Showing posts with label Faith. Show all posts
Showing posts with label Faith. Show all posts

Tuesday, July 28, 2009

Hargailah Hidup !

Tuesday, July 28, 2009 0
Malam ini ketika sedang membereskan baju-baju gw. Aku melihat sebuah kaos yang sudah lama tidak kupakai. Di situ tertulis "Respect for Human Life & Dignity" (Hargailah Hidup) dengan gambar Sri Paus Yohanes Paulus II. Aku teringat kecelakaan yang kualami 10 Juni 2009. Dimana aku mengalami kecelakaan kecil karena jatuh dari motor.
Sebelum kejadian itu, aku secara pribadi sedang mengalami gejolak batin. Ingin mengakhiri hidup....

Namun sungguh ajaib kuasa Tuhan, menegurku dengan keras bahwa Hidup itu sangat berharga... karena merupakan karunia dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Untunglah hanya beberapa bagian tubuh yang sakit karena gesekan dengan aspal. Sempat pincang-pincang untuk beberapa minggu dan merasakan betapa tidak nyamanya ketika harus mandi etc etc etc.....
Di masa-masa itu aku pun merenungkan apa hikmah di balik semua ini.
Ntah darimana datangnya suara bahwa ini merupakan teguran dari Tuhan agar aku tidak lagi sembarangan menyebut kata "Aku ingin mati saja"
Sejenak aku membandingkan semuanya itu......
Masa-masa Tidak menghargai hidup ketika sebelum terjadi kecelakaan
Masa-masa Menyesal dan merenung setelah terjadi kecelakaan
Masa-masa Bersyukur karena telah sembuh dari luka akibat kecelakaan

Aku belajar 1 hal disini, ketika kita sedang menghadapi gejolak batin... selalu ada teguran dari Tuhan untuk kita... namun terkadang kita selalu memaki-maki dan menganggapnya suatu petaka. Namun tidak selalu begitu adanya.... andaikata kita mau merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menanggapi semua cobaan yang datang dengan tetap berpegang teguh pada iman kita. Kita akan menemukan maksud dan hikmah dari cobaan-cobaan tersebut

Kadangkala ketika kita terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan, kemalangan dan terlarut dalam keluh kesah, kita sering lupa bahwa Tuhan sedang memberikan kita pelajaran, melatih kita untuk menjadi manusia yang lebih tangguh.

Sikap kita ketika dihadapkan pada persoalan ini menentukan kedewasaan iman kita. Apakah kita ini adalah tipe-tipe orang yang habis manis sepah dibuang ?
Ketika senang lupa akan Tuhan, dan ketika sedih baru mencari Tuhan
Ataukah kita adalah orang yang Selalu bersyukur dengan segala rencana Tuhan pada diri kita ?

You're what you're thinking about !
Still,
Respect our life not because of us, but because of the people who loves you so much...
your family, friends, lovers, etc........ and Firstly, It's a PRICELESS GIFT from your GOD !

Sunday, March 15, 2009

Katekumen, antara konsistensi, komitmen dan tanggung jawab

Sunday, March 15, 2009 0

Pagi ini saya menghadiri kelas katekumen di kampus Syahdan seperti biasanya… Pada awalnya sih saya merasa agak malas dan mau bolos saja.
Tapi ntah kenapa gw tiba2 mau-mau saja beranjak dari tempat tidur selekasnya ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk menuju kampus syahdan…
Hmm, ternyata katekumen kali ini sama saja seperti biasanya…. tetap pada pola kelas yang pasif. mungkin karena masih pertemuan awal sehingga belum saling mengenal diantara yang hadir.
Situasi kelas begitu tenang, dan saya sangat menikmati situasi kelas seperti ini daripada kelas pada hari-hari kuliah yang biasanya tidak pernah absen dengan yang namanya ribut
Ada hal yang menarik disini….
berbicara tentang menjadi seorang katekumen, dituntut akan adanya konsistensi , komitmen dan tanggung jawab.

Konsistensi, tanpa konsistensi…. iman yang telah dibina selama bertahun-tahun akan pudar juga lama-kelamaan. mungkin itu sebabnya, tidak mudah untuk bisa langsung menjadi seorang katolik. oleh sebab itu gereja mengharuskan seseorang secara konsisten dan berkelanjutan membina diri melalui media katekumen ini sebelum akhirnya siap untuk menerima kristus dan menjadi bagian dari gereja

Komitmen, salah satu penyokong iman kita. tanpa dilandasi komitmen biasanya akan timbul rasa bosan. Ketika rasa bosan ini lebih besar dari komitmen kita, maka akan timbul penyakit malas, malas hadir di misa, malas hadir di kelas katekumen. Dari komitmen diri ini sendiri, kita melatih diri sendiri untuk bertahan terhadap godaan dari kebosanan.
Bosan adalah hal yang lazim ketika kita mengikuti hal yang sifatnya rutin, namun menjadi tantangan bagi kita bagaimana mengelola rasa bosan tersebut agar tetap bisa mempertahankan komitmen ini.

Tanggung jawab, berbicara tanggung jawab. Setiap orang katolik hendaknya bertanggung jawab untuk tetap menjaga imannya ketika diterima menjadi pengikut Kristus. Dan gw rasa, itulah yang coba diajarkan dalam masa-masa katekumen yang panjang ini.

Pada akhir kelas, diadakan penunjukkan siapa yang akan menjadi ketua dan bendahara kelas. awalnya kelas diam dan hening….. tidak ada satupun yang berani mengajukan diri untuk menjadi bendahara kelas, hingga akhirnya entah dorongan apa yang membuatku mengajukan diri.

Btw, ada hikmahnya juga… biar gw ada tanggung jawabnya dan rasa ingin bolos itu bisa rada ditekan karena bertanggung jawab memegang kas dari kelas katekumen :D

See…. too many things to learn everyday…
if we give it a little review in a personal insight

 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►