Sunday, July 26, 2009
Survey perilaku pengguna Facebook
account fb ini memperkenalkan diri sebagai pria berumur 22 dan berlokasi di Jakarta, dengan status single, kuliah dan sambil kerja
dengan pembawaan pribadi yang humoris dan cenderung ramah....
Sample : 1097 orang (287 orang dari 1097diambil dari account facebook saya)
Lokasi : Jakarta
Metode Sampling : Snowball
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Single
rentang umur : 18-23
Agama : Kristen, Katolik, dan Buddha
Time fence sampling : 68 hari (1 Maret ~ 6 Juni )
Subjek : Interaksi dan kontinuitas hubungan
842/1097 menerima ajakan untuk berteman
148/842 orang menulis di wall orang yang meng add dia "thanks for the add"
92/148 membalas lagi tanggapan di wall nya
52/92 terlibat pembicaraan asik di wall
37/52 membalas message yang di send ke inbox mereka
29/58 meminta/memberikan alamat contact (email/no hp)
18/37 mengajak untuk kopi darat
14/18 benar2 serius dan hadir pada kopi darat
8/14 keep contact dan sering smsan/call
3/7 mempunyai intensi untuk menjadi teman/TTM/pacar etc
3 orang itu umurnya adalah 20,21 & 23
Subjek : Marketing tools
pengujian dilakukan dengan memajang status untuk "jualan"
barang yang ditawarkan adalah aksesoris yang terkait dengan hello kitty sebanyak 5 items
range harga items : Rp. 25.000 - Rp. 65.000
344/842 mengomentari status dan photo barang yang dijual
102/344 melakukan penawaran
89/271 meminta no hp / YM
22/89 bersedia membayar via transfer 36/89 bersedia COD/ketemuan dan sisanya kehilangan minat
6/22 mentransfer, namun items tidak dikirimkan dan uang mereka di transfer kembali ke mereka
Subjek :
Komposisi antara Kuliah, Kerja dan kuliah sambil kerja
............ akan diisi kemudian
to be continued....
data akan diupdate terus hingga sampel mencapai 1500 orang
penelitian akan subjek lain sedang ditabulasi di excel sehingga membutuhkan waktu untuk mempublikasikannya
PS : Analisis akan di keluarkan kemudian
namun mempertimbangkan analisisnya cenderung subjektif daripada objektif
Sunday, March 15, 2009
Katekumen, antara konsistensi, komitmen dan tanggung jawab
Pagi ini saya menghadiri kelas katekumen di kampus Syahdan seperti biasanya… Pada awalnya sih saya merasa agak malas dan mau bolos saja.
Tapi ntah kenapa gw tiba2 mau-mau saja beranjak dari tempat tidur selekasnya ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk menuju kampus syahdan…
Hmm, ternyata katekumen kali ini sama saja seperti biasanya…. tetap pada pola kelas yang pasif. mungkin karena masih pertemuan awal sehingga belum saling mengenal diantara yang hadir.
Situasi kelas begitu tenang, dan saya sangat menikmati situasi kelas seperti ini daripada kelas pada hari-hari kuliah yang biasanya tidak pernah absen dengan yang namanya ribut
Ada hal yang menarik disini….
berbicara tentang menjadi seorang katekumen, dituntut akan adanya konsistensi , komitmen dan tanggung jawab.
Konsistensi, tanpa konsistensi…. iman yang telah dibina selama bertahun-tahun akan pudar juga lama-kelamaan. mungkin itu sebabnya, tidak mudah untuk bisa langsung menjadi seorang katolik. oleh sebab itu gereja mengharuskan seseorang secara konsisten dan berkelanjutan membina diri melalui media katekumen ini sebelum akhirnya siap untuk menerima kristus dan menjadi bagian dari gereja
Komitmen, salah satu penyokong iman kita. tanpa dilandasi komitmen biasanya akan timbul rasa bosan. Ketika rasa bosan ini lebih besar dari komitmen kita, maka akan timbul penyakit malas, malas hadir di misa, malas hadir di kelas katekumen. Dari komitmen diri ini sendiri, kita melatih diri sendiri untuk bertahan terhadap godaan dari kebosanan.
Bosan adalah hal yang lazim ketika kita mengikuti hal yang sifatnya rutin, namun menjadi tantangan bagi kita bagaimana mengelola rasa bosan tersebut agar tetap bisa mempertahankan komitmen ini.
Tanggung jawab, berbicara tanggung jawab. Setiap orang katolik hendaknya bertanggung jawab untuk tetap menjaga imannya ketika diterima menjadi pengikut Kristus. Dan gw rasa, itulah yang coba diajarkan dalam masa-masa katekumen yang panjang ini.
Pada akhir kelas, diadakan penunjukkan siapa yang akan menjadi ketua dan bendahara kelas. awalnya kelas diam dan hening….. tidak ada satupun yang berani mengajukan diri untuk menjadi bendahara kelas, hingga akhirnya entah dorongan apa yang membuatku mengajukan diri.
Btw, ada hikmahnya juga… biar gw ada tanggung jawabnya dan rasa ingin bolos itu bisa rada ditekan karena bertanggung jawab memegang kas dari kelas katekumen
See…. too many things to learn everyday…
if we give it a little review in a personal insight
Thursday, March 5, 2009
Albert Wu ?
Ngga banyak yang bisa gw ceritakan tentang gw. Hanya secuil informasi dasar layaknya kita kenalan dengan orang yang akan membaca blog ini, yang akan gw publish disini
Nama gw, Albert Wu. Nama yang bagus , walaupun cuma sesimpel satu suku kata. Sesuai dengan orangnya, simpel, ga bertele-tele, to the point dan ga rewel. Albert berasal dari bahasa inggris kuno, prancis , skotlandia, skandinavia, gaelic dan negara2 eropa lainnya.
Albert berarti “noble and bright ( terhormat dan cemerlang )
bert, berasal dari kata “bright” yang dibaca dengan aksen prancis
Sedangkan Wu, berasal dari marga gw yang di “mandarin” kan. Marga gw dalam Bahasa Khek (bahasa ibu gw) adalah Ng , sementara dalam penulisan karakter Cina nya, dibaca dengan Wu (吳). Gw termasuk orang yang muda di angkatan gw, artinya teman-teman sekelas ataupun seangkatan gw umurnya pada dasarnya lebih tua 1 - 2 tahun dibandingkan gw. Gw lahir di Singkawang, Juni 88 yang terkenal dengan sebuatan kota “amoy” dimana banyak cewek2 cakepnya heheh….
Ada keanehan disini, tahun lahir gw 88 dan jumlah dari nama gw (Albert+Wu) adalah 8. Good fengshui for name huh . And guess what, I love “8″. Gendud(makmur) , kayak lambang “takhingga” artinya ya klo dipikir2 ala gw, 8 = kemakmuran yang tak berkesudahan hohoho….
Horoskop gw , gemini yang terkenal dengan kembar memberikan seolah-olah memiliki dua kepribadian. Somehow, itu bener juga … kadang bisa cerewet abis kadang bisa diemmm banget kayak kuburan. Konon, ada dua sisi kepribadian Gemini yang bisa ditampilkan; kepekaan mendalam dan penuh pengertian, berbalik dengan emosi yang meledak-ledak dan sikap asal-asalan yang muncul tak terduga.
Katanya sih, orang gemini itu adalah orang yang punya banyak hobi dan minat yang luas (gue banget booo, dari membaca, berenang , memancing, maen catur, baca novel hingga ngutak-atik komputer dan peralatan elektronik)
Orang gemini pada dasarnya adalah tipikal yang cerdik, gesit, komunikatif, luwes, cerdas, supel, boros, nggak tegas, plin-plan, tidak realistis, malas mencari jalan keluar dari masalah dan cenderung untuk melarikan diri.
Believe it or not, gw rasa yang bagusnya semua bener , sedangkan yang jelek-jeleknya (nobody’s perfect, you know I know laaa. Keep improving laaa) Dibesarkan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat dan tahun 2005 merantau ke Jakarta sembari kuliah di BINUS UNIVERSITY, Jurusan teknik Industri dengan konsentrasi pada Product Development dan sekarang lagi terombang ambing menentukan arah ketika di penghujung hidup kuliah.Tau deh tuh jurusan teknik industri, nyomot sana sini tuh ilmunya. kaga ada yang focused and detailed akan spesialisasinya, somehow membuat gw binggung juga, but it’s okay lahhh. That’s flavour of life, campur aduk, artinya gw seharusnya capable untuk multitasking dong karena secara keilmuan aja gw dirancang untuk jadi generalis
Dolonya punya blog sih di http://livenotee.blogspot.com namun sekarang ingin mencari tantangan dengan menggunakan wordpress dan juga seiring tuh blog di blogger sudah kurang “personal” gw rasa sudah saat berganti and rebranding . finally, I choose wordpress
Okay, just that my words……
Here’s my blog, proudly presents to you who love to read this blog.
Blog ini isinya hanya sekadar cerita-cerita sepele dan buah pikiran yang iseng-iseng nyantol dan nongol aja di kepala, sekaligus dokumentasi tentang kehidupan gw.
Wednesday, February 25, 2009
Simpati dan Empati
Kitapernah menyaksikan bahkan mungkin pernah mengalami sendiri cuplikan percapakan
dari seorang atasan kepada bawahannya berikut. �Anita. Hari ini Anda
terlambat lagi.Terlambat lagi....Saya ingatkan jika Anda terlambat lagi, saya
akan meminta bagian personalia membuat surat peringatan. Saya tidak mau tahu
bagaimana caranya agar Anda tidak terlambat lagi besok. Keterlamabatan lagi
tidak bisa ditolerir ! Yang lain sudah mulai sibuk, Anda enak saja baru
sampai
Jika Anda adalah Arini, apa yang Anda rasakan ? Lalu jika
Anda adalah sahabat Arini, mendengar Arini bercerita sambil meneteskan air
matanya, bagaimana penilaian Anda terhadap atasannya ? Sikap arogan ? Sikap
sebagai seorang pemimpin ? Adakah penilaian ingin menang sendiri? tidak mau
tahu kesulitan orang lain?
Sekarang, bandingkan dengan percakapan berikut. Arini, ketika Anda terlambat, saya
perhatikan Anda hadir dengan tergesa-gesa dan merasa canggung dilihat
teman-teman. Ketika yang lain sudah mulai bekerja, Anda baru sampai. Jadinya
pagi ini, mood Anda teganggu. Bukankah sudah waktunya sekarang Anda berpikir
dan berusaha lebih serius untuk mengatasi keterlambatan itu. Contohnya dalam
seminggu ini Anda sudah tiga kali terlambat, masing-masing sepuluh menit. Saya
tahu Anda sendiri tidak suka hal itu, jadi saya yakin Anda berusaha
sungguh-sungguh, Anda akan mampu mengatasi masalah ini. Semua orang disini
berharap Anda ikut menjaga disiplin waktu serta menghormati perasaan
teman-teman yang tidak terlambat
Bagaimana perasaan Anda ? Bagaimana perasaan Arini ? Dan
bagaimana perasaan bos Arini ?
Jika Anda diminta untuk memilih bos mana yang Anda
inginkan, 99,9 % pasti memilih bos-nya Arini...Kenapa ?
Sahabat-sahabatku,
Empati
tidaklah sama dengan simpati. Bersimpati
artinya perasaan Anda hanyut untuk ikut merasakan if I were on your shoes. Emosi Anda tergambar melalui bahasa tubuh
bahwa Anda tenggelam dalam kebersamaan. Dalam simpati, Anda lebih banyak
merespons dengan perasaan.
Berempati tidak berarti Anda sepakat, melainkan Anda
secara mendalam mencoba mengerti orang itu, baik dari segi emosional mapun
intelektual. Anda mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak
hanya kata-katanya. Dalam empati Anda mendengar dengan hati, mata dan pikiran
secara objektif, bahkan menggunakan sekaligus semua panca indera Anda.
Maka, dalam berinteraksi dengan orang lain antar rekan
kerja di kantor, antara atasan-bawahan, dalam anggota keluarga, dalam
masyarakat, dalamorganisasi dll... tidak cukup sekedar simpati saja namun juga ber-empati.
Berikut ini kiat-kiat menjaga serta membangun empati
dalam interaksi secara jitu.
Gunakan
Corrective feedback
Feedback yang tepat akan
menjaga harga diri dan rasa percaya diri serta membangun kerjasama. Contoh :
kasus pada bos Arini diatas
Gunakan
Positive feedback
Sikap ini dapat menciptakan
suasana menyenangkan, bahkan dapat membakar semangat orang yang mendengarnya.
Ungkapkanlah positive feedback dengan cara, misal contoh :
Yuyun, Anda pantas merasa bangga dan gembira. Saya mendengar Anda sudah
berhasil mendapatkan perusahaan katering yang memenuhi persyaratan dan standard
mutu perusahaan. Kontrak
sudah ditandatangi, bukan ? Tentu hal itu sangat baik bagi kita semua di
perusahaan ini.
Hindari
negative feedback
Sikap ini akan menghancurkan hubungan
baik dan kerjasama yang telah dijalin selama ini. Contoh : kasus pada bos Anita
diatas.
Pilih
situati dan kondisi yang tepat
Interaksi yang buruk biasanya
bisa juga terjadi karena Anda memperlakukan sama semua situasi dan kondisi
(sikon) tatkala berkomunikasi. Anda harus tahu kapan bercanda dan kapan serius
sesuai dengan topik pembicaraan.
Perhatikan
kepada siapa Anda berbicara
Apabila Anda berbicara kepada
karyawan rendahan, yang biasanya mengeyam hanya pendidikan rendah, tentu Anda
perlu memperhitungkan kecepatan berbicara, pemilihan kata-kata, serta banyak
dan rumitnya materi yang disampaikan. Jangan menggunakan istilah-istilah bahasa
asing, gunakanlah istilah yang akrab dengan kuping karyawan tersebut. Artinya,
Anda terpaksa menyetel diri Anda agar nyambung dengan teman bicara
tersebut.
Perhatikan
pesan/isi
Jika yang akan disampaikan
adalah hal-hal yang rumit dan banyak, sebaiknya Anda buatkan pesan/materi
tersebut dalam bentuk tertulis. Pada umumnya, karyawan hanya mampu mengingat
paling banyak tiga hal dalam satu instruksi.Jika lebih dari tiga hal yang harus
dihafalnya, instruksi itu sebaiknya dibuatkan tertulis.
Saturday, January 10, 2009
Which Kind Of Love You're In ?
Gairah (Passion)
merupakan sisi pendorong dalam cinta dan seringkali muncul sebagai hal yang fisiologis berupa suatu keinginan yang dinyatakan secara fisik. hal yang paling mudah terlihat adalah sentuhan, belaian , dan berpegangan tangan hingga hubungan seksual. Sternberg menjelaskan bahwa hal ini merupakan sifat alamiah manusia dimana ketertarikan secara fisik pada awalnya mengalami perkembangan yang begitu cepat.
Ini menjelaskan kenapa wanita/pria bisa tertarik pada lawan jenisnya dengan melihat wajah, bentuk tubuh dan hal-hal penampakan fisik lainnya.
Keintiman (Intimacy)
Merupakan sisi emosional dalam cinta.
Keintiman disini memiliki kualitas sebagai "teman baik" ataupun "teman hidup". Dalam emosi terdalam jiwa kita, kita memerlukan dan menginginkan seseorang yang bisa mengenal , memahami diri kita sendiri jauh daripada orang lain. Keintiman seringkali mengisi kerinduan kita akan suatu penerimaan dan kedekatan
Ini menjelaskan kenapa seseorang bisa begitu menginginkan lawan jenisnya dalam jangka waktu yang singkat maupun hingga akhir hayatnya.
Komitmen (Commitment)
Komitmen merupakan sisi logis dari suatu hubungan dan seringkali adalah faktor pengikatnya . Komitmen mempunyai pandangan ke depan dan seringkali memberikan ketenangan akan suatu kepastian di tengah-tengah ketidakpastian. Seringkali kita mendengar ucapan "Aku mencintai mu apa adanya" , merupakan salah satu contoh komitmen untuk mencintai seseorang.
Karena dalam suatu hubungan, tanpa komitmen menempatkan kita seolah-olah dalam arah yang tidak jelas mau dibawa kemana hubungan tersebut.
Ini Menjelaskan kenapa seseorang dapat berjanji untuk suatu hal dalam hubungan mereka dan merupakan salah satu faktor yang membawa pasangan-pasangan menuju pelaminan.
Penilaian kita terhadap seseorang dapat menjadi dasar dari hubungan cinta kita.
Secara tidak langsung penilaian umum "Brain Beauty n Behaviour" telah membawa kita melihat lebih jauh ketiga hal tersebut.Tergantung kita menempatkan mana sebagai prioritas utama dalam menilai pasangan kita.
"Brain" sebagai prioritas seringkali membuat kita terlibat dalam jenis cinta dengan kehadiran komitmen (Commitment) sementara "Beauty"seringkali membuat kita melihat secara fisik dan hubungan cinta yang seringkali muncul didasari oleh gairah (Passion). "Behaviour" akan membawa kita pada hubungan yang cenderung melibatkan emosi di dalamnya"
Menurut Sternberg, dengan 3 elemen tersebut, kita dapat mendefinisikan bagaimana jenis hubungan cinta yang kita jalani berdasarkan kombinasi 2 elemen dengan komposisi terbesar.
1. Romantic Love
Merupakan cinta yang didasari oleh gairah (passion) dan keintiman (Intimacy). Jenis cinta ini merupakan cinta yang terbentuk atas dasar ketertarikan fisik dan rasa kepedulian , empati yang mendalam. akan tetapi tidak ada komitmen di dalamnya, sehingga romantic love seringkali dialami oleh pasangan anak muda yang baru pertama kali mengenal cinta dan tidak berpikiran tentang perlunya suatu komitmen.
2. Fatuous Love
Fatuous Love atau disebut cinta yang bodoh merupakan kombinasi dari gairah (passion) dan komitmen (Commitment). Hal ini disebut bodoh , karena suatu komitmen dibuat dengan didasari oleh gairah dan mengesampingkan elemen keintiman (Intimacy) sebagai penstabil dalam hubungan tersebut . Hal ini seringkali dialami oleh orang-orang dengan pola pacaran putus-sambung ataupun pasangan yang sudah menikah dan bercerai dalam waktu singkat. Karena pada jenis pasangan seperti ini, pada mulanya gairah mendominasi dan membuat suatu tingkat ketertarikan yang tinggi dan membawa pada suatu keinginan untuk membuat suatu komitmen tanpa saling mengenal lebih jauh akan seberapa jauh keintiman diantara mereka akan mempertahankan hubungan tersebut
3. Friendship Love
Cinta model ini merupakan jenis cinta dengan kombinasi Keintiman (Intimacy) dan Komitmen (Commitment). Dasar dari cinta ini adalah suatu hubungan emosional yang kuat yang membawanya kepada suatu komitmen , sementara gairah bukan hal yang dominan. Sisi emosional dan logis ditonjolkan dalam hal ini.
Jenis cinta ini menjelaskan kenapa bisa saja seseorang menyukai lawan jenis yang secara fisik kurang (seperti orang normal yang menyukai orang yang cacat, cewek yang cantik menyukai pria yang biasa2 saja , etc ).
Hal ini seringkali dialami oleh orang-orang dengan pola seperti hubungan yang pada mulanya bersahabat ataupun hanya sekadar teman dekat, namun akhirnya menjadi suatu hubungan cinta.
Cinta yang sempurna
merupakan jenis cinta yang memiliki ketiga elemen tersebut secara seimbang dan biasanya bisa bertahan dalam waktu yang lama. Hal ini merupakan kondisi ideal yang ingin dicapai siapa saja.
Tidak ada yang pada awalnya langsung bisa berada dalam tahap sempurna, butuh suatu perkembangan. Suatu kali kita memandang suatu hubungan dibangung berdasarkan ketertarikan emosional maupun secara fisik, namun seiring waktu berjalan kita akan belajar mempertimbangkan elemen lain yang telah dikesampingkan.
So.... yang manakah jenis dimana anda berada ?
Note : Dibuat dengan perspektif pribadi dengan sumber dari penelitian Robert Sternberg :D