Showing posts with label Great People Says. Show all posts
Showing posts with label Great People Says. Show all posts

Thursday, June 12, 2008

5 Pesan untuk Mahasiswa

Thursday, June 12, 2008 1
5 Pesan untuk mahasiswa.
Oleh :Tanadi Santoso.
Jaman kuliah adalah jaman keemasan bagi kebanyakan orang. Masa yang penuh kenikmatan dan kesenangan. Saya ingin menyarankan beberapa hal kepada teman2. Bukan hal-hal yang berat dan penuh filosofi, tapi hal-hal ringan yang enak manis, tapi tetap berguna bagi masa depan anda. Saya pilihkan 5 hal yang bisa anda kerjakan dengan heppi heppi.
5 Pesan untuk mahasiswa.
Tanadi Santoso.


Jaman kuliah adalah jaman keemasan bagi kebanyakan orang. Masa yang penuh kenikmatan dan kesenangan. Saya ingin menyarankan beberapa hal kepada teman2. Bukan hal-hal yang berat dan penuh filosofi, tapi hal-hal ringan yang enak manis, tapi tetap berguna bagi masa depan anda. Saya pilihkan 5 hal yang bisa anda kerjakan dengan heppi heppi.


Pesan pertama, Ikutilah banyak kegiatan kampus.
Ini sangat berguna untuk masa depan anda, karena disinilah anda mulai mempelajari tentang kepemimpinan, sebuah hal kunci untuk sukses masa depan. Anda juga bisa mempelajari tentang team-work, delegasi, komunikasi, dan salesmanship sekaligus disini. Ini membuat anda bisa lebih menghargai
kerjasama, mengetahui sulitnya meminta tolong kepada teman, dan berlatih suatu proyek usaha tanpa resiko rugi. Pekerjaan yang tidak disukai teman, seperti mencari sponsor, malah harus anda kerjakan, karena ini akan berguna untuk masa depan anda. Semua ini anda pelajari sambil menikmati enaknya dolan-dolan dan survey lapangan tentang cewek atau cowok keren. Sip kan?


Pesan kedua, Koneklah pada Internet.
Internet adalah masa depan, internet adalah sumber informasi, internet adalah sebuah revolusi. Anda bisa mencari pengetahuan tentang apa saja disana. Mulailah mempelajari bagaimana cara mendapatkan informasi di internet dengan cepat dan tepat, karena dimasa depan anda akan banyak membutuhkan pengetahuan yang dapat dengan mudah anda keduk disana. Disini anda juga dapat belajar bahasa Inggris dengan baik, Bahasa Inggris sangat penting untuk masa depan anda. Chat dan email tentuk menarik dan nikmat, dan itu sah-sah saja, asal anda juga tetap fokus pada hal-hal lain yang lebih penting. Playboy.com adalah bonus untuk cuci mata dan relaksasi.


Pesan ketiga, Jalan-jalan.
Nah, ini pasti sudah dalam agenda sehari hari anda, yang penting untuk saya tekankan adalah, pada saat anda jalan jalan, gunakan mata dan otak anda untuk menganalisa akan situasi sekeliling anda. Ada kesempatan apa saja disekitar anda. Kewirausahaan adalah sebuah hal yang menarik, dan anda dapat belajar banyak bila anda memperhatikan bisnis yang ada disekeliling anda, baik yang sukses ataupun yang gagal. Pikirkan kenapa suatu toko itu ramai dan sukses, bagaimana melayani tamu dengan baik, dekor yang bagaimana yang lagi ngetren. Bepergianlah ke luar kota, ke luar negeri, atau kemana saja, dan belajarlah dari apa yang anda lihat, gunakan otak anda untuk menganalisa situasi dan mencermati peluang.

Pesan keempat, Pacaranlah.
Hehe, ini tentu sesuatu yang sudah anda mimpikan terus sejak di bangku sekolah dasar, ehmm dan inilah saat yang pas untuk itu. Pacaran memaksa anda untuk bermimpi, dan bermimpi adalah tunas dari segala jenis kesuksesan. Pacaran juga memaksa anda belajar berkomunikasi dengan baik, membuat anda lebih santun terhadap orang banyak, seperti bapak si doi yang galak, adiknya yang manja, atau anjingnya yang mbencekno. Anda juga jadi belajar tentang bagaimana menghadapi orang. Kalau sidia lagi marah
marah atau ngambek atau sedih, disini anda belajar bagaimana nanti dalam berbisnis menghadapi pelanggan yang tak pernah puas. Anda juga akan bisa belajar tentang cara berpakaian yang baik, berdandan yang santun dan berperilaku yang memenuhi syarat. Kepiawaian menjual kelebihan anda
pada cewek atau cowok idaman juga sebuah cikal bakal salesmanship yang akan anda perlukan dalam karier anda selanjutnya. Pacaran beberapa kali tentu juga baik, asal anda tahu batas-batas kesopanannya.


Pesan kelima, Nontonlah bioskop.
Andai saja para dosen dapat memberikan kuliah senikmat nonton bioskop, tentu lebih banyak materi kuliah yang akan masuk ke otak anda. Di bioskop anda bisa dengan senang hati selama dua jam memperhatikan sebuah alur cerita yang menarik dan turut larut kedalamnya. Trik yang perlu anda perhatikan adalah otak anda, jangan hanya terlena dengan ceritanya saja, tapi perlu untuk berpikir tentang apa yang dapat anda pelajari dari film itu. Misalkan anda nonton film Artificial Intelligence, nah disini anda bisa berpikir apakah masa depan akan seperti itu? Apa yang membuat manusia itu berbeda dengan robot? Bahwa kebanyakan anda mempunyai seorang ibu, apakah tidak sebaiknya anda sekarang lebih mencintainya? Teknologi itu baik ataukah jahat? Apakah ada mahluk luar angkasa? dan seterusnya.
Pemikiran yang kritis adalah awal dari kebijakan dan kematangan pribadi setiap orang.

Kelima pesan diatas dapat dijalankan secara sendiri sendiri atau digabungkan. Misalkan, setelah sebuah kegiatan bersama di kampus, anda bisa jalan jalan ke mal, surfing di internet café bersama pacar, terus
nonton bioskop bareng. Achhh. Selamat menikmasi masa keemasan anda semua.

Salam,
Tanadi Santoso,
13 Oktober 2001


Tentang penulis :
Tanadi Santosa adalah seorang entreprenuer yang cukup disegani di Surabaya dan Indonesia. Usaha yang digelutinya meliputi berbagai macam bidang mulai dari toko cinderamata, komputer, sampai web design. Salah satunya yang berhasil masuk dalam 50 UKM teratas di Indonesia adalah PT Kompkindo Media Dewata, yang lebih dikenal dengan nama SAM-DESIGN

Larry Ellison's Challenges

Note : pada masa itu Larry Ellison telah menjadi manusia terkaya no 2 di Diunia
Pidato ini sangat menantang, jadi bacalah dengan pemahaman yang dewasa

Pidato wisuda sarjana
Yale University, September 2000
oleh : Lawrence 'Larry' Ellison



Graduates of Yale University, I apologize if you have endured this type of prologue before, but I want you to do something for me. Please, take a good look around you. Look at the classmate on your left. Look at the classmates on the right. Now, consider this : Five years from now, ten years, even thirty years from now, odds are the person on your left is going to be a loser. The person on your right, meanwhile, will also be a loser. And you, in the middle ? What can you expect ? Loser. Loserhood. Loser Cum Laude


In fact, as I look out before me today, I don't see a thousand future leaders in a thousand industries. I see thousand losers.

You're upset. That understanable. After all. how can I, Lawrence 'Larry' Ellison, college drop out, have the audacity to spout such heresy to the graduating class of one of the nation's most prestigious institutions?


I tell you why...

Because I, Lawrence 'Larry Ellison, second richest man on the planet, am a college drop out, and you are not.

Because Bill Gates, richest man on the planet-for now, anyway-is a college drop out, and you are not.

Because Paul Allen, the third richest man on the planet, dropped out of college, and you did not.

And for good measure, because Michael Dell, No 9 on the list and moving up fast, is a college drop out, and you, yet again are not.


Hmmm..... you're very upset. That's understanable. So let me stroke your egos for a moment by pointing out, quite sincerely, that your diplomas were not attained in vain. Most of you, I imagine, have spent four to five years here, and in many ways what you have learned and endured will serve you well in the years ahead. You've established good work habits. Yous established a network of people that will help you down the road. And you've established what will be lifelong relationship with the word "therapy".


All that of is good. For truth, you will need that network. You will need those strong work habits. You will need that therapy. You will need them because you didn't drop out, and so you will never be among the richest people in the world.


Oh sure, you may, perhaps, work you way up to No. 10 or No. 11, like Steve Ballmer. But then, I don't have to tell you who he really work for, do I ? ANd for the record, he dropped out of grad school. Bit of a late bloomer.


Finally I realize that many of you, and hopefully, by most of you are wondering, "Is there anything I can do ? Is there Any hpe for me at all?"

Actually, no. It's to late. You've absorbed too much, think you know to much. You're not 19 anymore. You have a built-in cap, and I'm not refereing to the mortar boards on your head.


Hmmm... you're really very upset. That's understanable. So Perhaps this would be good time to bring up the silver lining. Not for you, Class of "00. You're write off, so I'll let you slink off to your pathetic $200.000 a year jobs, where your check will be signed by former classmates who dropped out two years ago.


Instead, I want to give hope to any underclassmates her today. I say to you, and I can't stress this enough: leave. Pack your thing and your ideas and don't comeback. Drop out, start up. For I can tell you that a cap and a gown will keep you down just as surely as these security guards dragging me off this stage are keeping me down....


Tentang Penulis
Lawrence 'Larry' Ellison adalah CEO ORACLE, orang terkaya kedua di dunia.

Makna Pekerjaan Anda

Makna Pekerjaan Anda
Oleh : James Gwee
Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura.
Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut.
Bagi saya, pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membuka dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu
semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar. Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001.
Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! Saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. Saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.
Dia mengatakan, "James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini, tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas
bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

"Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan
pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal di dalam kamar. Akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya."

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa, jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian atau Manajer?

Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.

Regards,
JAMES GWEE

Sunday, May 11, 2008

Stay Hungry, Stay Foolish

Sunday, May 11, 2008 0
Berikut ini adalah pidato dari seorang idola saya

Steve Jobs

semoga berguna bagi pembaca sekalian


Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University


Stay Hungry. Stay Foolish


Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang,

yang akan segera lulus dari salah satu universitas

terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.

Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana

wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita

pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup

tiga.


Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester

pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18

bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.

Mengapa saya DO?

Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya

adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan"

dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga

sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut

anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan

istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka

berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka

orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut

berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari

seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal

dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:

"Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa

ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah

angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak

menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru

melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua

saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan

tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun,

dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir

sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh

tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-

habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya

tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang

harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana

kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah

menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang

tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun

memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang

terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang

saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang

pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas

wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti

perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak

punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar

teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola

agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.

Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam

untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna.

Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu

karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata

kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di

AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus,

setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan

dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak

harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan

mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya

belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat

variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat

tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi

cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat

ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi

bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian,

ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama,

ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer

pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya

tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan

memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk

dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac,

maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya

tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas

kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.

Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu

sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun

kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik

dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya

dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya

bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di

masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,

takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun

lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak

perbedaan dalam kehidupan saya.


Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak

masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi

orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami

bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari

hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar

dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk

terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan

saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang

Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring

pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir

sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan

bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan

lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi

kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.

Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di

usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana.

Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya,

tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa

yang harus saya lakukan. Saya merasa telah

mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya

-saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan

David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas

keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang

gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon

Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul

kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang

terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya

telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya

putuskan untuk mulai lagi dari awal.

Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru

saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian

terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang

sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula,

segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu

mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam

hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan

perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta

dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri

saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang

menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story,

dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di

dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan,

Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple,

dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi

jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene

dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.

Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya

tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun

sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala

kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan

kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya

yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya

menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan

apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan

maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan

menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan

sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu

yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan

apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya,

teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan

mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana

halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-

semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari

sampai ketemu. Jangan berhenti.


Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang

kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup

seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka

suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas

dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33

tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap

pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini

adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan

apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya

selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut,

saya tahu saya harus berubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat

penting yang saya temukan untuk membantu membuat

keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua

harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau

gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.

Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian

adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari

jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu.

Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada

alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap

kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan

hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor

pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas.

Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti

jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan

hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter

menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan

segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar

saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan

kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang

Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.

Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah

bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan

selamat tinggal.

Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan

diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan

endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung,

memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil

beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya,

yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat

selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis

mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang

sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya

dioperasi dan sehat sampai sekarang.

Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan

berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya

bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut

konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:

Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang

ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk

mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita.

Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus

demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari

kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya

maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.

Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun

memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan

menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan

dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang

lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda

sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang

terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata

hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada

apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor

dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang

bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah

satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan

oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak

jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya

sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu

itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop

publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik,

gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google

dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran

Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan

ungkapan-ungkapan hebat.

Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi

"The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik

ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu

pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di

sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan

pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui

jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay

Hungry. Stay Foolish." (Jangan Pernah Puas. Selalu

Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi

tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya

selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang,

karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru,

saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.


We are not a human being and having a spiritual expirience we are a spiritual being and having a human expirience
 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►