Thursday, June 12, 2008

Larry Ellison's Challenges

Thursday, June 12, 2008 0
Note : pada masa itu Larry Ellison telah menjadi manusia terkaya no 2 di Diunia
Pidato ini sangat menantang, jadi bacalah dengan pemahaman yang dewasa

Pidato wisuda sarjana
Yale University, September 2000
oleh : Lawrence 'Larry' Ellison



Graduates of Yale University, I apologize if you have endured this type of prologue before, but I want you to do something for me. Please, take a good look around you. Look at the classmate on your left. Look at the classmates on the right. Now, consider this : Five years from now, ten years, even thirty years from now, odds are the person on your left is going to be a loser. The person on your right, meanwhile, will also be a loser. And you, in the middle ? What can you expect ? Loser. Loserhood. Loser Cum Laude


In fact, as I look out before me today, I don't see a thousand future leaders in a thousand industries. I see thousand losers.

You're upset. That understanable. After all. how can I, Lawrence 'Larry' Ellison, college drop out, have the audacity to spout such heresy to the graduating class of one of the nation's most prestigious institutions?


I tell you why...

Because I, Lawrence 'Larry Ellison, second richest man on the planet, am a college drop out, and you are not.

Because Bill Gates, richest man on the planet-for now, anyway-is a college drop out, and you are not.

Because Paul Allen, the third richest man on the planet, dropped out of college, and you did not.

And for good measure, because Michael Dell, No 9 on the list and moving up fast, is a college drop out, and you, yet again are not.


Hmmm..... you're very upset. That's understanable. So let me stroke your egos for a moment by pointing out, quite sincerely, that your diplomas were not attained in vain. Most of you, I imagine, have spent four to five years here, and in many ways what you have learned and endured will serve you well in the years ahead. You've established good work habits. Yous established a network of people that will help you down the road. And you've established what will be lifelong relationship with the word "therapy".


All that of is good. For truth, you will need that network. You will need those strong work habits. You will need that therapy. You will need them because you didn't drop out, and so you will never be among the richest people in the world.


Oh sure, you may, perhaps, work you way up to No. 10 or No. 11, like Steve Ballmer. But then, I don't have to tell you who he really work for, do I ? ANd for the record, he dropped out of grad school. Bit of a late bloomer.


Finally I realize that many of you, and hopefully, by most of you are wondering, "Is there anything I can do ? Is there Any hpe for me at all?"

Actually, no. It's to late. You've absorbed too much, think you know to much. You're not 19 anymore. You have a built-in cap, and I'm not refereing to the mortar boards on your head.


Hmmm... you're really very upset. That's understanable. So Perhaps this would be good time to bring up the silver lining. Not for you, Class of "00. You're write off, so I'll let you slink off to your pathetic $200.000 a year jobs, where your check will be signed by former classmates who dropped out two years ago.


Instead, I want to give hope to any underclassmates her today. I say to you, and I can't stress this enough: leave. Pack your thing and your ideas and don't comeback. Drop out, start up. For I can tell you that a cap and a gown will keep you down just as surely as these security guards dragging me off this stage are keeping me down....


Tentang Penulis
Lawrence 'Larry' Ellison adalah CEO ORACLE, orang terkaya kedua di dunia.

Makna Pekerjaan Anda

Makna Pekerjaan Anda
Oleh : James Gwee
Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura.
Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut.
Bagi saya, pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membuka dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu
semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar. Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001.
Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! Saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. Saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.
Dia mengatakan, "James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini, tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas
bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

"Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan
pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal di dalam kamar. Akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya."

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa, jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian atau Manajer?

Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.

Regards,
JAMES GWEE

Strawberry

Strawberry merupakan tanaman buah berupa herba yang rata-rata memiliki
200 biji kecil per satu buahnya. Ada 700-an macam jenis strawberry.
Salah satu jenis spesiesnya bernama Fragaria chiloensis L. Jenis ini
yang menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Spesies yang
lainnya yaitu F. vesca L. Yang satu ini lebih menyebar luas
dibandingkan spesies lainnya. Jenis strawberry ini pula yang pertama
kali masuk ke Indonesia.

Warna merah pada strawberry matang sangat beralasan. Warna merah itu
disebabkan karena buah ini kaya pigmen warna antosianin dan mengandung
antioksidan tinggi. Mendengar kata antioksidan, anda tentu sudah tahu
bahwa itu artinya, khasiatnya sangat banyak. Dan anda benar! Buah
strawberry menyimpan nutrisi yang luar biasa. Selain antioksidan
tersebut, ia juga kaya serat, rendah kalori, dan mengandung vitamin C,
folat, potassium, serta asam ellagic.

Mau tahu khasiat strawberry?
1. Strawberry mampu menyusutkan kadar kolestrol.
2. Strawberry dapat membantu melumpuhkan kerja aktif kanker karena
asam ellagic yang dikandungnya tersebut.
3. Strawberry dapat meredam gejala stroke.
4. Strawberry mengandung zat anti alergi dan anti radang.
5. Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada strawberry lebih
tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry
merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh
(Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas.
Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses penuaan).
6. Strawberry yang kaya vitamin C sangat bermanfaat bagi pertumbuhan
anak.
7. Strawberry yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet
bagi pengidap diabetes.
8. Strawberry yang dimakan teratur dapat menghaluskan kulit dan
membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang
terkenal lainnya adalah anti keriput!
9. Strawberry dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi.
10. Strawberry ampuh melawan encok dan radang sendi.
11. Daun strawberry juga berkhasiat karena memiliki zat astringent.
Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry per hari,
dapat efektif menghentikan serangan diare.

Kebutuhan vitamin C orang dewasa perharinya dapat dicukupi oleh 8 buah
strawberry (98 mg). Kebutuhan serat juga sekaligus bisa terpenuhi.

Hati-hati dalam menyimpan buah ini, karena strawberry yang sudah mulai
busuk dapat menular dengan sangat cepat ke strawberry lain yang
disimpan bersamaan. Strawberry dapat tahan 4 hari di lemari es. Tetapi
di freezer, buah ini bisa bertahan selama 1 bulan dengan cara
penyimpanan yang benar. Atur strawberry secara satu-satu terpisah,
lalu bekukan. Setelah beku, siram dengan air dan masukkan ke dalam
plastik, lalu bekukan kembali. Cara menyimpan seperti ini cocok untuk
membuat juice.

Dengan banyaknya kegunaan strawberry, yakinlah bahwa memang buah ini
cocok disebut buah cinta. Buah yang dapat menjadi kado penuh cinta
dari anda untuk kesehatan tubuh anda sendiri.

Wednesday, June 11, 2008

Corporate Lesson 1st

Wednesday, June 11, 2008 0
Hari ini gue ikut seminar BEC tentang Providing Service to Small Medium Enterprise dengan keynote speaker nya Bp.Ade Swargo W dari Swiss Contact
Yang sangat menarik dari seminar ini adalah pembukaan yang dibawakan dengan ilustrasi antara gagak dan kelinci dengan judul " Corporate Lesson 1 "

Seekor gagak nampak duduk di atas pohon dan diam seharian, lalu datanglah seekor kelinci dan bertanya "Hey gagak kenapa kamu duduk diam diatas sana saja ? Nampaknya asik untuk duduk-duduk saja seharian ini. Bolehkah aku duduk di bawah pohon ini dan bersantai sepertimu juga"
Lalu jawaban si gagak "Tentu saja, Kenapa tidak "
Akhirnya si kelinci pun duduk di bawah pohon.
Tiba-tiba datang seekor serigala menerkam si kelinci dan memakannya...

Pelajaran moral dari cerita ini adalah. . . . 
Jika posisi anda belum tinggi maka jangan bersantai dahulu.
kecuali posisi anda sudah tinggi.... maka silahkan bersantai seperti si gagak dengan bertengger di puncak pohon.



Tuesday, June 10, 2008

Kuliah..... Social Networking

Tuesday, June 10, 2008 0
Suatu kali dalam perbincangan gw dengan seorang teman dekat, dia menceritakan tentang kekesalannya terhadap beberapa orang yang dia rasa menyebalkan (karena beberapa faktor yang sepele) karena beberapa orang merasa lebih superior dan merasa bisa memberikan penilaian buruk begitu saja. Dan dalam bincang-bincang itu, teman saya mengatakan bahwa menurut dia, Perkuliahan sebenarnya merupakan tahapan social networking di dunia real sebelum kita menginjak dunia kerja dimana tidak ada lagi tugas-tugas, rutinitas kuliah dan masa-masa seleluasa kuliah. Sejujurnya, pada awalnya saya tidak setuju karena orientasi saya adalah antisosial dan hanya mau berteman dengan beberapa orang yang saya rasa fit dengan diri saya, namun setelah saya pikirkan matang-matang. Nampaknya hal ini benar adanya. Dalam dunia kerja, secara riil mungkin saya tidak dapat memilah-milah siapakah yang akan menjadi teman saya karena dinamika manusia itu luas dan karakteristik orang berbeda-beda. 
Ada pepatah mengatakan 
"You can't change the world around you, but you can change yourself !"
sangat mengena....
Jadi saya sekarang mengubah orientasi saya yang terdahulu, berusaha memperbaiki citra saya dan jaringan pertemanan saya. bahkan tadinya yang dengan FS hanya buat gengsi2an , kini saya lebih intens dalam menggunakannya untuk menambah networking saya bahkan dengan Facebook.
Jadi sekarang saya memutuskan untuk meninggalkan diri yang lama :
Penyendiri
Egois
Pendendam
Superioritas (sedang dikurangi...)
Antisosial 
dan banyak sifat lama saya yang seharusnya tidak saya lakukan
Tapi, hal tersebut di atas ada positifnya . Seperti yang dikemukakan dalam pidato steve jobs mengenai "connecting the dots" mungkin tanpa pernah menjadi begitu , saya tidak akan pernah mengoreksi diri sendiri dan menjadi lebih sosial.
Seorang teman baik saya pernah berkata 
" sebaiknya kamu mengubah diri kamu sendiri, untuk lebih terbuka. apakah kamu mau ? teman kamu hanya kita-kita saja"
saya tersentak dan segera bangun dari sikap saya yang egois
sekarang saya tahu apa maknanya kata-kata teman saya yang secara halus menasehati saya.

Well, special thanks to T n B (my best friend)
Now I surely go forth what I must do for the best social life :D
 
Albert Wu ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►