Sunday, June 29, 2008

Bill Clinton & Gus Dur

Sunday, June 29, 2008 0
Suatu ketika pada waktu Gusdur menjabat sebagai Presiden RI, beliau diundang oleh Presiden AS Bill Clinton ke White House. Di tengah-tengah pembicaraan muncullah seekor anjing peliharaan Bill Clinton. Bill yang dikenal sebagai penyayang binatang itu langsung memperkenalkan anjingnya kepada Gusdur.

Bill : Gusdur, lihatlah saya punya anjing yang sangat pintar, dia bisa menuruti apa yang saya perintahkan.

Gusdur : Masa iya? Saya ingin tau.

Bill : Coba anda perhatikan. Sit Down! (anjing itu langsung duduk)

Bill : Stand up! (anjing itu langsung berdiri)

Bill : Walk around! (anjing itu langsung berjalan keliling-keliling)

Bill: Lihat! Hebat bukan?

Gusdur : Gitu aja kok repot. Saya yang baru ketemu saja bisa lebih baik dari itu.

Bill keheranan mendengar jawaban Gusdur.

Bill : Boleh Anda buktikan ucapan Anda?

Gusdur : Silahkan.

Bill : Coba Anda buat dia menangis

Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt... ssttt.... Anjing itu langsung menangis sedih. Bill terheran-heran.

Bill : Sekarang coba buat dia tertawa

Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt... ssttt.... Anjing itu langsung tertawa terbahak-bahak.

Bill kembali terheran-heran. Ia memikirkan cara supaya Gusdur gagal memerintah anjingnya.

Bill : Nah... sekarang coba bikin dia supaya stress berat...

Gusdur berpikir sejenak. Lalu dia berbisik kepada anjing tersebut Ssstt... ssttt..., sang anjing pun langsung loncat ke sana kemari sambil teriak histeris, naik ke atas meja, ke atas lemari sampai akhirnya dia melompat ke luar jendela dan jatuh ke tanah.

Bill Clinton kembali terheran-heran dan ia akhirnya mengakui kehebatan Gusdur sambil bertepuk tangan.

Bill : Boleh saya tau apa yang Anda bisikkan sehingga anjing saya menangis begitu sedih?

Gusdur : Saya bilang, kasihan Indonesia, rakyatnya banyak yang miskin, jangankan untuk beli BBM, untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Kamu beruntung dipelihara oleh Bill Clinton, bisa makan kapan saja kamu mau.

Bill : Oh... pantesan. Anda memang hebat. Lalu apa yang Anda bisikkan sehingga anjing saya tertawa terbahak-bahak?

Gusdur : Saya bilang, orang Indonesia banyak yang pintar-pintar, sehat-sehat, mereka semua lebih pantas jadi presiden ketimbang saya. Tapi ternyata kok malah saya yang buta begini yang dipilih menjadi presiden.

Bill : Hahahaha... Jangankan anjing, saya juga ketawa. Anda memang jenius. Nah, lalu apa yang Anda bisikkan kepada anjing saya sehingga ia stress berat seperti itu?

Gusdur : Saya bilang, wahai anjing, saya ingin ajak kamu tinggal di Indonesia.


PS: Sekadar berpikir.... apakah standar hidup di indonesia segitu rendahnya dan menyedihkannya sehingga anjingnya bush diajakin ke indonesia langsung nangis hahahaha.....

Jadilah Pelita kebijaksanaan

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang
sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu
terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya!
Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar
orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya
orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama,
dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia
mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!"
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si
buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa
lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu
menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!"
Si buta tertegun.... Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf,
"Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah
orang buta."
Si buta tersipu
menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya."
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang
dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing. Dalam
perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.
Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
"Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya
justru mau menanyakan hal yang
sama." Senyap sejenak... secara
berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak
pun mereka menjawab, "Iya...," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun
berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang
berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada
waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia
menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul
pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga,
jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa
ikut melihat jalan mereka."
Pelita
melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan
kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan,
melindungi kita
dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si
buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah
orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke
arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi
bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi
lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas
kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak
pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang
kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka
bisa melihat. Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan
dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau
tidak sengaja. Mereka bisa menjadi
guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah
selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang
buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah
pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin
bijaksana. Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar
akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan:
Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita
pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi

Logic Vs Lateral Thinking

Buka pikiranmu Bukan Logika

Dahulu kala di suatu desa kecil di Indian, seorang petani yang sangat miskin
mempunyai hutang yang sangat besar kepada rentenir di desa tersebut.
Rentenir itu, udah tua, bangkotan, eee.... malah tertarik pada putrinya pak
tani yang cakep itu.

Kemudian si rentenir tersebut mengajukan penawaran, dia akan melupakan
hutang2 petani tersebut jika dia dapat menikahi putrinya. Sang petani dan
putrinya pun bingung dengan tawaran tersebut, kayaknya mereka nggak setuju.

Melihat gelagat seperti itu Si rentenir mengajukan tawaran lagi untuk membuat
keputusan. Dia mengatakan, bahwa dia akan meletakkan keping hitam dan keping
putih di dalam kantong kosong, kemudian sang putri petani diharuskan untuk
mengambil satu keping dari kantong
tersebut.

1. Jika sang putri mendapatkan keping hitam, maka dia akan menjadi istri
rentenir tersebut dan hutang2 petani tersebut lunas.
2. Jika sang putri mendapatkan keping putih, maka rentenir tersebut tidak
akan menikahi sang putri dan hutang2 petani tersebut lunas.
3. Jika sang putri menolak mengambil keping, sang petani akan dipenjara.

Berada di halaman petani yang banyak terdapat kepingang2, si rentenir
mengambil 2 keping. Ketika mengambil, mata sang putri yang tajam melihat,
bahwa keping yang dimasukkan ke dalam kantong keduanya berwarna hitam.
Kemudian rentenir itu menyuruh sang putri mengambil keping tersebut di dalam
kantong.

Sekarang bayangkan anda ada di sana, apa yang kamu lakukan jika anda sebagai
putri tersebut?
Jika anda harus menolong sang putri, apa yang harus kau lakukan kepada sang
putri?

Melihat hal seperti itu, ada 3 kemungkinan. ..
1. sang putri menolak untuk mengambil kepingan.
2. sang putri menunjukkan, bahwa yang di dalam kantong tersebut keduanya
adalah berwarna hitam serta mengungkap, bahwa rentenir tersebut curang.
3. sang putri mengambil keping hitam dan mengorbankan dirinya untuk
menyelamatkan ayahnya dari hutang2 dan penjara.

Sekarang pertimbangkan cerita di atas. Pengalaman ini digunakan untuk
membedakan pemikiran logika dan lateral thinking. Dilema sang putri tidak
dapat diselesaikan dengan logika awam. Pikirkan cara lain, jika sang putri
tidak memilih pilihan yang diberikan kepadanya. Apa yang akan anda tawarkan
kepadanya ?

Jangan melihat jawaban di bawah ini, sebelum anda memikirkan cara lain
sebagai saran kepada sang putri, pikirkan 5 menit saja....

>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #
>> >> #

Baik, begini caranya. Sang putri memasukkan tangannya ke dalam kantong dan
mengambil satu keping tersebut. Tanpa melihat keping tersebut, secara
sengaja menjatuhkan (setengah melempar) keping tersebut ke halaman dan
bercampur dengan keping2 yang lain di halaman. 'Oh, betapa bodohnya aku'
kata sang putri, 'tapi, anda nggak usah khawatir, jika tuan melihat sisa
kepingan di dalam kantong, maka tuan akan mengetahui keping mana yang saya
ambil'.
Dengan begitu, sisa yang ada di dalam kantong adalah keping berwarna hitam,
sehingga diasumsikan bahwa sang putri telah mengambil keping yang berwarna
putih.
Sejak rentenir berani menyatakan untuk tidak jujur, sang putri mengubah dari
keadaan yang kelihatannya mustahil menjadi keadaan yang sangat
menguntungkan.

Moral of the story: Semua permasalahan yang kompleks mempunyai jalan keluar.
Yang anda butuhkan hanya melebarkan pemikiran anda. Jika logika anda tidak
bisa bekerja, berusahalah dengan lateral thinking.
Lateral thinking sangat kreatif, mudah dikerjakan tiap hari.

'Rahasia untuk sukses, adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang
lain'.,..... .

Lebih Baik Mulai Menyalakan Lilin daripada terus menerus mengutuki kegelapan
yang menyelubungi Kita...

sumber : mailing list fwd

Saturday, June 28, 2008

Just Do It ! Richard Branson

Saturday, June 28, 2008 0

Sir Richard Branson, Pendiri Virgin Group yang merupakan bisnis konglomerat dengan kekhasan masing-masing perusahaan dengan label "Virgin", terdiri dari industri minuman, rekaman, music , tv kabel , internet, maskapai penerbangan, hingga yang teranyarnya, virgin Galactic. Yang merupakan penerbang wisata luar angkasa dengan menggunakan shuttle untuk penerbangan sub-orbital. Virgin group merupakan perusahaan yang mempunyai ratusan unit usaha di bawahnya. Cerita di balik seorang sosok Richard Branson adalah ketika dia memulai bisnisnya yang pertama dengan mempublikasikan majalah "Student" saat berusia 16 tahun, dan pada saat berusia 17 tahun dia mendirikan organisasi sosial untuk membantu anak muda seusianya. Pada umur 20 tahun dia memulai Virgin , yang merupakan usaha penjualan piring hitam dan kaset via pos yang nantinya menjadikannya sebagai Studio rekaman terkemuka dengan banyak bintang yang telah diluncurkannya seperti , Rolling Stones, Phil Collins , dan Janet Jackson. Karena kontribusinya sebagai teladan bagi jiwa entrepreneurship, dia diberi gelar Knight (Sir) oleh Ratu Inggris.

Satu hal lagi yang bisa kita teladani dari Richard Branson adalah keinginan untuk selalu menjadi yang paling unggul. Keunggulan inilah yang membuat Richard selalu menelurkan ide bisnis baru dan mencari strategi baru untuk selalu tampil terdepan. Ternyata semangat memecahkan rekor ini juga ia terapkan tidak hanya dalam bidang bisnis yang ditekuni, tetapi juga dalam kehidupannya sehari-hari. Beberapa upaya pemecahan rekor telah dilakukannya, misalnya dengan memecahkan rekor kecepatan menyeberangi samudera Atlantik baik dengan kapal maupun dengan mengendarai balon udara terbesar di dunia. Keinginan untuk unggulnya juga membawanya pada ide untuk mendirikan Virgin Atlantic , Ide bisnis ini bermula ketika dia ingin bepergian dengan pesawat terbang namun pesawat mengalami penundaan. Karena kekecewaannya akan hal ini, timbulah ide "Bagaimana kalau saya ciptakan penerbangan saya sendiri yang dapat menyediakan pelayanan yang lebih baik" Yang merupakan kekhasan dari seorang Branson, keinginan untuk menjadi yang unggul. Kemudian Branson "take action" di bisnis maskapai penerbangan dengan mencarter pesawat dari maskapai lain untuk dijual lagi tiketnya secara eceran . Dan ternyata bisnis ini berhasil, yang kemudian menjadi Virgin Atlantic.

Meskipun telah menjadi pengusaha sukses , namun beliau tidak tutup mata terhadap kebutuhan golongan masyarakat kurang beruntung. Branson aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Terutama bidang kesehatan, dengan menjadi pendonor bagi banyak organisasi sosial , menduduki jabatan penting dan badan kehormatan pada beberapa organisasi sosial.

Sudahkah anda :

  • Memiliki Jiwa wirausaha (Entrepreneurship) ?
  • Keinginan untuk menjadi yang unggul dan terdepan ?
  • Jiwa sosial untuk membantu sesama ?

Mungkin anda dapat belajar dari kualitas positif dari Sir Richard Branson.

Kesemua hal tersebut dapat anda temukan dalam bukunya , "9 Prinsisp Sukses dari Sir Richard Branson " 9 prinsip tersebut dirumuskan sebagai berikut :

1. Kerjakan saja!

2. Bersenang-senanglah!

3. Jadilah pemberani

4. Tantang diri sendiri

5. Berdiri di atas kaki sendiri

6. Nikmati setiap detik Anda

7. Hargai Teman dan Keluarga

8. Bersikap Hormat

9. Berusaha Berbuat Baik

Kerjakan saja!
Percaya bahwa apa pun dapat dikerjakan
Tetapkan sasaran
Nikmati hidup sepenuh mungkin
Jangan pernah menyerah
Buat persiapan sebaik mungkin
Percaya kepada diri sendiri
Saling membantu

Salah satunya yang menarik untuk dikutip adalah kerjakan saja ! (Just Do It!) , memang sangat banyak ide yang luar biasa di luar sana, namun semua ide itu hanya akan tinggal ide belaka apabila kita tidak take action. Oleh sebab itu dalam prisip sukses nya , Richard Branson mementingkan kepentingan untuk take action. Hal ini terlihat dari keberaniannya dalam memulai bisnis yang baru dalam industry yang berbeda , beberapa diantaranya tidak sesuai ekspektasi, contoh yang menarik adalah Virgin Cars yang menjual 30 merk mobil ternama via Internet. Perusahaan itu ditutup pada tahun 2005 setelah dibuka tahun 2000 karena penjualan tidak sesuai dengan yang ditargetkan.


Percaya pada apapun dapat dikerjakan. Contoh yang menarik adalah Virgin Galactic , merupakan perusahaan yang bernaung di bawah bendera Virgin Group dan sangat revolusioner yang menawarkan jasa penerbangan wisata sub-orbital . Awalnya mungkin orang melihat bahwa penerbangan wisata melewati jalur sub orbital adalah mahal dan sedikit peminatnya, Namun Branson punya pandangan lain dan percaya bahwa bisnis ini dapat dijalankan dengan membawa penumpang wisata secara massal

Tetapkan sasaran. Hal ini dapat dilihat dari kepiawaian seorang Richard Branson dalam memprediksikan masa depan perusahaan yang akan dia mulai. Dalam setiap bisnisnya , dia mempunyai sasaran dan mengusahakan semaksimal mungkin untuk mencapai sasarannya dan menjadikan banyak perusahaan yang bernaung di bawahnya mencapai sukses.

Nikmati hidup sepenuh mungkin. Terlihat dari gayanya yang flamboyan dalam menjalankan bisnisnya, dan hasrat memecahkan rekornya . Bagi dirinya, memecahkan rekor ataupun menorehkan hal yang sensasional adalah caranya menikmati hidupnya, karena hal tersebut menjadi kesenangan tersendiri baginya. Kita seringkali melihat orang bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dan kemudian sakit-sakitan tanpa sempat menikmati jerih payahnya dan kemudian meninggal. Sungguh menyedihkan.

Bagaimana anda bisa dikatakan sukses jika anda tidak menikmati apa yang anda lakukan ataupun menikmati hasil anda ?

Dalam menjalankan bisnisnya, Richard sangat yakin dan Pede (percaya diri) dengan apa yang akan dimulai olehnya dan pantang menyerah sebelum hal tersebut dia raih, kembali lagi ke jiwa ambisiusnya untuk menjadi yang paling unggul . Jiwa sosialnya untuk saling membantu juga merupakan hal yang mulia yang harus kita contoh, ada filosofi yang berkata bahwa "kekayaan seseorang diukur dari seberapa kayanya hatinya dia memberi" , Banyak pengusaha terkemuka di dunia menyadari pentingnya kontribusi bagi masyarakat. Apalah artinya seseorang yang kaya namun tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat ? Sehingga keuntungan yang telah mereka dapat biasanya mereka berikan lagi ke dalam masyarakat.


Prinsip pertamanya telah dia terapkan dan telah menjadi resep manjur bagi dirinya membangun kerajaan bisnisnya mungkin bisa dijadikan inspirasi bagi jiwa entrepreneurship kita untuk tetap bersikap positif.berani dan berjiwa sosial juga tentunya.

Friday, June 27, 2008

Lessons From Colonel Sanders

Friday, June 27, 2008 0

Kolonel Sanders, Pendiri dari KFC , waralaba terkenal di seluruh dunia. Dimulai saat usianya sudah senja , pada umur 66 tahun. Kolonel Sanders merupakan pensiunan angkatan darat Amerika , menyadari bahwa uang tunjangan hari tuanya semakin menipis, akhirnya memutuskan untuk memulai usahanya , dengan bermodal keahlian memasak . Dia menawarkan resep masakannya ke 1.000 restoran di amerika dan baru pada restoran yang ke 1008 akhirnya menerima resepnya. Bayangkan apabila ternyata kolonel Sanders menyerah pada saat mengunjungi restoran ke-1007. Maka tidak aka nada KFC hari ini ! dan nama kolonel Sanders tidak akan pernah terukir dalam sejarah bisnis waralaba.


 

Pelajaran 1. Tidak pernah ada kata "terlambat"

Walaupun sudah tua, kolonel Sanders tetap berani untuk memulai bisnisnya , bagaimana dengan anda yang mungkin masih muda ?

Tidak pernah ada kata terlalu muda ataupun terlalu tua untuk memulai suatu bisnis apabila kita mau berusaha dan didasari oleh ketekunan.


 

Pelajaran 2. Jangan pernah menyerah , teruslah mencoba

Semangat seorang Kolonel Sanders mungkin bisa jadi inspirasi bagi kita, dengan mencoba 1000 kali lebih dalam menawarkan resepnya. Meskipun telah ditolak berkali-kali namun kolonel Sanders tidak pernah patah semangat dan terus menawarkan resep yang dia yakini akan menjadi bisnis bernilai milyaran dollar hingga hari ini.


 

Sekarang, sosok seorang Kolonel Sanders telah menjadi tokoh yang patut di teladani dalam semangat kewirausahaan. Bisnis waralaba Kolonel Sanders aktif dikelola pada saat usianya 65 tahun, Kemampuan memasaknya didapatkan ketika masih berusia 6 tahun , ayahnya meninggal dan ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi ditambah dengan adik laki-lakinya yang masih berumur 3 tahun, sehingga dia harus menjadi punggung keluarga. Karena kondisi inilah maka ia memasak untuk keluarganya Pada umur 7 tahun , dia sudah pandai memasak dan pada usia 10 tahun dia bekerja untuk pertama kalinya di dekat pertanian dengan gaji hanya $2 sebulan. Umur 12 tahun, ibunya menikah lagi sehingga diapun meninggalkan rumahnya bekerja di pertanian di Greenwood, Indiana. Sanders pun bergonta-ganti pekerjaan, mulai dari umur 15 tahun menjadi tukang parkit di New Albany dan kemudian menjadi tentara , dikirim ke Kuba selama 6 bulan, Menjadi petugas pemadam kebakaran, belajar ilmu hukum, asuransi, operator kapal feri, penjual ban dan operator bengkel. Dalam usia 40 tahun , Kolonel Sanders mulai memasak untuk dihidangkan pada orang yang singgah di bengkelnya. Kolonel Sanders belum mempunyai restoran pada masa itu, makanan itu disajikan di ruang makan bengkel tersebut. Lambat laun, semakin banyak orang yang datang ke tempatnya untuk makan , Kolonel Sanders memutuskan untuk pindah ke seberang jalan dekat penginapan dan restoran yang bisa menampung 142 orang. Selama 9 tahun, Kolonel Sanders menggunakan resep teknik dasar memasaknya hingga saat ini. Citra Sander pun semakin membaik dan akhirnya gubernur Ruby Lafoon memberinya penghargaan atas kontribusinya bagi negara bagian Cuisine.

Hingga akhir hayatnya di usia 90 tahun, karena terserang leukimia. Kolonel Sanders telah melakukan perjalanan sejauh 250.000 mil untuk memperkenalkan masakannya


 

Pelajaran 3. Terimalah kenyataan dan jadikan sebagai hal yang berguna

Walaupun pekerjaannya memasak untuk keluarganya dilakukan pada usia yang sangat belia dan belum tentu dia menyukainya. Namun keadaan telah membuat Sanders muda tidak berdiam di tempat dan melakukan apa yang dapat dia lakukan. Kemampuan memasaknya akhirnya menjadi hal yang berguna bagi dirinya di kemudian hari


 

Pelajaran 4. Temukan potensi diri anda

Sanders selalu mencoba pekerjaan apa saja yang mungkin dia lakukan karena belum menyadari potensi kemampuannya dan resepnya akan menjadi hal yang luar biasa. Mungkin ada dapat menemukan potensi anda sebelum mendekati usia senja anda dan mengejar sukses anda.

Kenapa tidak ?


 

Pelajaran berharga dari Kolonel Sanders adalah bahwa kolonel Sanders tidak melihat hidupnya dalam keputusasaan karena usia dan keyakinan yang kuat terhadap resepnya, sehingga dia mau menempuh ratusan ribu mil untuk memperkenalkan resepnya, hingga ke 1008 kali dan akhirnya diterima.

 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►