Monday, August 3, 2009

TwitterFox ~ add on firefox buat yang suka Tweeting

Monday, August 3, 2009 0
Beberapa hari yang lalu gue coba iseng-iseng ketik keyword "twitter" di form search add ons nya mozilla firefox.... ternyata yang muncul paling top adalah twitterfox !
Berikut adalah tampilan TwitterFox yang selalu muncul di sebelah kanan browser firefox.
bisa dibuka windowsnya ketika mau melakukan update status pada twitter.... sementara kalau lagi ga dipake ya tgl diklik aja sekali lagi.... tar direstore jadi iconnya twitterfox
Twitterfox benar-benar praktis karena bisa digunakan untuk memanage account twitter lebih dari 1 account. Dengan adanya twitterfox ini kita tidak perlu membuka site nya twitter tiap kali ingin update status namun tinggal ketikkan pada twitterfox saja.
Nah bagi yang pengen nyobain langsung aja menuju tkp di https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/5081

Wednesday, July 29, 2009

Akibat perilaku positif berlebihan

Wednesday, July 29, 2009 0
Berikut adalah Sepenggal Cerita Tentang Perilaku Positif

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal
sebelumnya berpesan dua hal: - Pertama :Jangan pernah
menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, - Kedua: Jika
mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya
terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun
setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya
sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup
menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang
bungsu: "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya
tidak boleh menagih hutang kepada orang yang
berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang
kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh
menagih". "Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari
rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar
matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal
sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah
itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang
sama. Jawab anak sulung: "Ini semua adalah karena
saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih
kepada orang yang berhutang kepada saya, maka
saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak
susut". "Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya
berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar
matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit
dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum
toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain
tutup." "Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku
menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama".

Kisah diatas menujukkan kepada kita bagaimana cara seseorang menanggapi sesuatu yang sama akan memberikan dampak yang jauh berbeda. Karena dalam hal ini yang bermain adalah persepsi,
Si Bungsu, menelan mentah-mentah informasi yang dipaparkan ke dirinya sementara
Si Sulung, memproses informasi tersebut.
apa yang membuat cara mereka berbeda ?
Persepi.... Persepsi seorang bungsu adalah bahwa hutang itu boleh dan dia tidak seharusnya menagih apabila ada yang berhutang
sementara.... Persepsi seorang sulung adalah bahwa agar dia tidak perlu menagih, maka dia tidak membolehkan adanya hutang !
Hal yang sederhana sekali tapi memberikan outcomes yang berbeda apabila ditanggapi secara salah.
Intinya adalah kebanyakan hal biasa dapat saja menjadi luar biasa kalau ditanggapi dan dilakukan dengan cara yang luar biasa
sebaliknya, menjadi luar binasa kalau dilakukan dengan cara yang salah !

Dalam hubungan pribadi, Inti cerita ini seringkali terjadi dalam keseharian kita tanpa kita sadari, yang mana memunculkan kesalahpahaman. Karena masing-masing saling menanggapi dengan ego masing-masing ataupun keengganan untuk berpikir secara lateral.
Misalkan
Rina mengatakan Dina langsing .
padahal waktu itu mood Dina sedang jelek-jeleknya dan belum berhasil turunin berat badannya
maka Dina, karena sedang mood jelek jadi bawaannya berpikiran negatif melulu, dikirain meledek. (padahal maksud Rina memuji)
akhirnya Dina pun bete sendiri dan mencuekkan temannya karena dirasa telah menyinggungnya

Disinilah hal-hal sepele kemudian menjadi besar karena salah paham
Jadi sangat penting sekali memanage diri sendiri dalam menanggapi informasi yang datang kepada kita secara matang daripada menelan mentah-mentah-mentah suatu informasi yang datang kepada kita.


Tuesday, July 28, 2009

Hargailah Hidup !

Tuesday, July 28, 2009 0
Malam ini ketika sedang membereskan baju-baju gw. Aku melihat sebuah kaos yang sudah lama tidak kupakai. Di situ tertulis "Respect for Human Life & Dignity" (Hargailah Hidup) dengan gambar Sri Paus Yohanes Paulus II. Aku teringat kecelakaan yang kualami 10 Juni 2009. Dimana aku mengalami kecelakaan kecil karena jatuh dari motor.
Sebelum kejadian itu, aku secara pribadi sedang mengalami gejolak batin. Ingin mengakhiri hidup....

Namun sungguh ajaib kuasa Tuhan, menegurku dengan keras bahwa Hidup itu sangat berharga... karena merupakan karunia dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Untunglah hanya beberapa bagian tubuh yang sakit karena gesekan dengan aspal. Sempat pincang-pincang untuk beberapa minggu dan merasakan betapa tidak nyamanya ketika harus mandi etc etc etc.....
Di masa-masa itu aku pun merenungkan apa hikmah di balik semua ini.
Ntah darimana datangnya suara bahwa ini merupakan teguran dari Tuhan agar aku tidak lagi sembarangan menyebut kata "Aku ingin mati saja"
Sejenak aku membandingkan semuanya itu......
Masa-masa Tidak menghargai hidup ketika sebelum terjadi kecelakaan
Masa-masa Menyesal dan merenung setelah terjadi kecelakaan
Masa-masa Bersyukur karena telah sembuh dari luka akibat kecelakaan

Aku belajar 1 hal disini, ketika kita sedang menghadapi gejolak batin... selalu ada teguran dari Tuhan untuk kita... namun terkadang kita selalu memaki-maki dan menganggapnya suatu petaka. Namun tidak selalu begitu adanya.... andaikata kita mau merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menanggapi semua cobaan yang datang dengan tetap berpegang teguh pada iman kita. Kita akan menemukan maksud dan hikmah dari cobaan-cobaan tersebut

Kadangkala ketika kita terjatuh dalam kubangan lumpur kesedihan, kemalangan dan terlarut dalam keluh kesah, kita sering lupa bahwa Tuhan sedang memberikan kita pelajaran, melatih kita untuk menjadi manusia yang lebih tangguh.

Sikap kita ketika dihadapkan pada persoalan ini menentukan kedewasaan iman kita. Apakah kita ini adalah tipe-tipe orang yang habis manis sepah dibuang ?
Ketika senang lupa akan Tuhan, dan ketika sedih baru mencari Tuhan
Ataukah kita adalah orang yang Selalu bersyukur dengan segala rencana Tuhan pada diri kita ?

You're what you're thinking about !
Still,
Respect our life not because of us, but because of the people who loves you so much...
your family, friends, lovers, etc........ and Firstly, It's a PRICELESS GIFT from your GOD !

Monday, July 27, 2009

Decision .... Akal sehat : Perasaan

Monday, July 27, 2009 0
Malam ini di tengah jalan ketika pulang dari gereja, terlarut dalam obrolan iseng dengan seorang teman.
Si Acong A.K.A Irwanto. Menarik, sebab kali ini yang kita bicarakan adalah tentang keputusan.
Dalam perbincangan kecil itu mengingatkan akan perspektif pribadi gw tentang keputusan itu sendiri.
Keputusan kita sebenarnya ditentukan oleh dua hal yang sangat mempengaruhi
yaitu AKAL SEHAT dan PERASAAN
dengan Akal sehat mewakili rasio dan perasaan mewakili emosi
ya, begitulah yang kami yakini.
Hal ini dapat ditemui manakala kita dihadapkan pada suatu persoalan yang membutuhkan keputusan kita sebagai respon. Misalkan :
Merokok...
Secara akal sehat, banyak sekali orang tahu bahwa merokok itu tidak baik. Namun mereka tetap saja merokok. hal ini disebabkan porsi emosi telah mengalahkan akal sehat itu sendiri
well, kita lihat saja pendapat berikut :
"Iya merokok itu ga baik, tapi banyak orang yang merokok ga mati kok"
"Merokok itu ga baik, tapi ga apa-apalah cuma dikit aja kok "
etc sebangsanya.....
dari beberapa komentar ini kita dapat menilik kembali bahwa porsi rasio telah mengalahkan porsi emosi dalam pikiran seseorang.
porsi emosi menjadi lebih besar bisa dikarenakan pengaruh oleh pergaulan dan lingkungan sekitar (perokok), maupun faktor internal seperti gengsi ataupun sekadar coba2 hingga menjadi ketagihan
<hal di atas semua merupakan hasil refleksi pengalaman pribadi>

Begini cara berpikirnya secara ringkas
LOGIKA : Merokok itu ga sehat, bisa buat orang sakit-sakitan
EMOSI : Ah ga apa-apa, sedikit ga bakal bikin u kanker atau apalah... lebai de lu
LOGIKA : Tapi katanya dikit aja merokok bisa meninggalkan zat racun dalam tubuh
EMOSI : Lu tenang aja, tar juga ada makanan yang bisa mendetoksifikasi racun tersebut
LOGIKA : ............
DECISION : ah ga apa2 deh merokok jaaaaaaaaaaaaaaaaaa dahhhh
hingga akhirnya siperokok menjadi ketagihan dan ketagihan
di level itu, LOGIKAnya hanya bisa terdiam karena pengaruh EMOSI sudah terlalu kuat.....

Gw pribadi cenderung untuk berpikir secara rasio, namun dalam suatu keadaan tertentu, akal sehat mungkin menjadi ciut.... kita harus mampu mengendalikan pikiran kita terhadap perilaku-perilaku buruk dengan intervensi logis ini. Karena Tuhan menganugerahkan kita Logika (akal sehat) untuk berpikir dan membedakan mana yang baik dan buruk.

Nah sekarang mungkin pembaca sekalian bertanya-tanya.... lah kok kelihatannya si PERASAAN ini bersalah banget dan dikit banget perannya disini.
Take it easy bro....
selalu, selalu ada dimana ketika kita harus punya porsi perasaan lebih besar terhadap logika kita ketika memutuskan.

Misalkan
Apa yang membuat kita ingin memberikan recehan kepada pengemis ?
Adalah porsi perasaan yang lebih banyak berperan dalam hal ini. Mengapa demikian ?
Kira-kira begini cara berpikirnya
ketika kita menginginkan sesuatu kita akan membelinya dan membayarnya dengan sejumlah uang. Betul ? disini berlaku prinsip ekonomi
ada uang ada barang. Betul ?
Hahahaha.....
Tapi ketika kita beramal dan memberi recehan kepada seorang pengemis tanpa mendapat apa-apa bukan ?
Namun timbul perasaan lega setelah memberinya, dibanding ketika kita membiarkan... ada sedikit rasa iba yang muncul di hati kita.
Nah disinilah Perasaan kita bekerja.... Kita ikut merasakan kepedihan orang lain dan kemudian membuat DECISION untuk memberikan sedikit uang kita kepada pengemis.

Kita sebenarnya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi apabila kita mau mencoba melatih kepekaan kita dalam menggunakan dua unsur tadi dalam mengambil keputusan dalam hidup kita. Bahkan apabila kita sudah cukup mahir dalam me-manage diri sendiri dalam artian terhadap dua unsur internal pribadi tersebut.... kita bahkan bisa menggunakannya untuk mempengaruhi orang ! Hal inilah yang dapat kita lihat pada para Motivator.....

Beginilah cara kerja Akal sehat dan perasaan ketika kita membuat keputusan menurut perspektif pribadi gw. Namun seringkali kita terlalu cuek terhadap hal-hal sepele ini
Mulai hari ini gw memutuskan untuk meninggalkan rokok untuk sekali lagi dalam hidup gw
setelah mempertimbangkan obrolan gw bersama Irwanto..

Thanks Bro.... You Wake Me UP !

Sunday, July 26, 2009

Bertumbuh dalam iman

Sunday, July 26, 2009 0
Senangnya hari ini telah membhas ttg iman

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►