Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya
berpesan dua hal: - Pertama :Jangan pernah
menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, - Kedua: Jika mereka
pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya
terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah
ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya
sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya yang masih hidup
menanyakan hal itu kepada mereka. Jawab anak yang
bungsu: "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya
tidak boleh menagih hutang kepada orang yang
berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang
kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh
menagih". "Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah
ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar
matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya
saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah
itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung: "Ini semua adalah karena
saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih
kepada orang yang berhutang kepada saya, maka
saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut".
"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya
berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari,
maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit
dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko
lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain
tutup." "Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku
menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama".
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan
presepsi yang berbeda. Jika kita melihat
dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah
perjalanan membuat kita sukses tetapi kita
bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita .. pilihan
ada di tangan anda. 'Berusahalah melakukan
hal biasa dengan cara yang luar biasa.
Catatan
Bila kita menelaah lebih jauh, cerita singkat diatas cukup menggambarkan
bagaimana cara kita memproses informasi yang terima
ke dalam pikiran sampai membentuk persepsi dan menjadi perilaku. Jelas, dari
setiap persepsi atau paradigma dan perilaku akan
memberikan hasil yang berbeda.
Perilaku adalah buah dari Paradigma, pandangan, persepsi itulah kata
bermakna sama yang sering kita jumpai dalam keseharian.
Setiap hari kita tentu memiliki banyak paradigma/pandangan terhadap sesuatu
maupun orang dalam dunia ini. Tergambar jelas dari
bagaimana sebuah respon kita berikan. Begitu banyaknya sikap dan perilaku
yang ditampilan mengkondisikan kehidupan duniawi yang
syarat dengan kompleksitas. Contoh sederhana ketika kita mendapatkan
informasi dari teman tentang seseorang, perilaku atasan kepada
bawahan di kantor, penampilan orang lain, kebiasaan yang dilakukan orang
lain, dan masih banyak lagi stimulus orang lain yang seringkali
merefleksikan sikap dan perilaku kita terhadap kondisi tersebut. Baik atau
buruknya sebuah respon yang kita berikan bergantung bagaimana
persepsi yang berada di otak kepala.
Pahamilah paradigma dan karakter adalah dua sisi yang saling mengikat satu
sama lain. Apa yang kita lihat sangat berkaitan dengan
siapa kita. Menjadi berarti melihat dalam dimensi kemanusiaan. Dan kita
tidak bisa mengubah dapat mengubah cara pandang kita tanpa
sekaligus mengubah keberadaan kita, dan sebaliknya.
Paradigma kita adalah sumber dari mana sikap dan perilaku kita mengalir.
Paradigma sama seperti kacamata, dia mempengaruhi cara kita
melihat segala sesuatu dalam hidup kita. Bila kita melihat sesuatu melalui
paradigma prinsip yang benar, apa yang kita lihat dalam hidup
akan berbeda secara dramatis dengan apa yang kita lihat melalui paradigma
dengan pusat yang lain.
Sementara kita mengembangkan paradigma yang memberdaya kita untuk melihat
melalui lensa kepentingan ketimbang kegentingannya,
kita akan meningkatkan kemampuan kita untuk mengorganisasi dan melaksanakan
setiap minggu dari hidup kita di sekitar prioritas kita
yang lain, untuk menjalani apa yang kita katakan. Kita tidak akan bergantung
pada orang lain atau benda apa pun untuk manajemen
yang efektif atas hidup kita.
Perubahan paradigma mengubah kita ke arah yang positif atau negatif, entah
bersifat spontan atau bertahap, perubahan paradigma
menggerakan dari satu cara melihat dunia ke cara yang lain. Dan perubahan
paradigma tersebut menghasilkan perubahan yang kuat.
Paradigma kita, benar atau salah, adalah sumber dari sikap dari perilaku
kita, dan akhirnya sumber dari segala hubungan kita dengan
orang lain.
Tak salah memang perilaku yang ditampilkan secara kasat mata
mengidentifikasi dengan paradigma kita yang kita miliki terhadap sesuatu
atau siapapun, tentunya yang perlu diperiksa adalah komponen-komponen
saringan proses pikiran kita mulai dari menerima informasi
sampai dengan membuatnya menjadi perilaku, mana yang perlu kita perbaiki
apakah nilai-nilai kita, pengalaman-pengalam an kita,
meta program yang kita punya, saringan
distorsi-penghapusa n-pen-generalisa si-an atau entah saringan saja yang
mempengaruhi kita
dalam pengambilan keputusan atas reaksi atau perilaku apa yang kita lakukan.
Bisa jadi salah satu dari merekalah yang mungkin saja
mendomisasi keputusan kita. Sebuah PILIHAN, bukan ! (Mohamad Yunus) m
Thursday, October 16, 2008
Think Out of Box
THINK OUT OF THE BOX.
Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif
Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb ? WOW! No Limit
Coba
kita lupakan segenap teori canggih dunia marketing (ttg brand equity,
market share, dst,dst). Sementara banyak orang yang masih harus
bergelut dalam kesibukan marketing setiap hari setelah 10 tahun
bekerja, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan
SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih
kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!
Becak ke-1 :
==>
Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp.
60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya
sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp.
30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang
harganya Rp. 12 juta/unit. Becak Ke-2 :
==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari.
Sementara
ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp.
60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.
Becak Ke-3 :
==>
Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.
Becak Ke-4 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-5 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-6 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-7 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-8 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-9 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-10 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.
Setelah
becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke
orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10
becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari,
atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal
semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari
sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti
dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan
bisa terjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.
Sekarang
bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau
bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan
kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan.... THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Kunci
kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya : "Jalankan
bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita
secara penuh dalam bisnis tsb". Cth : ikuti
bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst.
Mari berhitung matematika ...
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja berikut ini, mana yang Anda pilih ?
1).
Kontrak kerja 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, gaji/bulan Rp. 100 juta.
2). Kontrak kerja 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, gaji di bulan pertama
cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan. Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Gaji Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar
Option II :
1. 1000 13. 4 juta
2. 2000 14. 8 juta
3. 4000 15. 16 juta
4. 8000 16. 32 juta
5. 16,000 17. 64 juta
6. 32,000 18. 128 juta
7. 64,000 19. 256 juta
8. 128,000 20. 512 juta
9. 256,000 21. 1024 juta
10. 512,000 22. 2048 juta
11. 1024,000 23. 4096 juta
12. 2 juta 24. 8192 juta atau (8,192 Milyar)
Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !!!
Kekuatan
duplikasi ini bahkan dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling
cemerlang penemu bom atom, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah
keajaiban dunia ke delapan".
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?
Bayangkan
seorang jenius marketing sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki jenius
marketer setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis
tsb, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang), yang mampu mengubah
produk komoditas (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experienc e).
Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia
pandai pula memanfaatkan media sebagai "public relation" untuk
mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn
perusahaan global spt Pepsi, dst. Hasilnya
LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang
dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di
tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap
tahun sampai sekarang..... Schultz
lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang
"mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu
saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C.
Smith. Baik
sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom".
Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas
dunia...... Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom", walaupun hanya di kelas regional saja....
Bila
sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1
pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali kuadrat lebih banyak (SD ke
S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) . Mari
kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan
hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai
dalam 5 tahun mendatang....
Crredits to
Idzma Mahayattika
GO TEaM corp
Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif
Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb ? WOW! No Limit
Coba
kita lupakan segenap teori canggih dunia marketing (ttg brand equity,
market share, dst,dst). Sementara banyak orang yang masih harus
bergelut dalam kesibukan marketing setiap hari setelah 10 tahun
bekerja, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan
SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanya lebih
kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp. 9 juta/bulan !!!
Becak ke-1 :
==>
Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp.
60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya
sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp.
30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang
harganya Rp. 12 juta/unit. Becak Ke-2 :
==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari.
Sementara
ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp.
60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.
Becak Ke-3 :
==>
Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.
Becak Ke-4 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-5 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-6 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-7 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-8 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-9 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-10 :
==>
Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.
300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.
Setelah
becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke
orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10
becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari,
atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal
semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari
sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti
dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan
bisa terjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.
Sekarang
bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau
bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan
kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan.... THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Kunci
kesuksesannya terletak pada "duplikasi". Ini rahasianya : "Jalankan
bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita
secara penuh dalam bisnis tsb". Cth : ikuti
bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb, dst.
Mari berhitung matematika ...
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja berikut ini, mana yang Anda pilih ?
1).
Kontrak kerja 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, gaji/bulan Rp. 100 juta.
2). Kontrak kerja 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, gaji di bulan pertama
cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan. Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Gaji Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar
Option II :
1. 1000 13. 4 juta
2. 2000 14. 8 juta
3. 4000 15. 16 juta
4. 8000 16. 32 juta
5. 16,000 17. 64 juta
6. 32,000 18. 128 juta
7. 64,000 19. 256 juta
8. 128,000 20. 512 juta
9. 256,000 21. 1024 juta
10. 512,000 22. 2048 juta
11. 1024,000 23. 4096 juta
12. 2 juta 24. 8192 juta atau (8,192 Milyar)
Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !!!
Kekuatan
duplikasi ini bahkan dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling
cemerlang penemu bom atom, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah
keajaiban dunia ke delapan".
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?
Bayangkan
seorang jenius marketing sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki jenius
marketer setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis
tsb, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang), yang mampu mengubah
produk komoditas (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experienc e).
Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia
pandai pula memanfaatkan media sebagai "public relation" untuk
mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn
perusahaan global spt Pepsi, dst. Hasilnya
LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertama yang
dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di
tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap
tahun sampai sekarang..... Schultz
lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang
"mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu
saja sang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C.
Smith. Baik
sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom".
Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas
dunia...... Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financial freedom", walaupun hanya di kelas regional saja....
Bila
sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1
pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali kuadrat lebih banyak (SD ke
S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) . Mari
kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan
hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai
dalam 5 tahun mendatang....
Crredits to
Idzma Mahayattika
GO TEaM corp
Labels:
Entrepreneurship
Kopi Asin Rasa Cinta
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis
tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si
gadis. Sedangkan si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang
begitu
memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan
diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. si gadis
agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan
ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria
sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup
lama, dan akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita
pulang aja yuk...?!?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta
garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan
heran
ke arah si pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja
dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti
ini?", si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya
dapat merasakan
rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak
saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya,
saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si
gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di
hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita
bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya,
perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung
halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana
kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga
akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya
berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria
itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia
sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul
seseorang yang sangat baik. Si gadis hampir saja kehilangan seorang
lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang
indah, si gadis menikah dengan si pria dan mereka hidup bahagia
selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si pria, ia
membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai
oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat
yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau
seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku
katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali
jalan bersama? Saya sangat gugup
waktu itu, sebenarnya saya ingin minta
gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya
karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus.
Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi
kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya
terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak
membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak
takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak
suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya
selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya
tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan
untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku.
Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu
lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun
saya harus meminum kopi
asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian
hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi
pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin,
"Rasanya manis !! "
===============
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain,
tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu
bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.
Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih
manis daripada gula.
Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah,
Nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur, Apapun kelebihan dan
kekurangan pasangan anda.
sumber : fwd mailing list
tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si
gadis. Sedangkan si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang
begitu
memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan
diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. si gadis
agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan
ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria
sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup
lama, dan akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita
pulang aja yuk...?!?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta
garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan
heran
ke arah si pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja
dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti
ini?", si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya
dapat merasakan
rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.
Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak
saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya,
saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si
gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di
hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita
bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya,
perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung
halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana
kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga
akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya
berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria
itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia
sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul
seseorang yang sangat baik. Si gadis hampir saja kehilangan seorang
lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang
indah, si gadis menikah dengan si pria dan mereka hidup bahagia
selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si pria, ia
membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai
oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat
yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau
seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku
katakan padamu ... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali
jalan bersama? Saya sangat gugup
waktu itu, sebenarnya saya ingin minta
gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya
karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus.
Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi
kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya
terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak
membohongimu untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak
takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak
suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya
selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya
tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan
untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku.
Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu
lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun
saya harus meminum kopi
asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian
hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi
pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin,
"Rasanya manis !! "
===============
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain,
tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu
bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.
Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih
manis daripada gula.
Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah,
Nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur, Apapun kelebihan dan
kekurangan pasangan anda.
sumber : fwd mailing list
Labels:
Lovely Stories
Kesempatan.... dalam kesempitan
Dalam sebuah perjalanan dinas , seorang manager dan stafnya yang masih muda menggunakan kereta api jurusan Bandung-Jakarta. Tempat duduk yang tersisa hanyalah di depan wanita muda yang cantik dan neneknya. Sang manajer dan staff nya akhirnya duduk berhadapan dengan nenek dan gadis tersebut, dan kemudian menyesuaikan diri dengan membuka percakapan.
Percakapan tersebut berlangsung tanpa terasa kereta yang mereka tumpangi mulai memasuki terowongan. tiba-tiba lampu dalam gerbong kereta tersebut pun mati. gelap gulita.
Setelah beberapa lama, keempat orang ini dan penumpang lain diliputi kegelapan total. Mereka hanya ditemani oleh deru lokomotif serta bunyi roda kereta api. keempat orang berdekatan ini mendengar dua suara lain yang cukup keras, yaitu sebuah ciuman dan tamparan.
Setelah melewati terowongan tersebut, keempat orang ini saling menerjemahkan bunyi ciuman dan tamparan tadi dengan persepsi masing-masing
Si gadis berpikir " saya merasa tersanjung, manajer berdasi di depan saya ini telah mencium saya , namun saya sangat malu karena nenek menamparnya"
Nenek gadis tersebut berpikir " saya kesal karena orang muda itu mencium cucu saya, namun saya bangga karena cucu saya punya keberanian untuk membalasnya"
Sang manajer, duduk diam berpikir " staff saya berani sekali mencium gadis tersebut, namun.... kenapa gadis tersebut keliru dan kemudian menampar saya ?"
nampaknya, hanya staff itu satu-satunya orang yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi sebab dalam waktu singkat dia mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus menampar manajernya.
--------------------------------------------END--------------------------------------------------
Hikmah cerita ini, siapa yang jeli melihat kesempatan dan memanfaatkan situasi akan memperoleh keuntungan dari kondisi tersebut.
Percakapan tersebut berlangsung tanpa terasa kereta yang mereka tumpangi mulai memasuki terowongan. tiba-tiba lampu dalam gerbong kereta tersebut pun mati. gelap gulita.
Setelah beberapa lama, keempat orang ini dan penumpang lain diliputi kegelapan total. Mereka hanya ditemani oleh deru lokomotif serta bunyi roda kereta api. keempat orang berdekatan ini mendengar dua suara lain yang cukup keras, yaitu sebuah ciuman dan tamparan.
Setelah melewati terowongan tersebut, keempat orang ini saling menerjemahkan bunyi ciuman dan tamparan tadi dengan persepsi masing-masing
Si gadis berpikir " saya merasa tersanjung, manajer berdasi di depan saya ini telah mencium saya , namun saya sangat malu karena nenek menamparnya"
Nenek gadis tersebut berpikir " saya kesal karena orang muda itu mencium cucu saya, namun saya bangga karena cucu saya punya keberanian untuk membalasnya"
Sang manajer, duduk diam berpikir " staff saya berani sekali mencium gadis tersebut, namun.... kenapa gadis tersebut keliru dan kemudian menampar saya ?"
nampaknya, hanya staff itu satu-satunya orang yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi sebab dalam waktu singkat dia mempunyai kesempatan untuk mencium seorang gadis cantik sekaligus menampar manajernya.
--------------------------------------------END--------------------------------------------------
Hikmah cerita ini, siapa yang jeli melihat kesempatan dan memanfaatkan situasi akan memperoleh keuntungan dari kondisi tersebut.
Labels:
Motivation
Wednesday, October 15, 2008
Fight it or Not ?
Wednesday, October 15, 2008
0
Sebuah cerita tentang Julius Caesar yang menaklukan pantai Brittania dengan strategi yang cukup unik. Ketika itu, Pasukan Caesar berhasil mendarat pasukannya di tengah malam yang dingin. Tiba-tiba , pasukannya yang sedang menyembunyikan kapal-kapal tersebut terkejut karena Caesar memerintahkan untuk membakar kapal-kapal tersebut. Dengan begini , maka mental tentara yang masih mempunyai persentase "menyerah" kini dihadapkan pada pilihan bahwa mereka harus bertempur habis-habisan untuk hidup karena tidak bisa pulang lagi dengan kapal yang telah dibakar itu.
Apa jadinya jika Caesar tidak menerapkan strategi ini ? tentaranya akan berpikir bahwa "ada dua pilihan, menang atau kalah dan pulang dengan kapal" , percaya atau tidak bahwa ketika ada pilihan untuk kalah pikiran bawah sadar kita akan cenderung memilih untuk "kalah" karena lebih mudah dan tidak perlu bersusah payah.
Terkadang hal ini terjadi dalam hidup kita sendiri ketika kita mengatakan "akh ada hari esok kok" itu menandakan mental kita tidak ubahnya dengan para tentara tersebut. Namun apa jadinya jika kita mengubah persepsi kita menjadi "hari ini kita harus berusaha sebaik mungkin" ? tentunya segala sesuatu yang kita kerjakan akan lebih maksimal. Sehingga jalan menuju sukses akan kian terbuka lebar.
Satu poin penting adalah kekhawatiran. Khawatir untuk gagal ketika memulai. Ketika dihadapkan pada persepsi kekhawatiran kita. Kita telah membiarkan kekhawatiran kita yang tidak perlu itu mengganggu kita untuk bisa meraih apa yang kita inginkan.
bagaimana kalau kita mencoba mengubah persepsi dari khawatir akan hal ini dan itu sebelum memulai dengan langsung memulainya ? ketika kita putuskan bahwa kita harus fight ! maka pikiran bawah sadar kita serta merta akan mengikuti kemauan kita.
Di masa sekarang yang penuh persaingan dan cenderung keras , ada dua pilihan : Fight it or not ? dan anda bisa menjawab sendiri , mana yang lebih baik.
Jika kita memutuskan untuk tidak fight, maka kita akan terlindas oleh jaman dan menjadi barang rongsokan lebih cepat , sementara ketika kita memutuskan untuk fight !
maka ada dua kemungkinan :
kalah atau menang !
gagal atau sukses !
sedih atau bahagia !
etc
akan lebih baik memutuskan untuk fight untuk bisa survive di jaman sekarang karena menawarkan kemungkinan untuk berhasil ataupun gagal, sementara orang yang memilih menyerah duluan akan menjadi orang gagal yang tidak pernah mencoba ( so pasti gagal, wong dia tidak berbuat apa-apa)
Jadi , jalan untuk sukses adalah ketika kita sudah menapakkan langkah dan menentukan visi kita dengan jelas, maka kita harus sebisa mungkin memiliki mental seperti Julius Caesar ajarkan kepada tentaranya.
Apa jadinya jika Caesar tidak menerapkan strategi ini ? tentaranya akan berpikir bahwa "ada dua pilihan, menang atau kalah dan pulang dengan kapal" , percaya atau tidak bahwa ketika ada pilihan untuk kalah pikiran bawah sadar kita akan cenderung memilih untuk "kalah" karena lebih mudah dan tidak perlu bersusah payah.
Terkadang hal ini terjadi dalam hidup kita sendiri ketika kita mengatakan "akh ada hari esok kok" itu menandakan mental kita tidak ubahnya dengan para tentara tersebut. Namun apa jadinya jika kita mengubah persepsi kita menjadi "hari ini kita harus berusaha sebaik mungkin" ? tentunya segala sesuatu yang kita kerjakan akan lebih maksimal. Sehingga jalan menuju sukses akan kian terbuka lebar.
Satu poin penting adalah kekhawatiran. Khawatir untuk gagal ketika memulai. Ketika dihadapkan pada persepsi kekhawatiran kita. Kita telah membiarkan kekhawatiran kita yang tidak perlu itu mengganggu kita untuk bisa meraih apa yang kita inginkan.
bagaimana kalau kita mencoba mengubah persepsi dari khawatir akan hal ini dan itu sebelum memulai dengan langsung memulainya ? ketika kita putuskan bahwa kita harus fight ! maka pikiran bawah sadar kita serta merta akan mengikuti kemauan kita.
Di masa sekarang yang penuh persaingan dan cenderung keras , ada dua pilihan : Fight it or not ? dan anda bisa menjawab sendiri , mana yang lebih baik.
Jika kita memutuskan untuk tidak fight, maka kita akan terlindas oleh jaman dan menjadi barang rongsokan lebih cepat , sementara ketika kita memutuskan untuk fight !
maka ada dua kemungkinan :
kalah atau menang !
gagal atau sukses !
sedih atau bahagia !
etc
akan lebih baik memutuskan untuk fight untuk bisa survive di jaman sekarang karena menawarkan kemungkinan untuk berhasil ataupun gagal, sementara orang yang memilih menyerah duluan akan menjadi orang gagal yang tidak pernah mencoba ( so pasti gagal, wong dia tidak berbuat apa-apa)
Jadi , jalan untuk sukses adalah ketika kita sudah menapakkan langkah dan menentukan visi kita dengan jelas, maka kita harus sebisa mungkin memiliki mental seperti Julius Caesar ajarkan kepada tentaranya.
Labels:
Motivation
Subscribe to:
Posts (Atom)