Sunday, July 26, 2009

Konsistensi dalam ngeBlog

Sunday, July 26, 2009 0
Sudah lama tidak menyentuh blogger untuk beberapa saat. Entah kenapa sekarang terbersit keinginan untuk ngeblog lagi. Mungkin sudah bosan dengan segala rutinitas cek email, notification di facebook, chatting hingga maen game di kompie. Ingin rasanya menuangkan beberapa pengalaman kecil sehari-hari ke dalam blog yang sederhana ini.
Bicara blogging, ternyata yang namanya blogging alias ngeblog itu ternyata butuh niat, antusiasme, komitmen dan konsistensi lohhh

Lho....
soalnya terkadang kita mulai merasa bosan.... oleh sindrom yang saya sebut HHCS....
Apa itu HHCS ?
HOT HOT CHICKEN SHIT
Alias panas-panas taik ayam
lah kenapa gue bisa bilang begitu ?
pada awalnya seseorang yang baru mengenal blog akan sangat antusias dan rajin update blog nya.... tapi namanya juga manusia... terkadang oleh banyak rutinitas dan kegiatan menjadi ga sempattttttttt
Hey... wait....
Itu dia.... GA SEMPAT
merupakan alasan yang sepele.... padahal kita tahu persis bahwa ga sempat itu sebenarnya adalah kurang sempat yang dilebih-lebihkan menjadi ga sempat !!!
Kembali lagi ke HOT HOT CHICKEN SHIT
nah.... karena ada alasan tidak sempat itu akhirnya keluarlah gagasan cemerlang "besok saja", "nanti saja" etc sebangsanya
<ini berdasarkan pengalaman pribadi sih =_=, yang bikin gw pending post ke dua dari mei hingga jadi juli... hahaha>
akhirnya antusiasme dalam ngeBlog akan menjadi padam.....
Seperti itulah HHCS.... awalnya HOT, begitu antusias..... lama kelamaan dingin juga, jadi males nurutin komitmen.
Sekarang gw pribadi sih mencoba untuk lebih commited to blogging karena gw mulai menyadari bahwa blogging itu kegiatan yang sepele namun bermanfaat...
salah satunya adalah
ngeblog itu bisa mengasah kebahasaan kita, dengan kata lain kita dapat melakukan eksplorasi terhadap gaya bahasa pribadi masing-masing. Karena tulisan seseorang mencerminkan bagaimana si penulis itu sendiri !
(kita bicara dalam konteks blog pribadi, yang biasa ditulis sebagai diari untuk curhat ataupun sebagai coretan-coretan iseng pengalaman sehari-hari)
apakah itu dengan bahasa yang sopan, santai, blak-blakan, amburadul ataupun dengan bahasa yang kaku.

Selain itu juga bisa jadi personal branding bagi diri sendiri. Jaman sekarang seringkali kita menemukan di kartu nama seseorang tertulis alamat blog nya. Selain menarik orang untuk mengunjungi blog kita, seringkali blog pribadi kita lebih bisa menjelaskan siapa diri kita ketimbang kita bicara panjang lebar mendeskripsikan diri sendiri. Apalagi blog yang sudah berumur bertahun-tahun. Tentu sudah banyak pengalaman dan curhatan yang telah digoreskan di dalam blog itu.
Biasanya pengunjung blog akan melihat dulu artikel pertama yang nongol di blog....
maka dari itu berusahalah membuat setiap postingan kita untuk semenarik mungkin.... agar orang akan keterusan membaca blog kita.

Selain beberapa hal tersebut di atas, banyak manfaat blogging sih... namun akan kubahas di post-post berikutnya ^_^
Kembali lagi ke komitmen dalam blogging, komitmen untuk blogging itu sebenarnya adalah investasi yang intangible.... investasi waktu, investasi yang memberikan high impact !
Kenapa begitu ? karena kita meluangkan beberapa cuil waktu kita untuk menyusun dokumentasi pengalaman pribadi, pandangan-pandangan, gagasan-gagasan maupun cerita seru yang nantinya bisa kita baca kembali, kita kenang !
ataupun bisa berguna bagi orang lain.... ataupun berguna bagi personal branding diri kita sendiri !
Misalkan seseorang ingin jadi jurnalis, pengisi rubrik etc dia dapat saja merefer orang yang akan merekrutnya ke Blog nya
"Bapak dapat melihat blog saya untuk melihat gaya bahasa dan penulisan saya dalam menulis artikel"
tentu akan sangat mudah bagi orang yang akan merekrut kita dengan membuka alamat blog kita ketimbang meminta kita mengirimkan setumpuk tulisan artikel kita untuk dinilai
Hey Man, ini jaman teknologi informasi.... hari gini ga punya koneksi internet ? hahahaha.....

Bicara lagi komitmen.... komitmen selain menjadi investasi juga dapat melatih mental kita dalam berkomitmen. kenapa ?
seiring kita terus berkomitmen dalam menulis blog, kita akan menemukan arti dari komitmen itu sendiri !
betapa hasil yang didapat dari komitmen kita untuk beberapa waktu yang lama...
nah, lama kelamaan ini akan membentuk habit kita untuk melakukan hal yang sifatnya rutin menjadi hal yang tidak membosankan karena kita sudah menganggapnya sebagai suatu komitmen dan kita sudah merasakan manfaat dari komitmen kita sendiri

Nah bagi anda yang baru mulai ngeBlog, jangan deh sampai terkena sindrom HHCS itu tadi...
and bagi yang pernah ngeBlog terus bosan..... bisa mencoba sekali lagi... seperti hal nya gw. gw juga sedang mencoba untuk eksplorasi pribadi terhadap arti komitmen itu sendiri
dimulai dari hal yang sepele dulu.... seperti blogging hehehe....

Well, sampai sini dulu kebawelan gw dalam nulis blog. Ga ada gunanya ngomong banyak-banyak tapi prakteknya NOL BESAR !
seperti Slogan Nike
JUST DO IT <<< HOhoho.... Love it !

Selamat mencoba ^_^

Survey perilaku pengguna Facebook

Suatu hari gw bikin 1 account facebook dengan tujuan untuk melakukan survei kecil-kecilan
account fb ini memperkenalkan diri sebagai pria berumur 22 dan berlokasi di Jakarta, dengan status single, kuliah dan sambil kerja
dengan pembawaan pribadi yang humoris dan cenderung ramah....

Sample : 1097 orang (287 orang dari 1097diambil dari account facebook saya)
Lokasi : Jakarta
Metode Sampling : Snowball
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Single
rentang umur : 18-23
Agama : Kristen, Katolik, dan Buddha
Time fence sampling : 68 hari (1 Maret ~ 6 Juni )

Subjek : Interaksi dan kontinuitas hubungan
842/1097 menerima ajakan untuk berteman
148/842 orang menulis di wall orang yang meng add dia "thanks for the add"
92/148 membalas lagi tanggapan di wall nya
52/92 terlibat pembicaraan asik di wall
37/52 membalas message yang di send ke inbox mereka
29/58 meminta/memberikan alamat contact (email/no hp)
18/37 mengajak untuk kopi darat
14/18 benar2 serius dan hadir pada kopi darat
8/14 keep contact dan sering smsan/call
3/7 mempunyai intensi untuk menjadi teman/TTM/pacar etc
3 orang itu umurnya adalah 20,21 & 23

Subjek : Marketing tools
pengujian dilakukan dengan memajang status untuk "jualan"
barang yang ditawarkan adalah aksesoris yang terkait dengan hello kitty sebanyak 5 items
range harga items : Rp. 25.000 - Rp. 65.000
344/842 mengomentari status dan photo barang yang dijual
102/344 melakukan penawaran
89/271 meminta no hp / YM
22/89 bersedia membayar via transfer 36/89 bersedia COD/ketemuan dan sisanya kehilangan minat
6/22 mentransfer, namun items tidak dikirimkan dan uang mereka di transfer kembali ke mereka

Subjek :
Komposisi antara Kuliah, Kerja dan kuliah sambil kerja
............ akan diisi kemudian



to be continued....
data akan diupdate terus hingga sampel mencapai 1500 orang
penelitian akan subjek lain sedang ditabulasi di excel sehingga membutuhkan waktu untuk mempublikasikannya

PS : Analisis akan di keluarkan kemudian
namun mempertimbangkan analisisnya cenderung subjektif daripada objektif

Sunday, March 15, 2009

Katekumen, antara konsistensi, komitmen dan tanggung jawab

Sunday, March 15, 2009 0

Pagi ini saya menghadiri kelas katekumen di kampus Syahdan seperti biasanya… Pada awalnya sih saya merasa agak malas dan mau bolos saja.
Tapi ntah kenapa gw tiba2 mau-mau saja beranjak dari tempat tidur selekasnya ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk menuju kampus syahdan…
Hmm, ternyata katekumen kali ini sama saja seperti biasanya…. tetap pada pola kelas yang pasif. mungkin karena masih pertemuan awal sehingga belum saling mengenal diantara yang hadir.
Situasi kelas begitu tenang, dan saya sangat menikmati situasi kelas seperti ini daripada kelas pada hari-hari kuliah yang biasanya tidak pernah absen dengan yang namanya ribut
Ada hal yang menarik disini….
berbicara tentang menjadi seorang katekumen, dituntut akan adanya konsistensi , komitmen dan tanggung jawab.

Konsistensi, tanpa konsistensi…. iman yang telah dibina selama bertahun-tahun akan pudar juga lama-kelamaan. mungkin itu sebabnya, tidak mudah untuk bisa langsung menjadi seorang katolik. oleh sebab itu gereja mengharuskan seseorang secara konsisten dan berkelanjutan membina diri melalui media katekumen ini sebelum akhirnya siap untuk menerima kristus dan menjadi bagian dari gereja

Komitmen, salah satu penyokong iman kita. tanpa dilandasi komitmen biasanya akan timbul rasa bosan. Ketika rasa bosan ini lebih besar dari komitmen kita, maka akan timbul penyakit malas, malas hadir di misa, malas hadir di kelas katekumen. Dari komitmen diri ini sendiri, kita melatih diri sendiri untuk bertahan terhadap godaan dari kebosanan.
Bosan adalah hal yang lazim ketika kita mengikuti hal yang sifatnya rutin, namun menjadi tantangan bagi kita bagaimana mengelola rasa bosan tersebut agar tetap bisa mempertahankan komitmen ini.

Tanggung jawab, berbicara tanggung jawab. Setiap orang katolik hendaknya bertanggung jawab untuk tetap menjaga imannya ketika diterima menjadi pengikut Kristus. Dan gw rasa, itulah yang coba diajarkan dalam masa-masa katekumen yang panjang ini.

Pada akhir kelas, diadakan penunjukkan siapa yang akan menjadi ketua dan bendahara kelas. awalnya kelas diam dan hening….. tidak ada satupun yang berani mengajukan diri untuk menjadi bendahara kelas, hingga akhirnya entah dorongan apa yang membuatku mengajukan diri.

Btw, ada hikmahnya juga… biar gw ada tanggung jawabnya dan rasa ingin bolos itu bisa rada ditekan karena bertanggung jawab memegang kas dari kelas katekumen :D

See…. too many things to learn everyday…
if we give it a little review in a personal insight

Thursday, March 5, 2009

Albert Wu ?

Thursday, March 5, 2009 0

Ngga banyak yang bisa gw ceritakan tentang gw. Hanya secuil informasi dasar layaknya kita kenalan dengan orang yang akan membaca blog ini, yang akan gw publish disini

Nama gw, Albert Wu. Nama yang bagus , walaupun cuma sesimpel satu suku kata. Sesuai dengan orangnya, simpel, ga bertele-tele, to the point dan ga rewel. Albert berasal dari bahasa inggris kuno, prancis , skotlandia, skandinavia, gaelic dan negara2 eropa lainnya.
Albert berarti “noble and bright ( terhormat dan cemerlang )
bert, berasal dari kata “bright” yang dibaca dengan aksen prancis
Sedangkan Wu, berasal dari marga gw yang di “mandarin” kan. Marga gw dalam Bahasa Khek (bahasa ibu gw) adalah Ng , sementara dalam penulisan karakter Cina nya, dibaca dengan Wu (吳). Gw termasuk orang yang muda di angkatan gw, artinya teman-teman sekelas ataupun seangkatan gw umurnya pada dasarnya lebih tua 1 - 2 tahun dibandingkan gw. Gw lahir di Singkawang, Juni 88 yang terkenal dengan sebuatan kota “amoy” dimana banyak cewek2 cakepnya heheh….

Ada keanehan disini, tahun lahir gw 88 dan jumlah dari nama gw (Albert+Wu) adalah 8. Good fengshui for name huh :D . And guess what, I love “8″. Gendud(makmur) , kayak lambang “takhingga” artinya ya klo dipikir2 ala gw, 8 = kemakmuran yang tak berkesudahan hohoho….

Horoskop gw , gemini yang terkenal dengan kembar memberikan seolah-olah memiliki dua kepribadian. Somehow, itu bener juga … kadang bisa cerewet abis kadang bisa diemmm banget kayak kuburan. Konon, ada dua sisi kepribadian Gemini yang bisa ditampilkan; kepekaan mendalam dan penuh pengertian, berbalik dengan emosi yang meledak-ledak dan sikap asal-asalan yang muncul tak terduga.
Katanya sih, orang gemini itu adalah orang yang punya banyak hobi dan minat yang luas (gue banget booo, dari membaca, berenang , memancing, maen catur, baca novel hingga ngutak-atik komputer dan peralatan elektronik)

Orang gemini pada dasarnya adalah tipikal yang cerdik, gesit, komunikatif, luwes, cerdas, supel, boros, nggak tegas, plin-plan, tidak realistis, malas mencari jalan keluar dari masalah dan cenderung untuk melarikan diri.

Believe it or not, gw rasa yang bagusnya semua bener , sedangkan yang jelek-jeleknya (nobody’s perfect, you know I know laaa. Keep improving laaa) Dibesarkan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat dan tahun 2005 merantau ke Jakarta sembari kuliah di BINUS UNIVERSITY, Jurusan teknik Industri dengan konsentrasi pada Product Development dan sekarang lagi terombang ambing menentukan arah ketika di penghujung hidup kuliah.Tau deh tuh jurusan teknik industri, nyomot sana sini tuh ilmunya. kaga ada yang focused and detailed akan spesialisasinya, somehow membuat gw binggung juga, but it’s okay lahhh. That’s flavour of life, campur aduk, artinya gw seharusnya capable untuk multitasking dong karena secara keilmuan aja gw dirancang untuk jadi generalis

Dolonya punya blog sih di http://livenotee.blogspot.com namun sekarang ingin mencari tantangan dengan menggunakan wordpress dan juga seiring tuh blog di blogger sudah kurang “personal” gw rasa sudah saat berganti and rebranding . finally, I choose wordpress

Okay, just that my words……

Here’s my blog, proudly presents to you who love to read this blog.
Blog ini isinya hanya sekadar cerita-cerita sepele dan buah pikiran yang iseng-iseng nyantol dan nongol aja di kepala, sekaligus dokumentasi tentang kehidupan gw.

Wednesday, February 25, 2009

Simpati dan Empati

Wednesday, February 25, 2009 0
Simpati dan Empati

Kitapernah menyaksikan bahkan mungkin pernah mengalami sendiri cuplikan percapakan
dari seorang atasan kepada bawahannya berikut. �Anita. Hari ini Anda
terlambat lagi.Terlambat lagi....Saya ingatkan jika Anda terlambat lagi, saya
akan meminta bagian personalia membuat surat peringatan. Saya tidak mau tahu
bagaimana caranya agar Anda tidak terlambat lagi besok. Keterlamabatan lagi
tidak bisa ditolerir ! Yang lain sudah mulai sibuk, Anda enak saja baru
sampai

Jika Anda adalah Arini, apa yang Anda rasakan ? Lalu jika
Anda adalah sahabat Arini, mendengar Arini bercerita sambil meneteskan air
matanya, bagaimana penilaian Anda terhadap atasannya ? Sikap arogan ? Sikap
sebagai seorang pemimpin ? Adakah penilaian ingin menang sendiri? tidak mau
tahu kesulitan orang lain?

Sekarang, bandingkan dengan percakapan berikut. Arini, ketika Anda terlambat, saya
perhatikan Anda hadir dengan tergesa-gesa dan merasa canggung dilihat
teman-teman. Ketika yang lain sudah mulai bekerja, Anda baru sampai. Jadinya
pagi ini, mood Anda teganggu. Bukankah sudah waktunya sekarang Anda berpikir
dan berusaha lebih serius untuk mengatasi keterlambatan itu. Contohnya dalam
seminggu ini Anda sudah tiga kali terlambat, masing-masing sepuluh menit. Saya
tahu Anda sendiri tidak suka hal itu, jadi saya yakin Anda berusaha
sungguh-sungguh, Anda akan mampu mengatasi masalah ini. Semua orang disini
berharap Anda ikut menjaga disiplin waktu serta menghormati perasaan
teman-teman yang tidak terlambat


Bagaimana perasaan Anda ? Bagaimana perasaan Arini ? Dan
bagaimana perasaan bos Arini ?

Jika Anda diminta untuk memilih bos mana yang Anda
inginkan, 99,9 % pasti memilih bos-nya Arini...Kenapa ?

Sahabat-sahabatku,

Empati
tidaklah sama dengan simpati. Bersimpati
artinya perasaan Anda hanyut untuk ikut merasakan if I were on your shoes. Emosi Anda tergambar melalui bahasa tubuh
bahwa Anda tenggelam dalam kebersamaan. Dalam simpati, Anda lebih banyak
merespons dengan perasaan.

Berempati tidak berarti Anda sepakat, melainkan Anda
secara mendalam mencoba mengerti orang itu, baik dari segi emosional mapun
intelektual. Anda mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak
hanya kata-katanya. Dalam empati Anda mendengar dengan hati, mata dan pikiran
secara objektif, bahkan menggunakan sekaligus semua panca indera Anda.

Maka, dalam berinteraksi dengan orang lain antar rekan
kerja di kantor, antara atasan-bawahan, dalam anggota keluarga, dalam
masyarakat, dalamorganisasi dll... tidak cukup sekedar simpati saja namun juga ber-empati.

Berikut ini kiat-kiat menjaga serta membangun empati
dalam interaksi secara jitu.

Gunakan
Corrective feedback

Feedback yang tepat akan
menjaga harga diri dan rasa percaya diri serta membangun kerjasama. Contoh :
kasus pada bos Arini diatas

Gunakan
Positive feedback

Sikap ini dapat menciptakan
suasana menyenangkan, bahkan dapat membakar semangat orang yang mendengarnya.
Ungkapkanlah positive feedback dengan cara, misal contoh :
Yuyun, Anda pantas merasa bangga dan gembira. Saya mendengar Anda sudah
berhasil mendapatkan perusahaan katering yang memenuhi persyaratan dan standard
mutu perusahaan. Kontrak
sudah ditandatangi, bukan ? Tentu hal itu sangat baik bagi kita semua di
perusahaan ini.

Hindari
negative feedback

Sikap ini akan menghancurkan hubungan
baik dan kerjasama yang telah dijalin selama ini. Contoh : kasus pada bos Anita
diatas.

Pilih
situati dan kondisi yang tepat

Interaksi yang buruk biasanya
bisa juga terjadi karena Anda memperlakukan sama semua situasi dan kondisi
(sikon) tatkala berkomunikasi. Anda harus tahu kapan bercanda dan kapan serius
sesuai dengan topik pembicaraan.

Perhatikan
kepada siapa Anda berbicara

Apabila Anda berbicara kepada
karyawan rendahan, yang biasanya mengeyam hanya pendidikan rendah, tentu Anda
perlu memperhitungkan kecepatan berbicara, pemilihan kata-kata, serta banyak
dan rumitnya materi yang disampaikan. Jangan menggunakan istilah-istilah bahasa
asing, gunakanlah istilah yang akrab dengan kuping karyawan tersebut. Artinya,
Anda terpaksa menyetel diri Anda agar nyambung dengan teman bicara
tersebut.

Perhatikan
pesan/isi

Jika yang akan disampaikan
adalah hal-hal yang rumit dan banyak, sebaiknya Anda buatkan pesan/materi
tersebut dalam bentuk tertulis. Pada umumnya, karyawan hanya mampu mengingat
paling banyak tiga hal dalam satu instruksi.Jika lebih dari tiga hal yang harus
dihafalnya, instruksi itu sebaiknya dibuatkan tertulis.
 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►