believe that you can see it"
 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►